GRACIA BELINDA
Ditulis oleh
GRACIA BELINDA
DR.VINA SETIAWAN
Ditinjau oleh
DR.VINA SETIAWAN
Perawatan Wajah

Ciri Kulit Sensitif dan Cara Penanganannya

Dipublish tanggal: Agu 15, 2019 Update terakhir: Mei 31, 2020 Tinjau pada Feb 28, 2020 Waktu baca: 3 menit
Ciri Kulit Sensitif dan Cara Penanganannya

Ada beragam jenis kulit, salah satunya adalah kulit sensitif. Di mana kondisi kulit sensitif ini bisa dialami oleh seseorang yang mengalami gatal atau terasa seperti terbakar pada kulit, pada kasus yang jarang terjadi juga dapat disertai dengan iritasi kulit. Selain itu, salah satu tanda yang mengindikasikan seseorang memiliki kulit sensitif adalah munculnya reaksi tidak wajar selama lebih dari 3 kali setelah menggunakan produk kulit tertentu. Bahkan kulit sensitif dapat semakin memburuk apabila dibiarkan dan terpapar udara yang terlalu dingin ataupun kering. 

Perbedaan kulit sensitif dan kulit alergi

Beberapa orang tidak dapat membedakan antara kulit sensitif atau reaksi alergi yang dialami. Beberapa gejala yang akan dialami oleh seseorang yang memiliki kulit sensitif maupun kulit alergi memang cenderung mirip sehingga banyak orang yang tidak paham perbedaannya tetapi kedua kondisi tersebut sebenarnya cukup berbeda.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Alergi sendiri merupakan reaksi alami dari tubuh ketika mendeteksi adanya benda asing yang masuk pada tubuh. Alergi muncul sebagai respon dari sistem kekebalan tubuh dalam melawan adanya benda asing yang masuk. Sementara kulit sensitif bukanlah respon dari sistem kekebalan tubuh untuk melawan adanya benda asing yang masuk melainkan karena frekuensi pemakaian dari suatu produk.

Gejala yang biasanya muncul pada reaksi alergi adalah kulit menjadi merah ataupun membengkak. Selain memerah, kulit juga terasa gatal dan perih. Alergi akan terjadi ketika kulit terkena bahan yang bisa menimbulkan alergi. Sementara pada kulit sensitif, Anda mungkin tidak akan bermasalah pada produk yang mengandung bahan tertentu, namun ketika Anda memakainya dalam jangka waktu yang lama dengan dosis yang ditambah, Anda bisa merasakan reaksi seperti iritasi kulit yang berarti kulit Anda sensitif terhadap dosis tersebut.

Gejala reaksi alergi umumnya muncul sesaat setelah penggunaan produk dengan zat tertentu atau bisa terjadi setelah 12-48 jam setelahnya, tetapi pemilik kulit sensitif akan langsung merasakan keluhan setelah terpapar pemicunya dan biasanya disebabkan karena bahan kimia yang terkandung di dalam produk perawatan kulit tersebut terlalu keras bagi kulitnya.

Baca juga: Cara Ampuh Mengatasi Iritasi Kulit

Penyebab kulit sensitif

Faktor penyebab kulit menjadi sensitif akan berbeda antara masing-masing orang. Beberapa faktor yang biasanya memicu kulit menjadi sensitif adalah:

  • Memiliki masalah kulit seperti eksim atau dermatitis
  • Akibat kebiasaan diet cepat yang tidak sehat
  • Faktor polusi udara seperti paparan debu dan asap kendaraan
  • Perubahan cuaca ekstrim dari paparan sinar matahari atau cuaca dingin
  • Efek samping pengobatan dengan obat atau terapi pengobatan tertentu
  • Sedang stress atau cemas berlebihan
  • Terlalu sering berganti produk perawatan kulit atau menggunakan produk yang tidak cocok dengan tipe kulit

Baca juga: Mengenal 5 Jenis Kulit

Langkah penanganan kulit sensitif

  • Memilih produk perawatan yang ramah terhadap kulit sensitif. Produk perawatan khusus kulit sensitif dirancang khusus sehingga aman untuk kulit yang sensitif dan biasanya terdapat keterangan hypoallergenic. Hindari pula produk yang mengandung bahan kimia dan parfum
  • Gunakan pelembap lebih sering untuk mencegah kulit kering. Sebagai alternatif, gunakan pelembap yang mengandung asam linoleat, gliserin, petrolatum, ceramide, dan dimethicone yang aman untuk kulit sensitif
  • Tidak menggunakan krim obat-obatan seperti lidocaine dan cortisone dan pemakaian produk yang mengandung bahan pemicu iritasi seperti retinoid, gylcolic acid, benzoil peroksida, ataupun sulfur
  • Batasi waktu mandi agar tidak terlalu lama yakni sekitar 10-15 menit dan perhatikan suhu air yakni air hangat (bukan air panas atau air dingin) untuk mencegah kerusakan kulit
  • Kurangi paparan sinar matahari dengan menggunakan tabir surya (sunscreen) ketika berada di luar rumah. Produk tabir surya sangat penting untuk mencegah ruam bertambah parah akibat paparan matahari
  • Mengonsumsi minyak ikan atau makanan yang kaya asam lemak omega 3 seperti ikan salmon untuk melindungi kulit dari sinar UV dan mengurangi peradangan pada kulit

Baca juga: Tips Memilih Sabun yang Tepat untuk Kulit Sensitif

32 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
The Prevalence of Sensitive Skin. National Center for Biotechnology Information. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6533878/)
Sensitive skin: review of an ascending concept. National Center for Biotechnology Information. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5595600/)
The Prevalence of Sensitive Skin. Frontiers. (https://www.frontiersin.org/articles/10.3389/fmed.2019.00098/full)

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit
Buka di app