Asam Lambung Naik? Konsumsi 4 Jenis Makanan Ini

Dipublish tanggal: Sep 11, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 3 menit
Asam Lambung Naik? Konsumsi 4 Jenis Makanan Ini

Asam lambung yang berlebih tentu sangat menyiksa. Bukan hanya membuat perut menjadi tidak nyaman, ulu hati juga akan terasa nyeri, muncul rasa sakit ketika menelan, mulut pun terasa asam atau pahit karena asam lambung naik ke kerongkongan.

Bagi Anda yang merasakan gejala-gejala di atas, jangan panik dulu. Ternyata bahan-bahan alami yang ada di rumah Anda dapat dijadikan obat untuk mengatasi kelebihan asam lambung. Simak informasi selengkapnya di bawah ini.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Antiseptik via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 31

Kenapa bisa terjadi Kenaikan Asam Lambung?

Asam lambung merupakan cairan dalam organ pencernaan yang memiliki kandungan asam klorida. Fungsinya mendukung sistem pencernaan, deteksi kuman atau bakteri dari makan dan minuman, serta membantu tubuh dalam menyerap vitamin B12.

Jumlah asam lambung di dalam tubuh kita harus dalam jumlah yang tepat, tidak kekurangan dan tidak kelebihan. Asam lambung yang terlalu rendah atau terlalu tinggi memiliki efek yang buruk bagi kesehatan. Lalu kenapa tubuh bisa kelebihan asam lambung?

Naiknya asam lambung ke kerongkongan adalah akibat katup antara kerongkongan dan lambung yang tidak berfungsi dengan baik itu. Kondisi ini juga bisa disebut dengan GERD (gastroesophageal reflux disease).

Ada beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena GERD tersebut, diantaranya:

  • Merokok
  • Kelebihan berat badan
  • Gangguan bawaan pada lambung, seperti gastroschisis dan hernia perut.
  • Kondisi medis tertentu, seperti esofagitis (radang esofagus), gastritis (peradangan pada dinding lambung), dan gastroparesis (perlambatan gerakan lambung).
  • Terinfeksi bakteri saluran pencernaan, seperti H. pylori.
  • Pola konsumsi yang tidak sehat, seperti terlalu banyak mengonsumsi makanan berlemak, coklat, kopi, dan alkohol.
  • Efek samping penyakit asma dan diabetes.

Gejala Asam Lambung

Jaringan di sepanjang dinding kerongkongan akan teriritasi oleh asam lambung ketika jumlah asam lambung di dalam tubuh naik. 

Akibatnya, Anda akan mengalami heartburn, yakni kondisi di mana Anda merasakan sensasi perih dan panas seperti terbakar pada dada, kadang-kadang gejala ini menyebar hingga ke kerongkongan.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Keadaan ini dapat memburuk saat Anda sedang berbaring, menunduk, atau setelah makan.

Beberapa gejala lain yang terasa ketika asam lambung naik adalah:

Disarankan untuk segera menghubungi dokter jika gejala-gejala di atas sering terjadi dan bertambah buruk.

Mengobati Asam Lambung melalui kebiasaan yang sehat

Diperlukan usaha untuk memperbaiki pola hidup untuk mengatasi naiknya asam lambung, antara lain dengan melakukan hal-hal sebagai berikut:

  • Menghindari makanan pemicu dan mengatur porsi makan. Lebih baik menghindari konsumsi kopi, coklat, alkohol, dan makanan pedas karena berisiko membuat katup kerongkongan bagian bawah menjadi rileks sehingga memudahkan asam lambung naik ke kerongkongan.
  • Tidak memakai pakaian yang ketat di bagian perut. Tekanan pada lambung dapat menyebabkan naiknya isi lambung ke kerongkongan.
  • Tidak melakukan gerakan-gerakan olahraga yang menekan perut.
  • Tidur malam yang cukup.
  • Biasakan memposisikan kepala dan dada lebih tinggi ketika tidur.

Meringankan Gejala Asam Lambung dengan bahan alami

Usaha untuk mengobati asam lambung dapat dilakukan melalui perubahan gaya hidup. 

Memang tidak ada bahan alami yang dapat memperbaiki kerusakan kerongkongan akibat asam lambung, namun beberapa jenis bahan alami mungkin dapat membantu meredakan gejalanya. Beberapa contoh ramuan alami yang dimaksud yaitu:

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Antiseptik via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 31
  • Licorice

Licorice kerap disebut sebagai tanaman akar manis. Mengonsumsi licorice disebut-sebut efektif dalam meredakan gejala kenaikan asam lambung. 

Fungsi licorice adalah untuk memperkuat lapisan mukosa (bagian dari lapisan esofagus) agar dapat meminimalisir efek iritasi asam lambung.

  •  Permen karet

Journal of Dental Research mengungkapkan fakta bahwa permen karet dapat menurunkan asam lambung, dengan syarat permen karet yang dikunyah bebas gula.

Permen karet dapat dijadikan alternatif obat asam lambung alami karena saat mengunyah permen karet, produksi air liur akan mengalami peningkatan. Air liur ini berfungsi untuk membersihkan asam lambung.

  •  Jahe

Jahe memiliki respons gastroprotektif, yaitu mencegah peningkatan kadar asam lambung. Jahe juga memiliki fungsi untuk melawan bakteri H. pylori, yakni bakteri yang dapat memperparah kondisi penyakit asam lambung.

Cara mengkonsumsinya, jahe dapat dicampurkan dengan segelas air panas, kemudian diamkan selama kurang lebih 30 menit. Anda dapat menambahkan lemon atau jeruk nipis untuk menambah cita rasa. Minum air jahe 30 menit sebelum makan.

Teh chamomile dapat diminum kira-kira satu jam sebelum tidur. Teh chamimile juga dapat meredakan stres secara efektif yang merupakan pemicu naiknya asam lambung. 

23 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Wirtz, P. H., von Känel, R., Meister, R. E., Arpagaus, A., Treichler, S., Kuebler, U., Ehlert, U. (2014). Dark chocolate intake buffers stress reactivity in humans.Journal of the American College of Cardiology, 63(21), 2297-2299
Picco, M. F. (2013, August 7). Acid reflux and GERD: The same thing? Retrieved from (http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/heartburn/expert-answers/heartburn-gerd/faq-20057894)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app