Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Doctor men
Ditinjau oleh
VINA SETIAWAN

Kenali Gangguan Pendengaran Dari Penyebab, Gejala dan, Pengobatannya

Update terakhir: NOV 11, 2019 Tinjau pada NOV 11, 2019 Waktu baca: 4 menit
Telah dibaca 1.237.904 orang

Ketika terlalu berasa pada daerah yang ramai dan bising biasanya akan sulit mendengar apa yang dikatakan oleh lawan bicara kita. Terlalu lama berada di daerah yang bising dapat membuat pendengaran kita terganggu. Selain itu gangguan pendengaran juga terjadi karena faktor usia. Gangguan pendengaran terjadi karena otak gagal memberikan respon pada sinyal suara. 

Saat ini kawasan Asia Tenggara merupakan kawasan dengan jumlah penderita gangguan pendengaran terbesar. Oleh sebab itu WHO menargetkan penderita dengan gangguan pendengaran setidaknya tersisa 10 persen pada tahun 2030. Artikel berikut akan membahas mengenai pengertian, gejala, cara penanganan dan pencegahan dari gangguan pendengaran.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Organ pendengaran manusia sanggup mendengarkan suara dengan tingkat kebisingan hingga 79 desibel. Jika seseorang berada pada tempat dengan kebisingan diatas 79 desibel terlalu lama dikhawatirkan akan mengakibatkan gangguan pendengaran. 

Hal ini diakibatkan sinyal suara tidak mendapatkan respon dari otak. Gangguan pendengaran terjadi secara bertahap, dimulai dari berkurangnya respon terhadap suara hingga kehilangan kemampuan mendengar secara tiba-tiba.

Gejala Penyakit Gangguan Pendengaran

Beberapa orang tidak menyadari jika sedang menderita gangguan pendengaran. Gejala gangguan pendengaran nampak sepele dan tidak disadari. Gejala bisa berbeda pada anak-anak dan orang dewasa. Berikut adalah beberapa gejala gangguan pendengaran pada anak-anak:

  • Ketika bayi berusia kurang dari 4 bulan jika ada suara cukup keras biasanya tidak mencari sumber bunyi dan merasa kaget.
  • Bersikap acuh dan hanya melihat saat seseorang memanggil namanya.
  • Sering menyalakan televisi dengan volume keras dan berbicara dengan suara lantang.
  • Membutuhkan waktu lama untuk belajar berbicara sehingga kesulitan untuk berbicara dengan jelas.
  • Belum bisa menyebutkan satu kata pun ketika berusia satu tahun.
  • Mempelajari sesuatu dengan memperhatikan gerak-gerik seseorang.

Sementara gejala gangguan pendengaran yang terjadi pada orang dewasa adalah:

  • Merasa kesusahan menentukan sumber suara.
  • Merasa sulit mendengar kata-kata dengan yang mengandung huruf F, S dan T. Akibatnya penderita sering meminta lawan bicara untuk mengulangi apa yang dikatakan.
  • Cenderung menonton televisi dengan volume suara yang lebih keras dari rata-rata.
  • Kesulitan mendengar dering telepon atau bel pintu.
  • Merasa stres dan mudah lelah karena perlu berkonsentrasi setiap berinteraksi dengan orang lain. Akibatnya penderita cenderung menarik diri dari kehidupan sosialnya.

Jika Anda menemukan beberapa gejala ini terjadi pada diri sendiri atau anak sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter agar keluhan dapat segera ditangani.

Penyebab Penyakit Gangguan Pendengaran

Berdasarkan letaknya terdapat dua jenis gangguan pendengaran yaitu gangguan pendengaran sensorineural dan konduktif. Gangguan pendengaran sensorineural terjadi ketika terdapat gangguan pada sel rambut pada telinga bagian dalam dan saraf pendengaran. 

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Penyebab terjadinya gangguan pendengaran jenis ini adalah faktor usia, keturunan, sering berada di lingkungan yang bising, pernah mengalamigt;cedera pada kepala, stroke dan efek samping dari obat tertentu. 

Gangguan pendengaran konduktif adalah gangguan yang terjadi akibat telinga bagian dalam kesulitan menangkap gelombang suara. Penyebabnya adalah pecahnya gendang telinga, saluran euatachius mengalami pembengkakan, terdapat kotoran atau benda asing yang menyumbat telinga dan tumor pada telinga bagian dalam.

Diagnosis Gangguan Pendengaran

Untuk mengetahui pada penyebab dan tingkatan dari gangguan pendengaran biasanya dokter akan melakukan beberapa tes yaitu:

  • Pemeriksaan telinga menggunakan alat bernama otoskop. Dengan alat ini dokter dapat mengetahui penyebab dari gangguan pendengaran.
  • Tes menggunakan garpu tala membantu dokter mengetahui pada bagian mana gangguan telinga.
  • Tes audiometri nada murni adalah tes menggunakan berbagai macam volume dan frekuensi yang dihasilkan sebuah mesin. Penderita akan diminta menggunakan headphone dan menekan tombol jika mendengar suara. Tes ini berguna untuk menentukan tingkat ketulian penderita.

Cara Penanganan Penyakit Gangguan Pendengaran

Cara penanganan yang tepat untuk penderita adalah berdasarkan penyebab dan tingkat gangguan pendengaran. Beberapa cara penanganan tersebut adalah:

  • Pada gangguan pendengaran ringan biasanya dokter akan melakukan pembersihan telinga dari kotoran yang menyumbat.
  • Jika gangguan bukan dari kotoran biasanya dokter akan mengambil langkah pembedahan. Hal ini terjadi jika pada telinga bagian dalam terdapat infeksi atau cedera.
  • Dokter akan menyarankan untuk menggunakan implan koklea atau alat bantu dengar lainnya agar gelombang suara yang dapat ditangkap oleh telinga penderita lebih kuat.
  • Pada penderita gangguan pendengaran berat, dokter akan menyarankan agar penderita belajar membaca gerak bibir dan bahasa isyarat. Hal ini bertujuan agar penderita dapat lancar berkomunikasi dengan orang lain.

Pencegahan Penyakit Gangguan Pendengaran

Beberapa hal berikut adalah cara yang dapat kamu gunakan agar terhindar dari gangguan pendengaran:

  • Hindari berada pada lingkungan bising dalam waktu lama. Jika terpaksa, coba gunakan pelindung telinga agar suara yang masuk tidak terlalu mengganggu.
  • Tahukah kamu jika asap rokok dapat menurunkan kemampuan telinga untuk mendengar? Oleh sebab itu sebaiknya kamu mulai mengurangi untuk merokok atau berada pada tempat-tempat yang banyak asap rokoknya.
  • Menjaga telinga dari hal-hal yang dapat mencederainya. Misalnya menggunakan headphone yang rapat agar suara luar tidak dapat masuk dan berhati-hati ketika membersihkan telinga dengan cotton bud.
  • Secara teratur memeriksakan kesehatan pendengaran dan segera mengobati infeksi yang terjadi pada saluran pernapasan agar tidak berkembang menjadi gangguan pendengaran yang lebih sehat serius.

Referensi

American Speech Language Hearing Association. Causes of Hearing Loss in Children.

American Speech Language Hearing Association. Hearing and Balance. Conductive Hearing Loss.

American Speech Language Hearing Association. Hearing and Balance. Sensorineural Hearing Loss.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit