Baru Mengalami Alergi Susu Saat Dewasa, Kok Bisa?

Dipublish tanggal: Jul 3, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Okt 10, 2019 Waktu baca: 3 menit
Baru Mengalami Alergi Susu Saat Dewasa, Kok Bisa?

Memprediksi alergi bukan suatu perkara yang mudah. Terlebih apabila Anda sebelumnya baik-baik saja setelah mengonsumsi suatu makanan, namun suatu hari tiba-tiba timbul gejala yang tidak diinginkan seperti gatal, mual, atau bahkan diare. Hal ini bisa terjadi ketika Anda tiba-tiba mengalami alergi susu, padahal sebelumnya tidak demikian. Lantas, mengapa perubahan tersebut bisa terjadi? Berikut ulasannya untuk Anda.

Mengapa alergi baru muncul saat dewasa?

Alergi adalah reaksi tubuh ketika terdapat alergen atau zat asing berbahaya yang masuk ke dalamnya. Kondisi ini bisa terjadi pada siapa saja dan kapan saja, sehingga tidak ada patokan khusus mengenai usia berapa alergi paling sering muncul. 

Iklan dari HonestDocs
Beli IMBOOST FORCE 10TAB 1 STRIP via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Imboost force tablet 4

Menurut salah satu pakar imunologi, Iris Rengganis, paparan alergen yang masuk ke dalam tubuh untuk yang pertama kalinya ternyata tidak selalu memunculkan reaksi alergi. Paparan pertama tersebut dianggap tubuh sebagai sensitivitas, sehingga ia tidak menimbulkan reaksi berlebih ketika masuk ke dalam tubuh.

Durasi sensitivitas ini tidak menentu, sebab reaksinya bisa berubah-ubah ketika tubuh kembali terpapar alergen. Itu sebabnya, sangat mungkin bila Anda mengalami alergi susu saat dewasa. Artinya, tubuh Anda sudah berkali-kali terpapar alergen sejak awal, tapi durasi sensitivitasnya cukup lama sehingga reaksi alerginya baru muncul saat dewasa.

Gejala alergi susu bisa tergolong ringan hingga parah yang membutuhkan penanganan khusus. Di samping itu, faktor keturunan serta pengaruh lingkungan juga ikut andil dalam terbentuknya reaksi alergi pada tubuh.

Baca Juga: Inilah Tanda-Tanda Bayi Tidak Cocok Susu Formula dan Cara Mengatasinya

Tanda dan gejala alergi susu saat dewasa

Di antara semua kandungan yang terdapat di dalam susu, protein merupakan zat yang paling sering menimbulkan reaksi alergi pada tubuh. Protein ini bisa dianggap sebagai zat asing yang memicu sel darah putih untuk membentuk antibodi bernama antihistamin guna menyingkirkan zat tersebut.

Nah, zat itulah yang kemudian akan bereaksi terhadap tubuh Anda. Hal ini dapat menimbulkan gejala alergi seperti ruam dan gatal, gangguan sistem pencernaan, hingga gangguan sistem tubuh lainnya.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Lambung & Saluran Pencernaan via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 4

Pada sistem pencernaan, Anda bisa mengalami kram, mual, muntah, bahkan sampai diare. Tentu saja, gejala-gejala tersebut sangat tidak nyaman dan dapat mengganggu aktivitas. 

Jika zat antibodi bereaksi pada sistem pernapasan, maka Anda mengalami kesulitan bernapas karena hidung tersumbat lendir. Batuk dan asma juga bisa muncul akibat terjadinya reaksi alergi. 

Alergi susu beda dengan intoleransi susu

Jika tubuh menimbulkan reaksi-reaksi seperti yang telah disebutkan di atas, maka sebaiknya segera periksakan diri ke dokter untuk mengetahui apakah tubuh Anda benar-benar mengalami alergi susu atau tidak. Bisa jadi reaksi tersebut muncul hanya karena tubuh mengalami intoleransi susu.

Ya, alergi susu itu tidak sama dengan intoleransi susu. Intoleransi susu adalah kondisi saat tubuh kekurangan enzim yang berfungsi untuk mencerna susu.

Oleh sebab itu, Anda tidak boleh mendiagnosis diri sendiri dengan mengikuti kata hati saja. Hati-hati, salah menentukan jenis penyakit juga akan membuat Anda salah minum obat. Bukannya menyembuhkan, salah penanganan malah bisa membahayakan diri Anda sendiri. 

Baca Selengkapnya: Alergi Susu vs Lactose Intolerance

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Lambung & Saluran Pencernaan via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 4

Yang harus dilakukan bila alami alergi susu saat dewasa

Jika Anda memang mengalami gejala alergi susu saat dewasa, maka langkah pertama yang harus dilakukan adalah menghindari semua produk olahan yang mengandung susu. Hal ini baik berupa makanan atau minuman, seperti keju, mentega, hingga yogurt.

Namun, jika Anda ingin memakan produk olahan tertentu, sebaiknya tanyakan terlebih dahulu pada dokter tentang kadar susu yang mampu diterima oleh tubuh Anda. Usahakan jangan sampai melebihi kadar tersebut karena hal itu akan berbahaya bagi kesehatan Anda kedepannya.

Anak-anak dapat terkena alergi susu karena sistem pencernaannya masih lemah, sehingga tubuhnya tidak bisa mengonsumsi susu. Namun, seiring bertambahnya usia, sistem pencernaannya akan semakin kuat sehingga lambat laun tubuhnya bisa menerima kandungan dalam susu.

Lantas, apakah alergi susu saat dewasa bisa disembuhkan? Jawabannya tentu saja bisa. Masalah alergi susu dapat disembuhkan meskipun Anda sudah menginjak dewasa, bisa dengan obat antihistamin atau suntik adrenalin jika mengalami syok anafilaksis. Konsultasikan lebih lanjut pada dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat sesuai kondisi Anda.

Baca Selengkapnya: Cara Mengatasi Alergi Susu

14 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Vandenplas Y. Prevention and management of cow's milk allergy in non-exclusively breastfed infants. Nutrients. 2017;9:731. http://www.mdpi.com/2072-6643/9/7/731.
Food allergy. American College of Allergy, Asthma & Immunology. https://acaai.org/allergies/types/food-allergy.
Milk allergy. Food Allergy Research and Education. https://www.foodallergy.org/common-allergens/milk.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app