Kesehatan Fisik

7 Penyebab Haid Tidak Teratur Yang Mungkin Kamu Alami

Update terakhir: Mar 22, 2019 Waktu baca: 5 menit
Telah dibaca 871.600 orang

7 Penyebab Haid Tidak Teratur Yang Mungkin Kamu Alami

Sebagian wanita mengalami haid yang terlambat, sementara yang lainnya lagi justru mengeluh akan kedatangan haid yang terlalu sering. Mengapa kondisi ini bisa terjadi? Simak berbagai penyebab haid tidak teratur berikut ini.

Berbagai macam penyebab haid tidak teratur yang mungkin dialami

Menstruasi atau haid merupakan proses luruhnya lapisan dinding rahim yang disertai dengan adanya perdarahan dan dapat berlangsung selama 3-7 hari. Dikatakan normal atau teratur, bila siklus haid yang dialami terjadi setiap 21-35 hari dari haid sebelumnya.

Sebaliknya, dianggap tidak teratur atau tidak normal apabila terjadi lebih cepat (kurang dari 21 hari) atau lebih lama (lebih dari 35 hari) dari haid sebelumnya, tidak mengalami haid selama 3 bulan berturut-turut atau berkepanjangan yakni, di atas 7 hari disertai keluarnya volume darah yang lebih banyak.

Dalam banyak kasus, penyebab haid tidak teratur terkait dengan kondisi yang disebut dengan anovulasi, yakni tidak dikeluarkannya sel telur dari ovarium. Biasanya akibat ketidakseimbangan hormon seperti yang dialami kebanyakan remaja. Atau bisa juga karena faktor gaya hidup, stres hingga pertanda dari kondisi medis yang mengancam.

Berikut uraian selengkapnya:

1. Gangguan Makan

Ekspektasi yang nyaris tidak realistis tentang bentuk tubuh ideal kerap menempatkan sebagian wanita pada gangguan makan, seperti anoreksia ataupun bulimia. Seperti yang diketahui, setiap sistem atau organ dalam tubuh manusia sangat bergantung pada asupan nutrisi yang masuk.

Maka ketika asupan nutrisi ke dalam tubuh tidak mencukupi, berbagai masalah kesehatan pun akan datang. Termasuk gangguan hormon yang akan berdampak pada siklus haid yang tidak teratur bahkan terjadinya aamenore sekunder-tidak haid selama 6 bulan dari haid terakhir. Dalam beberapa kasus, gangguan makan yang tak juga diatasi dapat berujung pada gagal jantung yang mengancam nyawa.

Baca juga: 7 Fakta Seputar Bulimia yang Jarang Diungkap

2. Stres

Padatnya kehidupan urban, kekhawatiran finansial dan masalah percintaan merupakan beberapa alasan umum yang sering kali mengantarkan seseorang pada stres. Bila dikelola dengan baik, sebenarnya stres dapat membawa pengaruh positif, seperti memicu untuk lebih termotivasi dan semangat dalam menjalani hidup.

Sayangnya, banyak orang yang justru kurang lihai dalam menghadapi stresnya sehingga terus terjerembab dalam permasalahan hidup yang semakin meruncing. Stres yang begitu intens dapat memengaruhi bagian otak yang mengontrol hormon reproduksi. Akibatnya datang bulan menjadi tidak teratur atau sulit diprediksi.

Seiring waktu, stres yang berkepanjangan mampu membuka jalan bagi kehadiran berbagai jenis penyakit seperti diabetes, penyakit Alzheimer, penyakit jantung, stroke dan beberapa lainnya seperti dijelaskan berikut: 13 Penyakit Akibat Stres dari Ringan Hingga Berat

3. Olahraga Secara Ekstrim

Pada dasarnya, olahraga secara teratur dapat meningkatkan kualitas hidup juga kesehatan tubuh. Namun, bila terlampau ekstrim serta tidak diimbangi dengan asupan energi dan istirahat yang cukup justru akan berdampak buruk. Salah satunya sebagai penyebab haid tidak teratur, akibat adanya gangguan pada hormon-hormon sistem reproduksi.

Umumnya hal seperti ini lebih rentan dialami oleh para atlet yang memiliki porsi latihan fisik yang berat, sementara asupan energinya tidak mencukupi. Suatu kondisi yang disebut dengan exercise-associated amenorrhea. Pada wanita non-atlet, kondisi ini lebih sering dialami oleh mereka dengan gangguan makan seperti anoreksia atau bulimia yang memiliki obsesi berlebih akan bentuk tubuh.

