Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Doctor men
Ditinjau oleh
DR SCIENTIA INU KIRANA ENWA SIWI
Kesehatan Fisik

Ketahui Penyebab Kencing Berdarah Yang Anda Alami

Update terakhir: SEP 15, 2019 Tinjau pada SEP 15, 2019 Waktu baca: 4 menit
Telah dibaca 1.319.439 orang

Ketahui Penyebab Kencing Berdarah Yang Anda Alami

Kencing Berdarah disini diartikan sebagai adanya darah dalam air seni atau urin, sehingga air seni berwarna kemerahan. Seseorang yang mengalami kencing berdarah mungkin akan panik dan ketakutan apalagi ini baru pertama kali dialami, dan timbul berbagai pertanyaan, apa sebenarnya yang sedang terjadi dan berbahaya atau tidak.

Kencing (Buang Air Kecil) Berdarah atau darah dalam urin, dalam ilmu medis dikenal dengan istilah hematuria. Hematuria ini dapat menjadi tanda kondisi medis yang serius, oleh karena itu, tidak boleh diabaikan. Semua kasus hematuria harus dievaluasi oleh dokter, untuk pertama kalinya dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan untuk menentukan penyebab kencing berdarah yang mendasarinya.

Jadi, perlu digarisbawahi bahwa kencing darah atau hematuria ini hanya sebuah tanda dan bukanlah penyakit yang berdiri sendiri, sehingga harus dicari tahu penyebabnya sehingga akan memudahkan juga untuk mengatasinya dengan tuntas.

Kencing Berdarah memiliki gambaran yang bervariasi, terkadang urin berwarna merah muda, merah, merah kecoklatan, atau berwarna seperti teh pekat. Jika demikian disebut gross hematuria.

Namun, terkadang darah dalam urin itu tidak terlihat dengan mata telanjang dan adanya sel darah merah hanya dapat dideteksi oleh mikroskop. Oleh karena itu kondisi yang demikian disebut hematuria mikroskopik.

Penyebab Kencing Berdarah (Hematuria)

Adanya darah dalam urin akan dipengaruhi oleh organ-organ saluran kemih atau bahasa kerennya tractus urinarius yang artinya darah dalam urine bisa berasal dari ginjal, ureter (tabung seperti selang menghubungkan ginjal dan kandung kemih ), kandung kemih (tempat penyimpanan urin), dan Uretra (saluran seperti tabung mulai dari kandung kemih ke luar tubuh)

Beberapa kondisi penyebab hematuria diantaranya sebagai berikut:

Infeksi saluran kemih (ISK). Infeksi saluran kemih terjadi ketika ada bakteri yang memasuki tubuh melalui uretra (dari luar) dan mulai berkembang biak di kandung kemih. Gejala yang sering kali timbul yaitu berupa dorongan buang air kecil terus-menerus, rasa sakit dan panas saat kencing, (kencing sedikit sedikit dan terasa sakit = anyang-anyangan) urin berbau tak sedap, nyeri pada daerah bawah pusar ( nyeri suprapubic). Akibat peradangan yang terjadi, selain gejala di atas, ISK juga dapat menyebabkan kencing berdarah yaitu hematuria mikroskopis.

Infeksi ginjal. Infeksi Ginjal (pyelonefritis) atau radang ginjal, dapat terjadi ketika bakteri memasuki ginjal dari aliran darah atau naik dari ureter ke ginjal. Tanda dan gejalanya seringkali mirip dengan infeksi kandung kemih. Namun infeksi ginjal lebih mungkin menyebabkan demam dan nyeri pinggang (flank pain).

Batu ginjal atau batu saluran kemih. Batu yang terdapat dalam saluran kencing akan melukai saluran kencing yang dilewatinya apabila saluran yang dilewatinya itu sempit, sebagai akibatnya timbul rasa sakit yang luar biasa dan menyebabkan kencing berdarah yang dapat terdeteksi secara langsung (gross) ataupun melalui pemeriksaan urin rutin yang menunjukkan adanya eritrosit dalam urin.  Apabila batu berada pada saluran ureter maka nyeri akan bersifat hilang timbul saat berkemih. Baca lebih lanjut: Gejala dan Penyebab Batu Ginjal

Pembesaran Kelenjar prostat. Kelenjar prostat terletak tepat di bawah kandung kemih dan mengelilingi bagian atas uretra. Ketika kelenjar prostat membesar maka akan menekan uretra, dan membuat saluran uretra menyempit. Sehingga tanda dan gejala pembesaran prostat ini (benign prostatic hyperplasia, atau BPH) meliputi kesulitan buang air kecil, sebentar sebentar ingin kencing, kencingnya menetes, terasa tidak lampias dan juga dapat menyebabkan kencing berdarah baik terlihat atau pun tidak ( mikroskopis ). Disamping itu, infeksi pada prostat (prostatitis) serta kanker atau rumor prostat dapat menyebabkan tanda-tanda dan gejala yang sama.

