Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM

Astragalus: Manfaat, Efek Samping, dan Dosis

Update terakhir: SEP 21, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 354.132 orang

Apa Anda pernah mendengar kata astragalus? Atau apakah Anda mengetahui apa itu astragalus? Bagi sebagian orang mungkin astragalus sudah tidak asing lagi karena tanaman ini sudah sejak dulu dijadikan sebagai herbal pengobatan. 

Akan tetapi, bagi Anda yang tidak tahu, sangatlah penting untuk mengetahui karakteristik herbal astragalus. Jadi, mari simak detil herbal astragalus di bawah ini.

Mengenai Astragalus

Astragalus merupakan tanaman herbal asli dari Tiongkok. Tanaman ini tingginya sekitar 1 m, dan memiliki daun-daun kecil, serta bunga-bunga berwarna kekuningan.

Astragalus telah digunakan dalam pengobatan tradisional Tiongkok selama berabad-abad. Akar astragalus digunakan untuk membuat obat atau suplemen herbal.

Terdapat beberapa spesies astragalus yang mengandung racun, dan disebut sebagai swainsonine seperti astragalus lentiginosus, astragalus mollissimus, dan lainnya. Akan tetapi, spesies tersebut tidak ditemukan dalam obat atau suplemen herbal astragalus karena sebagian besar mengandung astragalus membranaceus.

Golongan

Obat atau suplemen astragalus ini dijual bebas, namun lebih disarankan untuk mendiskusikan penggunaannya dengan dokter. Astragalus umumnya digunakan dalam kombinasi dengan herbal lain.

Kemasan

Astragalus dijadikan obat atau suplemen herbal berupa ekstrak tingtur (cairan), bubuk, dan kapsul.

Kandungan

Astragalus mengandung banyak senyawa tanaman aktif, seperti polisakarida, saponin, flavonoid, isoflavonoid, sterol, asam amino, minyak atsiri, dan unsur mineral lainnya seperti seng, besi, tembaga mangan vanadium, dan timah.

Manfaat Astragalus

Astragalus memiliki banyak manfaat, namun belum ada informasi yang cukup untuk menilai efektivitas kegunaan astragalus.

Adapun manfaat astragalus, yaitu untuk alergi musiman, menstruasi tidak teratur, nyeri dada, asma, sindrom kelelahan kronis, jaringan parut hati (sirosis), penyakit ginjal, diabetes, gejala menopause, lupus, merangsang dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh, gagal jantung, dan lainnya.

Beberapa orang juga menggunakan astragalus sebagai tonik untuk melindungi hati, melawan bakteri serta virus. Selain itu, digunakan pula untuk mencegah, dan mengurangi efek samping dari pengobatan kanker.

Astragalus juga terkadang diterapkan pada kulit untuk meningkatkan aliran darah ke area tersebut, dan untuk mempercepat penyembuhan luka.

Akan tetapi, masih diperlukan lebih banyak bukti untuk menilai efektivitas penggunaan astragalus ini.

Efek samping Astragalus

Astragalus aman bagi sebagian besar orang dewasa. Akan tetapi, pada sebagian orang astragalus memiliki efek samping seperti ruam, kulit gatal, pilek, perut tidak nyaman, mual, dan diare

Selain itu, saat diberikan secara intravena (disuntikkan ke dalam vena), astragalus dapat menyebabkan pusing atau detak jantung tidak teratur.

Dosis Astragalus

Saat ini, belum ada informasi yang cukup dalam menentukan dosis yang tepat untuk astragalus.

Akan tetapi, berdasarkan penelitian dosis yang paling efektif untuk diminum, yaitu 9-30 gram per hari. Sementara, dosis untuk akar astragalus bubuk, yaitu 2-6 gram per hari. Lalu, dosis secara intravena yaitu hingga 80 gram per hari.

Dosis ini berdasarkan penelitian yang dilakukan dalam jangka waktu 4 bulan, dan tidak ada penelitian tentang keamanan dosis dalam jangka panjang.

Dosis astragalus yang tepat, tergantung pada beberapa faktor individu seperti usia, kesehatan, dan beberapa kondisi lainnya. Pastikan Anda mengikuti petunjuk pada label produk herbal astragalus, dan berkonsultasilah dengan dokter sebelum menggunakan astragalus.

Interaksi Astragalus

Berhati-hatilah dalam penggunaan kombinasi obat berikut:

Astragalus dapat berinteraksi dengan obat-obatan yang mengurangi sistem kekebalan tubuh, seperti azathioprine (Imuran), basiliximab (Simulect), cyclosporine (Neoral, Sandimmune), daclizumab (Zenapax), muromonab-CD3 (OKT3, Orthoclone OKT3), mycophenolate (CellCept), tacrolimus (FK506, Prograf), sirolimus (Rapamune), prednisone (Deltasone, Oracoxic), corticosteroid, dan lainnya. 

Mengonsumsi astragalus bersama dengan obat-obatan yang mengurangi sistem kekebalan tubuh dapat menurunkan efektivitas obat-obatan tersebut karena astragalus dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Selain itu, astragalus juga dapat meningkatkan jumlah lithium dalam tubuh, dan menghasilkan efek samping yang serius. Bicarakan dengan dokter Anda sebelum menggunakan astragalus jika Anda menggunakan lithium karena dosis lithium Anda mungkin perlu diubah.

Perhatian

Astragalus tidak dianjurkan untuk ibu hamil dan menyusui. Meskipun tidak cukup bukti tentang keamanan astragalus pada ibu hamil, dan menyusui. Akan tetapi, beberapa penelitian pada hewan menunjukkan bahwa astragalus dapat menjadi racun bagi ibu, dan janin

Jadi, hindarilah penggunaan agar tetap aman. Selain itu, astragalus juga tidak dianjurkan untuk anak-anak.

Lalu, Jika Anda memiliki salah satu penyakit autoimun, hindarilah penggunaan astragalus. Astragalus dapat membuat sistem kekebalan tubuh lebih aktif sehingga memperburuk gejala penyakit autoimun seperti, rematik, lupus atau lainnya.

Jika Anda memiliki kadar gula darah yang rendah, berhati-hatilah dalam menggunakan astragalus karena astragalus juga dapat menurunkan kadar gula darah.

Demikian berbagai hal mengenai herbal astragalus yang dapat Anda ketahui. Bila Anda tertarik atau memerlukan pengobatan dengan astragalus, konsultasikanlah pada dokter Anda. Hal tersebut dilakukan agar kondisi Anda selalu terpantau, dan Anda bisa mendapatkan manfaat penuh dari herbal ini.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit

Pesan Pengiriman Obat Ini

Ingin beli obat ini? Chat dengan kami di WhatsApp! Kami dapat membantu mengantarkan obat ke rumah Anda se-Indonesia dengan pembayaran via bank transfer, kartu kredit, COD (di sebagian besar kota), Alfamart, dan OVO. Catatan: Kami bukanlah apotek atau toko obat dan kami tidak menjual obat secara langsung. Jasa pengiriman kami bertujuan untuk memberikan kenyamanan kepada pasien dengan pengambilan pesanan obat Anda di apotek. Perlu diketahui bahwa ada obat-obatan tertentu yang tidak dapat dikirimkan sesuai dengan ketentuan hukum.

Chat di WhatsApp