4. Gaya Hidup yang Buruk

Merokok, minum minuman beralkohol, jam tidur yang berantakan dan pola makan tidak sehat menjadi alasan kuat akan ketidakteraturan siklus haid yang dialami. Pasalnya gaya hidup buruk seperti ini dapat mengubah banyak aktivitas hormonal di dalam tubuh. Bila tak juga diubah, dalam jangka panjang gaya hidup seperti ini dapat mengundang ancaman berbagai penyakit kronis hingga kanker.

5. Usia

Kehadiran hormon di dalam tubuh acap kali berfluktuasi sesuai dengan usia seseorang. Dimulai dari masa remaja, di mana pasang surut hormonal lazim terjadi yang berdampak besar pada perilaku, mood dan siklus haid tidak teratur-biasanya pada 3-5 tahun pertama setelah haid pertama kali.

Seiring bertambahnya usia, produksi hormon estrogen dan progesteron dari ovarium pun semakin berkurang. Tahap di mana seorang wanita mulai memasuki masa pra-menopause, umumnya di usia 40 tahunan.

Gejalanya dapat berupa gangguan tidur, hot flashes (sensasi hangat pada area wajah, leher dan dada), berkurangnya gairah bercinta, Miss-V menjadi kering dan haid tidak teratur. Memasuki menopause sepenuhnya bila tak lagi mendapat menstruasi selama 12 bulan berturut-turut.

6. Konsumsi Obat-Obatan Tertentu

Konsumsi pil kontrasepsi-termasuk pula kontrasepsi hormonal yang disuntikkan maupun implan dan beberapa jenis obat-obatan tertentu seperti obat pengencer darah, obat tiroid, obat epilepsi, antidepresan, obat kemoterapi dan NSAID seperti aspirin dan ibuprofen yang dikonsumsi dalam jangan panjang diketahui dapat mengganggu keseimbangan hormon yang berdampak pada siklus haid yang tidak teratur.

7. Kondisi Medis Tertentu

Penyebab haid tidak teratur dapat pula ditenggarai oleh kondisi medis tertentu yang mendasari, antara lain sebagai berikut:

  • Masalah Tiroid. Termasuk kekurangan hormon tiroid (hipotiroidisme) ataupun kelebihan hormon tiroid (hipertiroidisme). Gejalanya berupa gangguan siklus haid, kelelahan kronis, rambut rontok, kenaikan atau penurunan berat badan tanpa alasan jelas dan selalu merasa kedinginan sepanjang hari.
  • Sindrom ovarium polikistik (polycystic ovary syndrome, PCOS). Terganggunya fungsi ovarium pada wanita yang berada di usia subur dengan gejala berupa menstruasi tidak beraturan, kadar hormon androgen meningkat-ditandai dengan pertumbuhan rambut berlebihan di punggung, bokong, wajah atau dada, berat badan bertambah dan munculnya banyak kista di ovarium.
  • Fibroid atau miom. Pertumbuhan tumor jinak di dalam atau sekitar rahim. Gejalanya termasuk menstruasi yang cukup berat, nyeri panggul, nyeri pinggang yang dapat menjalar ke tungkai bawah dan nyeri saat berhubungan badan.
  • Endometriosis. Pertumbuhan jaringan endometrium di luar rahim, baik itu pada indung telur, usus, tuba falopi, vagina atau rektum. Gejalanya ditandai dengan nyeri hebat di perut bagian bawah dan sekitar panggul saat menstruasi disertai volume darah yang berlebih, perdarahan di luar siklus menstruasi, dispareunia (nyeri selama dan setelah melakukan hubungan badan) dan kemandulan.

Dalam sejumlah kasus yang jarang terjadi, haid tidak teratur terkait dengan beberapa jenis kanker seperti kanker endometrium, kanker serviks dan sarkoma uterus (kanker jaringan otot uterus). Penting untuk segera memeriksakan diri dokter, bila saja mengalami beberapa gejala abnormal sebagai berikut:

  • Terlalu sering mengalami haid tidak teratur.
  • Menstruasi berlangsung lebih dari 7 hari.
  • Sering keluar bercak darah atau spotting di luar siklus haid.
  • Volume darah yang keluar saat haid nampak berlebih.
  • Mengalami rasa nyeri yang begitu parah saat haid dan berlangsung selama beberapa hari.
  • Mengalami gejala keputihan yang abnormal juga demam.

Beberapa pemeriksaan penunjang yang dibutuhkan guna membantu diagnosis penyebab haid tidak teratur, yakni seperti USG transvaginal maupun USG abdominal, pemeriksaan panggul, tes darah, CT Scan dan MRI.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit