Anafilaksis- Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Update terakhir: Apr 17, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 799.028 orang

Bagi beberapa orang dengan alergi parah, paparan terhadap alergen dapat mengakibatkan reaksi yang mengancam jiwa yang disebut anafilaksis. Anafilaksis adalah reaksi alergi parah terhadap racun, makanan, atau obat-obatan. 

Sebagian besar kondisi ini disebabkan oleh sengatan lebah atau makan makanan yang diketahui menyebabkan alergi, seperti kacang tanah atau kacang pohon.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

PROMO! Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01

Anafilaksis menyebabkan serangkaian gejala, termasuk ruam, denyut nadi rendah, dan syok, yang dikenal sebagai syok anafilaksis. Kondisi ini bisa berakibat fatal jika tidak segera diobati.

Jika Anda memiliki kondisi ini, Anda akan disarankan untuk selalu membawa obat epinefrin setiap saat. Obat ini bermanfaat untuk menghentikan reaksi alergi yang dapat mengancam jiwa.

Apa Penyebab Anafilaksis?

Tubuh manusia terus-menerus berhubungan dengan zat asing sehingga tubuh menghasilkan antibodi untuk mempertahankan diri dari zat-zat ini. Pada umumnya, tubuh tidak bereaksi terhadap antibodi yang dilepaskan. 

Namun, dalam kasus anafilaksis, sistem kekebalan tubuh bereaksi berlebihan dan menyebabkan reaksi alergi pada seluruh tubuh.

Penyebab umum anafilaksis termasuk obat-obatan, kacang tanah, kacang pohon, sengatan serangga, ikan, kerang, dan susu. Penyebab lain mungkin termasuk olahraga dan lateks.

Mengenali tanda-tanda Anafilaksis

Gejala anafilaksis biasanya terjadi segera setelah Anda bersentuhan dengan alergen. Tanda dan gejala yang dapat mencakup meliputi:

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

PROMO! Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01
  • sakit perut
  • kegelisahan
  • kebingungan
  • batuk
  • ruam
  • bicara cadel
  • pembengkakan wajah
  • kesulitan bernafas
  • denyut nadi rendah
  • mengi
  • kesulitan menelan
  • kulit gatal
  • bengkak di mulut dan tenggorokan
  • mual
  • syok

Bagaimana Anafilaksis didiagnosis?

Anda kemungkinan besar akan didiagnosis menderita anafilaksis jika mengalami  gejala-gejala berikut ini:

  • kebingungan mental
  • pembengkakan tenggorokan
  • kelemahan atau pusing
  • kulit biru
  • detak jantung yang cepat atau abnormal
  • pembengkakan wajah
  • gatal-gatal
  • tekanan darah rendah
  • Mengi

Saat Anda berada di ruang gawat darurat, dokter atau ahli medis akan menggunakan stetoskop untuk mendengarkan suara berderak saat Anda bernapas. Bunyi berderak bisa menandai adanya cairan di paru-paru.

Setelah penanganan diberikan, dokter akan mengajukan pertanyaan untuk menentukan apakah Anda pernah menderita alergi sebelumnya.

Bagaimana Anafilaksis diobati?

Jika Anda atau seseorang di dekat Anda mulai mengalami gejala anafilaksis, segera hubungi rumah sakit untuk mendapat pertolongan pertama. Baringkan orang itu di punggung mereka. Angkat kaki hingga 12 inci, dan tutupi dengan selimut.

Jika Anda pernah mengalami gejala ini, gunakan obat epinefrin pada awal gejala dan kemudian hubungi rumah sakit terdekat untuk mendapat penanganan selanjutnya.

Jika orang tersebut tersengat serangga, gunakan kartu plastik untuk memberikan tekanan pada kulit satu inci di bawah lokasi sengatan. Jika orang tersebut memiliki obat alergi darurat, berikan kepada mereka. Akan tetapi jangan mencoba memberikan obat oral kepada orang tersebut jika mereka kesulitan bernapas.

Jika orang tersebut berhenti bernapas atau jantungnya berhenti berdetak, CPR akan dibutuhkan.

Di rumah sakit, penderita anafilaksis akan diberikan adrenalin yang dikenal dengan epinefrin. Obat ini berguna untuk meminimalkan reaksi.  Selain itu, Anda mungkin menerima oksigen, kortison, antihistamin, atau inhaler beta-agonis yang bekerja cepat untuk meringakan gejala alergi.

Apa komplikasi Anafilaksis?

Beberapa orang mungkin mengalami syok anafilaksis. Kemungkinan lain yang dapat terjadi adalah pernapasan berhenti atau penyumbatan saluran napas karena peradangan saluran udara. Terkadang, komplikasi dari anafilaksis dapat menyebabkan serangan jantung yang berpotensi fatal.

Bagaimana Anda mencegah Anafilaksis?

Hindari alergen yang bisa memicu reaksi. Jika Anda pernah mengalami anafilaksis, selalu sediakan obat adrenalin, seperti injektor epinefrin, untuk melawan reaksi saat alergi terjadi.

Versi dari obat ini yang dapat disuntikkanbiasanya disimpan dalam perangkat yang dikenal sebagai auto-injector. Injektor otomatis adalah alat kecil yang berisi jarum suntik yang diisi dengan dosis tunggal obat. Segera setelah Anda mengalami gejala anafilaksis, tekan injektor otomatis ini ke paha Anda.

Selalu periksa tanggal kadaluwarsa secara teratur dan ganti injektor otomatis yang akan kedaluwarsa secara rutin.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit