Amenore sekunder - Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Update terakhir: Apr 27, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 1.052.850 orang

Amenore adalah suatu kondisi dimana seorang wanita tidak mengalami menstruasi

Amenore dibagi menjadi dua, yaitu amenore primer yang mana seorang wanita yang berusia lebih dari 16 tahun tidak pernah mengalami menstruasi semasa hidupnya dan amenore sekunder yang terjadi ketika seorang wanita, setidaknya pernah melewati satu periode menstruasi, kemudian berhenti menstruasi selama tiga bulan atau lebih.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

PROMO! Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01

Amenore sekunder biasanya tidak berbahaya bagi kesehatan. Pada kebanyakan kasus, kondisi ini dapat diobati secara efektif. Tetapi untuk menghindari terjadinya komplikasi, Anda harus mengatasi kondisi mendasar yang menyebabkan terjadinya amenore sekunder.

Apa yang menyebabkan terjadinya Amenore Sekunder?

Penyebab utama terjadinya amenore sekunder adalah ketidakseimbangan hormon. Ketidakseimbangan hormon dapat terjadi sebagai akibat dari:

  • tumor pada kelenjar pituitari
  • gangguan pada kelenjar tiroid
  • kadar estrogen yang rendah
  • kadar testosteron yang terlalu tinggi
  • penggunaan kontrasepsi
  • penggunaan obat-obatan tertentu yang dapat mengobati kanker, psikosis, atau skizofrenia
  • suntikan hormon
  • kelebihan berat badan atau kekurangan berat badan

Selain ketidakseimbangan hormon, beberapa faktor yang dapat menyebabkan terjadinya amenore sekunder meliputi :

Masalah struktural

Kelainan seperti sindrom ovarium polikistik (PCOS) yang dapat menyebabkan ketidakseimbangan hormon yang mengarah pada pertumbuhan kista ovarium. Kista ovarium adalah tumor jinak yang berkembang di dalam indung telur (ovarium). PCOS juga dapat menyebabkan amenore.

Jaringan parut yang terbentuk akibat infeksi panggul atau prosedur aborsi (dilatasi dan kuretase) berulang juga dapat menyebabkan terjadinya amenore sekunder.

Faktor gaya hidup

Berat badan bisa mempengaruhi menstruasi. Wanita yang kelebihan berat badan atau memiliki kurang dari 15 persen lemak tubuh dapat mengalami gangguan menstruasi. Kondisi ini terutama sering dialami atlet yang memiliki jadwal latihan intens atau berlebihan.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

PROMO! Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01

Stres emosional adalah kemungkinan penyebab lain yang dapat menyebabkan amenore sekunder. Tubuh mungkin merespons stres secara ekstrem dengan mengganggu siklus menstruasi normal. Jika stress ditangani, kemungkinan besar siklus menstruasi akan kembali normal.

Gejala Amenore Sekunder

Gejala utama amenore sekunder adalah tidak menstruasi selama 3 bulan atau lebih secara berturut-turut. Di samping itu, gejala yang mungkin dialami oleh seorang wanita yang mengalami amenore sekunder adalah:

  • munculnya jerawat
  • kekeringan pada vagina
  • suara yang dalam
  • pertumbuhan rambut yang berlebihan pada bagian tubuh tertentu
  • sakit kepala
  • gangguan penglihatan
  • keluar cairan dari puting

Bagaimana cara mencegah terjadinya Amenore Sekunder?

Amenore sekunder disebabkan oleh banyak faktor

Terkadang sulit untuk mencegah terjadinya amenore sekunder. Cara terbaik untuk mencegah terjadinya amenore sekunder adalah dengan mempertahankan gaya hidup sehat, dengan menjaga pola makan yang sehat dan seimbang, menjaga berat badan dalam kisaran normal, memantau menstruasi Anda, dan rutin melakukan pemeriksaan panggul dan Pap smear sesuai jadwal yang telah dokter tentukan.

Bagaimana penanganan Amenore Sekunder?

Diagnosa

Segera periksakan diri Anda ke dokter jika Anda tidak datang bulan selama lebih dari tiga periode berturut-turut, atau jika Anda mengalami tanda dan gejala yang mengarah pada amenore sekunder.

Langkah pertama yang akan dokter ambil adalah melakukan pemeriksaan kehamilan untuk memastikan jika Anda tidak hamil. Dokter Anda kemudian dapat melakukan serangkaian tes darah. Tes-tes ini dapat mengukur kadar testosteron, estrogen, dan hormon lain dalam darah Anda.

Dokter Anda juga dapat melakukan pemeriksaan pencitraan untuk mendiagnosis amenore sekunder. Pemeriksaan MRI, CT scan, dan USG memungkinkan dokter untuk melihat organ dalam untuk mencari penyebab mendasar yang dapat menyebabkan gangguan menstruasi seperti kista atau tumor pada indung telur atau rahim.

Pengobatan untuk Amenore Sekunder

Perawatan untuk amenore sekunder bervariasi tergantung pada penyebab yang mendasarinya. Ketidakseimbangan hormon dapat diobati dengan terapi hormon menggunakan hormon tambahan atau hormon sintetis.

Jika ketidakseimbangan hormon disebabkan oleh kista, dokter mungkin dapat mengangkat kista ovarium, jaringan parut, atau perlengketan rahim yang menyebabkan Anda mengalami amenore.

Dokter akan merekomendasikan untuk menjalani gaya hidup sehat jika berat badan atau tingkat aktivitas Anda berkontribusi terhadap kondisi Anda. Konsultasikan dengan dokter Anda mengenai rujukan ke ahli gizi atau nutritionist, jika perlu. 

Ahli gizi dapat mengajari Anda cara mengelola berat badan dan melakukan aktivitas fisik dengan cara yang sehat dan tepat.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit