Kesehatan Fisik

Dampak Berbahaya dari Kekurangan atau Kelebihan Hormon Adrenalin

Dipublish tanggal: Sep 3, 2019 Update terakhir: Jan 21, 2020 Waktu baca: 3 menit

Adrenalin merupakan hormon yang dihasilkan ketika tubuh sedang stres, senang, atau takut, misalnya karena efek kegiatan menegangkan seperti:

  • Nonton film horor
  • Skydiving
  • Bungee jumping
  • Menghadapi wawancara pekerjaan
  • Menyatakan cinta atau melamar kekasih
  • Menyelam bersama ikan hiu
  • Terjun payung
  • Bermain menggunakan wahana ekstrim
  • Hampir celaka

Ketika menghadapi situasi menegangkan di atas, otak dan kelenjar adrenal akan langsung memproduksi hormon adrenalin. Reaksi ini sebagai upaya pertahanan tubuh ketika menghadapi situasi berbahaya. Sebagai akibat dari produksi hormon adrenalin secara tiba-tiba tersebut, tubuh jadi mengalami berbagai gejala seperti:

  • Detak jantung meningkat
  • Berkeringat
  • Meningkatnya kewaspadaan
  • Napas cepat
  • Berkurangnya kemampuan tubuh dalam merasakan sakit
  • Bertambahnya kekuatan dan performa
  • Pupil membesar
  • Merasa gelisah atau bingung

Begitu stres atau situasi bahayanya hilang, efek adrenalin di atas umumnya masih bertahan hingga 1 jam berikutnya. 

Manfaat Hormon Adrenalin

Peran hormon yang juga disebut epinefrin ini sebenarnya penting bagi tubuh. Hormon adrenalin tak hanya membuat tubuh lebih cepat bereaksi saat menanggapi sesuatu. 

Tapi kadarnya yang seimbang juga membantu menjaga fungsi organ tubuh. Tapi di sisi lain, kekurangan atau kelebihan hormon adrenalin berisiko membahayakan kesehatan.

Sebelum membahas dampak berbahaya dari kekurangan atau kelebihan adrenalin, mari kita lihat lebih dulu manfaat hormon tersebut bagi tubuh. 

Saat masuk ke dalam aliran darah, adrenalin kemudian menimbulkan berbagai dampak pada organ tubuh seperti:

  • Menstimulasi sel-sel di jantung supaya bekerja lebih ekstra (berdetak lebih cepat) untuk meningkatkan kewaspadaan.
  • Melebarkan pembuluh darah sehingga aliran darah ke otak atau otot jadi bertambah.
  • Meningkatkan kontraksi sel otot di bawah permukaan kulit untuk merangsang produksi keringat.
  • Menajamkan pendengaran dan penglihatan.
  • Mengikat reseptor di sel hati untuk memecah glikogen menjadi glukosa sehingga itu siap digunakan sebagai sumber energi. Ini berarti kadar gula darah jadi meningkat.
  • Mengikat reseptor pada otot sel paru-paru sehingga pernapasan jadi lebih cepat.
  • Mengurangi nyeri.
  • Mengikat reseptor di pankreas agar produksi insulin terhalang.

Selain dihasilkan oleh tubuh, ada pula adrenalin sintetis buatan manusia. Hormon adrenalin sintetis tersebut biasanya dimanfaatkan untuk:

Dampak Kelebihan Hormon Adrenalin

Terkadang saat tidak sedang stres, tubuh juga dapat menghasilkan hormon adrenalin. Ada beberapa faktor yang sering memicu produksi adrenalin berlebih, di antaranya seperti obesitas, penyakit Addison, serta adanya tumor pada kelenjar adrenal. Kadar hormon adrenalin berlebih ini dapat menimbulkan masalah bagi kesehatan tubuh, misalnya seperti:

Selain itu, bila stresnya dirasakan setiap hari, khususnya saat malam, maka itu dapat memicu insomnia (gangguan tidur). 

Hal ini umumnya terjadi pada beberapa orang yang tidak dapat berhenti fokus pada konflik yang terjadi pada hari itu. Mereka yang sering khawatir soal masa depan biasanya juga mudah stres. 

Lebih dari itu, adrenalin juga dapat dilepaskan tubuh sebagai respon terhadap suhu tinggi, suara keras, hingga cahaya terang yang menyilaukan. 

Inilah alasan mengapa Anda susah cepat tidur setelah menonton TV, menggunakan komputer atau ponsel, atau mendengarkan musik keras di malam hari.

Dampak kekurangan Hormon Adrenalin

Di sisi lain, kekurangan hormon adrenalin juga tidak baik bagi tubuh. Kondisi ini membuat tubuh tidak dapat bereaksi dengan baik saat menghadapi ancaman. Di samping itu, minimnya kadar adrenalin dalam tubuh juga dapat menimbulkan:

Cara menjaga Keseimbangan Hormon Adrenalin

Untungnya, ada hal yang mudah dilakukan untuk menjaga keseimbangan hormon adrenalin. Caranya adalah sebagai berikut:

  • Miliki pola makan yang sehat.
  • Olahraga teratur.
  • Atasi stres dengan relaksasi seperti yoga, tai chi, latihan pernapasan, atau meditasi.
  • Batasi konsumsi alkohol serta kafein.
  • Hindari menggunakan ponsel, komputer, atau TV sebelum tidur malam.
  • Terakhir, jangan pula menyalakan lampu terang atau musik yang terlalu keras di malam hari.

1 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Adrenaline Rush: Symptoms, Activities, Causes, at Night, and Anxiety. Healthline. (https://www.healthline.com/health/adrenaline-rush)

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit
Buka di app