Hiatus Hernia - Tanda, Penyebab, Gejala, Cara Mengobati

Dipublish tanggal: Feb 9, 2019 Update terakhir: Nov 5, 2020 Tinjau pada Apr 16, 2019 Waktu baca: 3 menit

Rasa terbakar di dada dan kesulitan menelan, curiga Hernia Hiatus

Tahukah Anda apa itu Hernia Hiatus? Sebelum membahas lebih lanjut mengenai hernia hiatus, ada baiknya kita bahas sedikit pengertian dari hernia itu sendiri. Hernia pastinya merupakan sebuah istilah yang sudah sering Anda dengar, namun mungkin sebagian orang masih belum begitu mengerti apa itu hernia. Hernia sendiri merupakan kondisi jaringan otot sekitar tubuh yang melemah, terutama pada bagian perut. Dengan demikian, otomatis organ dalam tubuh pun yang di sekeliling perut menjadi terdorong lewat jaringan otot yang lemah tadi.

Sedangkan pada hernia hiatus, jika Anda mengalami sensasi terbakar di dada, bersendawa, sulit menelan, atau nyeri dada, berhati-hatilah mungkin saja Anda sedang mengalami gejala-gejala dari hernia hiatus, maka mintalah dokter untuk memeriksa kondisi Anda tersebut. Dari pada penasaran tentang apa itu hernia hiatus, artikel ini akan membahas lebih lanjut tentang penyakit tersebut. Selamat membaca.

Apa itu Hernia Hiatus?

Hernia Hiatus merupakan penonjolan dari suatu bagian lambung melalui diafragma, dari posisi yang normal di dalam perut. Diafragma itu sendiri meupakan lembaran otot yang digunakan untuk bernafas, yang merupakan pembatas antara dada dan perut. Pada kasus hernia hiatus, diafragma umumnya memiliki sebuah lubang atau hiatus yang berfungsi menghubungkan kerongkongan dan lambung. Saat terjadi kelemahan pada otot diafragma, lambung akan mencuat keluar melalui lubang ini hingga mencapai diafragma, bahkan sampai ke rongga dada.

Hernia hiatus ringan umumnya tidak menyebabkan banyak masalah ataupun gejala, dan bahkan mungkin tidak terasa. Namun, hernia hiatus yang lebih berat dapat membuat makanan dan asam lambung terdorong ke arah kerongkongan. Hernia hiatus paling sering terjadi pada usia diatas 50 tahun, hal ini terjadi karena pada usia tersebut otot-otot tubuh mulai melemah.

Apa sih yang menyebabkan terjadinya Hernia Hiatus?

Penyebab otot yang menjadi lemah pada hernia hiatus masih belum diketahui penyebab pastinya, tapi selalu ada faktor-faktor risiko yang diduga berpengaruh cukup besar dalam terjadinya hernia hiatus. Di bawah ini adalah sejumlah faktor- faktor yang berpotensi meningkatkan terjadinya hernia hiatus pada seseorang:

  • Faktor usia. Usia 50 tahun memilki resiko tinggi mengalami hernia hiatus
  • Faktor luka atau sobekan pada diafragma
  • Obesitas
  • Merokok
  • Ukuran hiatus yang lebih besar saat lahir
  • Tekanan terus menerus pada jaringan otot di sekitar hiatus, misalnya ketika batuk, muntah, mengejan, atau mengangkat beban berat

Apa saja tanda dan gejala-gejala pada Hernia Hiatus?

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya Hernia Hiatus yang masih awal, ringan dan masih kecil, biasanya tidak ada gejala yang terlalu kelihatan. Namun pada kasus hernia hiatus yang besar dan beratlah yang biasanya kemudian muncul gejala-gejala yang khas. Berikut gejala-gejala yang biasa muncul pada hernia hiatus dengan kasus yang besar atau berat:

  • Muncul sensasi terbakar pada area dada yang disebabkan oleh asam lambung yang naik hingga ke kerongkongan.
  • Kesulitan menelan
  • Kesulitan bernapas
  • Bersendawa
  • Sakit di bagian perut atau area dada
  • Detak jantung cepat (palpitasi)
  • Mual
  • Muntah darah
  • Cepat merasa sangat kenyang setiap sesudah makan.
  • Feses yang keluar berwarna gelap 

Diagnosis Hernia Hiatus

Ada beberapa pemeriksaan yang bisa dilakukan dokter untuk mendiagnosis hiatus hernia, antara lain:

  • Foto Rontgen saluran pencernaan bagian atas (foto Rontgen OMD), untuk mengetahui kondisi kerongkongan, lambung dan usus bagian atas secara lebih jelas.
  • Gastroskopi atau teropong saluran cerna bagian atas, untuk melihat kondisi kerongkongan dan lambung dari dalam mulut, serta melihat ada tidaknya peradangan.
  • Manometri esofagus, untuk mengukur kekuatan dan koordinasi otot dari kerongkongan saat menelan.
  • Tes pengukuran kadar asam, untuk mengetahui kadar asam di dalam kerongkongan.
  • Tes pengosongan lambung, untuk mengukur lamanya makanan meninggalkan lambung.

Bagaimana cara mengobati dan mencegah Hernia Hiatus?

Tujuan dari pengobatan Hernia Hiatus biaanya untuk meredakan gejala-gejala yang muncul. Berikut beberapa pengobatan yang dapat diberikan untuk meredakan gejala-gejala hernia hiatus:

Pada kasus-kasus tertentu khsusnya untuk hernia hiatus berat dan pada kasus hernia hiatus yang tidak membaik oleh pemberian obat-obatan, prosedur operasi mungkin akan disarankan untuk dilakukan. Selain itu, kasus hernia hiatus yang sangat besar kemungkinan juga harus ditangani dengan operasi. Operasi dilakukan untuk menarik lambung kembali ke posisi semula dengan tujuan mengecilkan lubang atau hiatus.

Pencegahan pada hernia hiatus dapat dilakukan dengan menjaga kesahatan tubuh serta memelihara stamina tubuh. Selain itu mengonsumsi makanan yang mengandung serat yan berasal dari buah serta sayuran, menghindari terjadinya konstipasi dan mengedan secara secara terus- menerus.  Sebaiknya hindari juga mengangkat barang atau beban yang terlalu berat serta hindari makanan yang bisa mengakibatkan naiknya asam lambung dan terjadinya batuk.


8 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Qureshi, WA. Medscape (2016). Hiatal Hernia (https://emedicine.medscape.com/article/178393-overview)
Delgado, A. Healthline (2017). Hiatal Hernia. (https://www.healthline.com/health/hiatal-hernia)
Mayo Clinic (2018). Diseases and Conditions. Hiatal Hernia. (https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hiatal-hernia/symptoms-causes/syc-20373379)

Artikel ini hanya sebagai informasi awal mengenai kondisi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app