Apa itu Penyakit Vitiligo?

Dipublish tanggal: Sep 6, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 4 menit

Vitiligo merupakan salah satu penyakit kronis (jangka panjang) dan dapat menyebabkan warna kulit memudar pada area mulut, rambut, mata, dan bagian tubuh lainnya. 

Vitiligo terjadi pada 1 dari 100 orang di dunia. Vitiligo dapat menyerang semua orang, khususnya pada orang di bawah 20 tahun dan dapat terlihat jelas pada orang berkulit hitam.

Penyebab Vitiligo

Vitiligo disebabkan karena sel penghasil pigmen warna tubuh berhenti bekerja. Akibatnya, muncul uban pada rambut dan bercak putih pada kulit sebagai pertanda tidak adanya pigmen warna tubuh. Sampai saat ini belum diketahui penyebab pasti sel pigmen berhenti memproduksi pigmen tubuh. 

Namun, terdapat beberapa dugaan penyebabnya, antara lain : adanya kelainan genetik turunan, stress, paparan sinar matahari dan bahan kimia, serta penyakit autoimun yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh justru menyerang sel tubuh sehat termasuk sel pigmen tubuh. 

Gejala Vitiligo

Gejala awal penyakit vitiligo antara lain muncul bercak keputihan atau bercak berwarna lebih muda dari kulit. Lama-lama, bercak akan berwarna semakin putih. Biasanya bercak mulai muncul pada bagian yang sering terpapar sinar matahari seperti tangan, kaki, wajah, bibir, dan bisa menyebar ke seluruh tubuh. Selain itu, terdapat pula gejala lainnya seperti : 

  • Muncul bercak dengan bagian tengah berwarna putih dan tepi berwarna merah kecoklatan hingga merah. Bercak muncul di kedua sisi tubuh secara simetris, dapat berkembang dan menyebar lalu berhenti tanpa diketahui kapan waktunya. 
  • Hilangnya pigmen warna di rambut, alis, bulu mata, janggut (terlihat seperti uban), bagian dalam mulut, hidung, bawah mata, dan area kelamin
  • Muncul ruam di area kulit setelah terpapar sinar matahari
  • Nyeri dan gatal di kulit yang terkena vitiligo 

Apabila Anda mengalami gejala seperti warna kulit, rambut, dan mata memudar, sebaiknya segera diperiksakan ke dokter supaya dapat ditangani lebih optimal. Untuk memastikan bahwa Anda benar-benar terkena vitiligo, biasanya dokter akan menanyakan beberapa hal seperti : 

  • Adakah bagian kulit sensitif dan lebih mudah terbakar matahari?
  • Apakah area kulit sensitif dapat membaik dengan sendirinya atau justru memburuk?
  • Riwayat vitiligo atau penyakit autoimun dalam keluarga
  • Riwayat trauma pada kulit seperti sunburn (terbakar sinar matahari) atau muncul ruam kulit parah pada area kulit tertentu yang terkena vitiligo
  • Riwayat pengobatan
  • Akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut menggunakan lampu ultraviolet. Lampu UV membantu dokter memastikan apakah Anda benar terkena vitiligo atau penyakit kulit lain seperti panu
  • Tes darah. Tes darah bertujuan untuk mengetahui apakah ada kondisi lain penyebab penyakit Anda, apakah hipertiroidisme, diabetes ataupun penyakit Addison. Vitiligo juga dapat berhubungan dengan penyakit autoimun, sehingga diperlukan tes darah. 

Cara Mengobati Vitiligo

Vitiligo diobati supaya warna kulit bisa kembali seperti semula. Namun, berbagai metode pengobatan vitiligo menimbulkan efek samping. Maka dari itu, pengobatan paling aman adalah dengan memakai tanning lotion atau losion penggelap kulit. 

Selain itu, Anda juga dianjurkan memakai tabir surya berSPF lebih dari 30 untuk mencegah kerusakan kulit akibat paparan sinar matahari. Apabila tidak berhasil, maka dokter akan memberikan pengobatan lain seperti : 

Menggunakan krim atau salep kortikosteroid

Krim atau salep kortikosteroid sudah terbukti dapat membantu supaya bercak vitiligo tidak menyebar serta dapat mengembalikan warna kulit penderita seperti semula. Salep atau krim kortisoid dapat digunakan sebelum bercak semakin meluas. 

