Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM

Striktur Uretra - Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Update terakhir: NOV 16, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 954.509 orang

Striktur uretra adalah penyempitan uretra. Uretra adalah saluran yang membawa urin dari kandung kemih melalui penis dan keluar melalui lubang di ujung penis saat buang air kecil. Uretra juga merupakan bagian dari saluran kemih pada wanita. Tetapi striktur uretra adalah masalah saluran kemih yang cenderung terjadi pada pria.

Apa yang menyebabkan terjadinya penyempitan uretra?

Penyebab paling sering adalah peradangan kronis atau pembentukan jaringan parut pada lapisan dalam uretra. Jaringan parut secara bertahap dapat terbentuk akibat:

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat
  • Cedera pada penis atau skrotum.
  • Infeksi, paling sering disebabkan oleh penyakit menular seksual seperti klamidia.
  • Pemasangan kateter atau instrumen yang digunakan oleh ahli urologi selama operasi atau prosedur untuk memeriksa uretra dan kandung kemih.

Jaringan parut menyebabkan uretra menjadi sedikit menyempit, sehingga membuat urin lebih sulit mengalir. Terkadang striktur terjadi jauh setelah terjadinya peradangan / cedera pada uretra. Namun biasanya striktur terjadi segera setelah mengalami cedera pada uretra.

Kebanyakan pria yang mengalami striktur akan mengalami ketidaknyamanan yang saat buang air kecil. Jika aliran urin terhambat dan gejalanya semakin memburuk, segera periksakan diri Anda ke dokter.

Gejala striktur uretra

Tanda striktur uretra yang paling jelas adalah pancaran urin yang melemah. Pancaran urin yang melemah ditandai dengan beberapa gejala seperti:

  • Perlu usaha yang cukup kuat untuk berkemih.
  • Nyeri saat buang air kecil.
  • Infeksi saluran kemih.
  • Prostatitis.

Beberapa pasien dengan striktur uretra parah sama sekali tidak dapat buang air kecil. Kondisi ini disebut retensi urin akut, dan merupakan keadaan darurat medis. Keadaan ini dapat menyebabkan penumpukan cairan pada ginjal (hidronefrosis) dan dapat menyebabkan gagal ginjal.

Striktur uretra juga dapat menyebabkan pembesaran dan peradangan pada prostat. Uretra dikelilingi oleh prostat tepat di bawah kandung kemih. Prostat dapat menyebabkan peradangan / infeksi pada prostat, yang dikenal sebagai prostatitis.

Bagaimana cara mencegah terjadinya penyempitan uretra?

Striktur uretra tidak selalu dapat dicegah. Striktur uretra yang disebabkan oleh IMS dapat dicegah dengan menggunakan perlindungan saat berhubungan seksual. Namun, cedera dan kondisi medis lain yang terkait dengan striktur uretra tidak selalu dapat dicegah.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Penting untuk mengunjungi dokter segera jika Anda mengalami gejala striktur uretra. Mengobati masalah dengan cepat adalah cara terbaik untuk menghindari terjadinya komplikasi yang serius.

Bagaimana penanganan striktur uretra?

Diagnosa

Dokter dapat menggunakan beberapa pendekatan untuk mendiagnosis striktur uretra. Setelah meninjau riwayat medis dan melakukan pemeriksaan fisik, untuk menegakkan diagnosis striktur uretra, dokter mungkin juga perlu melakukan pemeriksaan yang meliputi:

  • mengukur laju aliran urin saat buang air kecil
  • urinalisis untuk menentukan apakah ada bakteri (atau darah) di dalam urin
  • cystoscopy: memasukkan tabung kecil dengan kamera ke dalam tubuh untuk melihat bagian dalam kandung kemih dan uretra (cara paling cepat untuk memeriksa striktur)
  • mengukur ukuran pembukaan uretra
  • pemeriksaan klamidia dan gonore

Pengobatan

Perawatan tergantung pada tingkat keparahan kondisinya. Beberapa pendekatan yang mungkin dilakukan meliputi:

1. Terapi non-bedah

Prinsip utama pengobatan adalah dengan membuat saluran uretra menjadi lebih luas menggunakan alat medis yang disebut dilator. Dokter akan melakukan prosedur ini dengan memasukan kawat kecil melalui uretra ke dalam kandung kemih untuk melebarkannya. Dilator yang lebih besar akan secara bertahap dimasukan melalui uretra untuk meningkatkan lebar uretra.

Pilihan non-bedah lainnya adalah pemasangan kateter urin permanen. Prosedur ini biasanya dilakukan pada kasus yang parah. Walaupun bukan merupakan penanganan operasi, tetapi pengobatan striktur dengan pemasangan ureter memiliki risiko, seperti iritasi kandung kemih dan infeksi saluran kemih.

2. Terapi bedah (Operasi)

Pembedahan adalah pilihan lain. Uretroplasti terbuka adalah pilihan pengobatan untuk striktur yang lebih panjang dan lebih parah. Prosedur ini dilakukan pengangkatan jaringan yang mengalami striktur dan rekonstruksi uretra. Hasil dari operasi bervariasi berdasarkan ukuran striktur.

3. Pengalihan aliran urin

Dalam kasus yang parah, prosedur pengalihan urin mungkin perlu dilakukan. Operasi ini secara permanen dapat mengalihkan aliran urin dengan membuat lubang di perut.

Prosedur ini dilakukan dengan menggunakan bagian dari usus untuk membantu menghubungkan ureter ke lubang. Pengalihan urin biasanya hanya dilakukan jika kandung kemih rusak parah atau jika perlu diangkat.


Referensi

Alwaal, et al. (2014). Epidemiology of Urethral Strictures. Translational Andrology and Urology, 3(2), pp. 209–213.

Mayo Clinic (2017). Diseases and Conditions. Urethral Stricture.

NIH (2016). MedlinePlus. Urethral Stricture.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit
Pencarian yang sering mengarah ke halaman ini