Penyakit ginjal. Perdarahan mikroskopis merupakan gejala umum glomerulonefritis atau terjadinya peradangan pada sistem penyaringan (glomerulus) di ginjal sehingga sel darah bisa lolos sehingga menyebabkan kencing berdarah atau darah dalam urin. Glomerulonefritis dapat menjadi bagian dari penyakit sistemik, seperti diabetes, atau dapat berdiri sendiri. Glomerulonefritis ini dapat dipicu oleh infeksi virus atau radang, penyakit pembuluh darah (vaskulitis), dan masalah kekebalan tubuh.

Kelainan bawaan. Anemia sel sabit - kelainan hemoglobin sel darah merah - dapat menjadi penyebab kencing berdarah, baik terlihat maupun tidak. Selain itu anemia hemolysis dimana sel darah merah dipecah berlebihan dapat dibuang melalui ginjal.

Cedera atau trauma ginjal dan saluran kemih. Adanya pukulan atau cedera lain pada ginjal ketika kecelakaan atau olahraga dapat menyebabkan darah dalam urin yang dapat Anda lihat.

Kanker atau tumor Kanker atau tumor pada kandung kemih, ginjal, atau prostat juga dapat menyebabkan hematuria.

Obat-obatan. Obat yang dapat menyebabkan kencing berdarah termasuk aspirin, penicilin, heparin, dan siklofosfamid obat anti-kanker.

Gagal ginjal

Olahraga berat. Hal ini tidak cukup jelas mengapa olah raga atau latihan dapat menyebabkan gross hematuria. Mungkin hal ini terjadi karena trauma pada kandung kemih, dehidrasi atau kerusakan sel darah merah yang terjadi ketika latihan aerobik yang berkelanjutan. Pelari yang paling sering terkena, meskipun hampir setiap atlet dapat mengembangkan kencing berdarah yang terlihat setelah latihan yang intens.

Pemeriksaan yang diperlukan.

Dokter akan mulai dengan menanyakan riwayat penyakit dan menanyakan apa yang mungkin menyebabkan munculnya darah dalam urin. Sesuai dengan gejala yang ada, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik. Kemudian akan diikuti oleh tes yang disebut pemeriksaan urin rutin atau urinalisis, pemeriksaan fungsi ginjal seperti ureum kreatinin, tes darah berupa darah lengkap atau asam urat bila dicurigai penyebabnya batu atau infeksi.

Jika tes urine belum cukup, maka mungkin perlu pemeriksaan lanjutan, yaitu tes pencitraan. Meliputi:

  • Foto rontgen abdomen dengan kontras (BOF)
  • Computed tomography (CT) scan.
  • USG Ginjal
  • Pyelogram intravena (IVP).
  • Cystoscopy. Dokter akan menggunakan suatu tabung kecil yang dilengkapi kamera kecil melalui uretra dan kandung kemih. Pemeriksaan ini digunakan untuk mengevaluasi kelainan pada kandung kemih.
  • Biopsi Ginjal (pengambilan sampel jaringan)

Jadi penting kiranya untuk memeriksakan ke dokter kapanpun Anda mengalami kencing berdarah. Untuk identifikasi lebih lanjut mengenai penyebabnya serta penatalaksanaan yang tepat.

 

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit
Artikel selanjutnya
Ketahui Kondisi Kesehatan Tubuh Anda Melalui Warna Urin
Ketahui Kondisi Kesehatan Tubuh Anda Melalui Warna Urin

Banyak faktor yang bisa menyebabkan perubahan warna urin seperti makanan atau minuman yang Anda konsumsi seharian, serta karena suatu kondisi atau penyakit tertentu. Oleh karena itu, perhatikan juga penyebab dan gejala lain yang mengikuti perubahan warna urin Anda, terutama jika perubahan warna urin diiringi dengan rasa panas, nyeri seperti terbakar, nyeri saat buang air kecil, atau perih.