Salep atau krim kortikosteroid antara lain : hydrocortisone, fluticasone, dan betametason. Salep atau krim kortikosteroid tidak boleh dipakai oleh ibu hamil dan tidak boleh digunakan di wajah.  

Hydroquinone

Apabila bercak vitiligo sudah meluas dan terdapat di sebagian besar area tubuh, dokter akan memberikan losion yang mengandung hydroquinone. Caranya adalah dengan mengoleskan losion ke kulit normal Anda sehingga warna kulit normal Anda menyerupai bercak vitiligo. 

Tacrolimus

Salep dengan kandungan tacrolimus akan diresepkan dokter apabila vitiligo hanya terdapat di sebagian kecil tubuh seperti pada wajah atau leher. Salep tacrolimus juga dapat digunakan bersamaan dengan terapi sinar UVB. 

Terapi sinar UV

Apabila vitiligo sudah menyebar luas dan tidak bisa diobati dengan obat oles, mungkin Anda perlu melakukan terapi sinar UV atau fototerapi. Terapi sinar UV dilakukan dengan cara menyinarkan sinar UVA dan UVB ke kulit dengan vitiligo. Sebelum disinari dengan sinar UVA dan UVB, biasanya kulit diolesi Psoralen supaya kulit lebih sensitif terhadap sinar UV. 

Terapi sinar UV dibutuhkan sebanyak 3x seminggu selama 6-12 bulan.  Terapi sinar UV juga bisa disertai dengan terapi laser, vitamin D jenis calcipotriol, obat prednisolone, serta obat azathioprine yang dapat berpengaruh pada daya tahan tubuh.

Pembedahan

Apabila terapi sinar UV juga tidak berhasil, Anda bisa melakukan pembedahan. Tujuannya adalah untuk mengembalikan warna kulit seperti semula. Metode pembedahan untuk vitiligo ada bermacam-macam, contohnya adalah cangkok kulit, mikropigmentasi, dan blister grafting. 

Cangkok kulit

Apabila vitiligo hanya menyerang sebagian kecil kulit, Anda bisa melakukan cangkok kulit. Cara kerjanya adalah dengan mengambil sampel kulit sehat Anda, lalu dilapiskan pada kulit yang terkena vitiligo. Cangkok kulit hanya bisa berhasil pada vitiligo yang tidak melebar selama setahun terakhir dan bukan vitiligo akibat paparan sinar matahari. 

Blister grafting

Metode blister grafting hampir sama dengan cangkok kulit, yaitu dengan mengambil sampel kulit sehat lalu melapiskannya pada kulit bervitiligo. Namun, pada blister grafting, sampel kulit sehat akan dilepuhkan terlebih dahulu, lalu bagian atas kulit yang melepuh akan dibuang sebelum dicangkokkan. 

Mikropigmentasi

Mikropigmentasi adalah proses penanaman pigmen kulit ke kulit bervitiligo. Mikropigmentasi efektif untuk menangani vitiligo di bagian bibir dan sekitarnya. Namun, metode mikropigmentasi harus terus diulang setiap beberapa tahun sekali supaya pigmen kulit sehat dapat dipertahankan. 

Hasil pengobatan setiap pasien vitiligo akan berbeda-beda, tergantung kondisi tubuh pasien. Biasanya dibutuhkan waktu berbulan-bulan untuk mendapatkan hasil efektif. Sebaiknya Anda mengonsultasikannya dengan dokter mengenai metode pengobatan vitiligo mana yang cocok dan sesuai untuk kondisi Anda. 

Apabila Anda mengalami vitiligo, sebaiknya segera diperiksakan ke dokter karena apabila dibiarkan dan tidak ditangani secara tepat, vitiligo akan semakin menyebar dan menyebabkan beberapa kondisi seperti: kanker kulit, kulit mudah terbakar sinar matahari, peradangan pada bagian hitam mata (iritis), stres sosial atau psikologis (menjadi tidak percaya diri), penyakit autoimun seperti hipertiroidisme, penyakit Addison, atau lupus, serta hilangnya sebagian pendengaran.


14 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Questions and answers about vitiligo. National Institute of Arthritis and Musculoskeletal and Skin Diseases. http://www.niams.nih.gov/Health_Info/Vitiligo/default.asp.
Ezzedine K, et al. Interventions for vitiligo. JAMA. 2016;316:1708.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app