Addison - Penyebab, Gejala, & Pengobatan

Dipublish tanggal: Feb 14, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 2 menit
Addison - Penyebab, Gejala, & Pengobatan

Addison merupakan penyakit yang terjadi ketika tubuh seseorang tidak memproduksi cukup banyak jumlah hormon tertentu dari kelenjar adrenalnya. Kelenjar adrenal penderita penyakit ini biasanya terlalu sedikit memproduksi kortisol dan seringkali juga tidak memproduksi cukup banyak aldosterone. Nama lain dari penyakit ini adalah adrenal insuffiency, dan penyakit ini dapat dialami oleh orang di usia berapapun dan dalam jenis kelamin apapun. Potensi kematian akibat penyakit Addison cukup mengkhawatirkan. 

Gejala dari penyakit Addison antara lain:

1. Rasa lelah ekstrem

2. Bobot tubuh menyusut dengan nafsu makan yang berkurang

3. Kulit menggelap

4. Tekanan darah yang rendah sehingga mudah pingsan

5. Adanya rasa ingin mengonsumsi garam

6. Gula darah rendah

7. Mual, diare dan muntah

8. Rasa sakit pada perut

9. Rasa sakit pada otot dan persendian

10 .Mudah emosi

11. Depresi

12. Kerontokan rambut tubuh dan disfungsi seksual pada wanita.

Gejala-gejala ini berkembang secara bertahap dan kadang dapat memakan waktu hingga beberapa bulan.

Pada kasus tertentu, orang dapat mengalami krisis addisonian atau kegagalan kelenjar adrenal akut yang menyebabkan munculnya rasa sakit pada punggung bagian bawah, pada perut atau kaki, adanya kondisi muntah dan diare hingga dehidrasi, tekanan darah rendah, pingsan, hingga kondisi kadar potassium yang tinggi dan rendah sodium.

Penyebab dari Penyakit Addison Antara Lain:

1. Kerusakan pada kelenjar adrenal

Akibatnya, kelenjar adrenal tidak memproduksi cukup hormon kortisol dan aldosterone. Kelenjar adrenal terletak di atas ginjal dan merupakan bagian dari sistem endokrin yang memproduksi hormon yang memberi instruksi pada setiap organ dan jaringan tubuh. Bagian dalam kelenjar adrenal atau medulla memproduksi hormon menyerupai adrenaline, sementara lapisan luarnya atau korteksnya, memproduksi hormon seperti  corticosteroids, yang termasuk di dalamnya glucocorticoids, mineralocorticoids dan hormon seks pria atau androgen. Hampir semua hormon memegang fungsi penting dalam tubuh. 

2. Adanya ketidakcukupan adrenal utama

Penyakit Addison cenderung terjadi akibat adanya kerusakan pada lapisan luar kelenjar adrenal sehingga hormon tidak diproduksi dalam jumlah yang mencukupi. Penyebabnya adalah serangan pada korteks kelenjar adrenal oleh tubuh sendiri akibat adanya penyakit autoimun tanpa sebab yang jelas. Selain itu, kondisi ini dapat disebabkan juga oleh penyakit seperti tuberculosis, infeksi lainnya, penyebaran kanker hingga ke kelenjar adrenal serta adanya pendarahan pada kelenjar adrenal.

3. Adanya ketidakcukupan adrenal sekunder

Kurangnya kadar adrenal sekunder dapat menyebabkan kelenjar pituitary yang bermasalah. Kelenjar ini berfungsi memproduksi hormon adrenocorticotropic atau ACTH, yang menstimulasi korteks adrenal untuk memproduksi hormon. Kurangnya ACTH dapat menyebabkan adanya produksi hormon yang di bawah kadar normal meski kelenjar adrenal tidak mengalami kerusakan.


8 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Perry BI. (2015). A psychiatric presentation of adrenal insufficiency: A case report. DOI: (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4732315/)
Nicolaides NC, et al. (2017). Adrenal insufficiency. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK279083/)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app