Penyebab Gatal di Area Selangkangan dan Bagaimana Cara Mengatasinya

Dipublish tanggal: Sep 11, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 2 menit
Penyebab Gatal di Area Selangkangan dan Bagaimana Cara Mengatasinya

Gatal atau pruritus adalah gejala dari dalam kulit yang menimbulkan hasrat untuk menggaruk. Gatal merupakan hal yang normal, asal tidak mengganggu dan berlangsung secara terus-menerus. 

Semua bagian tubuh dapat mengeluarkan sensasi gatal, mulai dari kepala, badan, hingga daerah cukup mengganggu seperti selangkangan.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Antiseptik via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 31

Gatal di selangkangan memang membuat perasaan serba salah. Apalagi jika terjadi ketika kita sedang berada diluar. Bila dibiarkan akan mengganggu, bila digaruk justru mengundang tatapan orang sekitar.

Penyebab gatal di selangkangan

Gatal di selangkangan atau tinea cruris adalah infeksi oleh jamur kulit di bagian kulit yang lembab dan biasanya tertutup, seperti sekitar area intim, selangkangan, bokong dan paha. 

Tinea cruris dapat menimbulkan bekas luka kemerahan berbentuk seperti cincin pada area yang digaruk.

Beberapa hal berikut merupakan faktor penyebab munculnya jamur kulit pada area sekitar selangkangan:

  • Menggunakan pakaian dalam yang lembab atau basah.
  • Gesekan yang sering antara selangkangan pakaian.
  • Tidak mandi sehabis melakukan aktivitas yang banyak mengeluarkan keringat.
  • Sering melakukan kontak fisik dengan orang yang sudah terjangkit.
  • Menggunakan pakaian yang dijangkiti jamur tinea.

Umumnya tinea cruris jauh lebih sering menyerang pria. Mereka yang sering menggunakan pakaian dalam yang ketat, obesitas, dan banyak main mengeluarkan keringat juga rentan terjangkit jamur selangkangan. 

Penderita diabetes dan pemilik sistem imun tubuh yang buruk juga lebih beresiko mengidap infeksi jamur ini.

Iklan dari HonestDocs
Beli DEXTAMINE Kaplet via HonestDocs

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Dextamine tab 1

Bagaimana cara mengobati Tinea Cruris?

Tinea cruris sebagian besar bisa diobati dengan obat-obat anti jamur yang tersebar di pasaran. Bentuknya mulai dari salep/krim, bedak, atau semprotan. Jenis obat yang digunakan adalah miconazole, ketoconazole, oxcinazole, dan terbinafine.

Langkah pengobatan yang dapat dilakukan yaitu dengan terlebih dahulu mencuci area yang terinfeksi dengan sabun dan air bersih, lalu keringkan. Gunakan krim atau bubuk anti-jamur pada bagian yang sakit sebanyak 3 hingga 4 kali sehari. 

Umumnya gejala akan menghilang dalam 2-4 masa pengobatan. Jangan berhenti mengaplikasikan obat hanya karena gejala sudah tidak tampak, terus gunakan hingga dua minggu berikutnya. 

Kadang Anda memerlukan obat anti-jamur oral yang diminum berbarengan dengan obat topikal. Ikuti dosisnya sesuai saran dokter.

Tidak hanya karena jamur, gatal di selangkangan juga dapat disebabkan oleh eksim atau dermatitis. Gejala eksim berupa kulit yang kemerahan, gatal, kering dan bersisik. 

Jika Anda mengidap penyakit ini, gunakan salep dengan kandungan kortikosteroid. Satu yang harus diperhatikan, kortikosteroid tidak disarankan untuk digunakan untuk jangka panjang karena dapat menimbulkan efek samping dan komplikasi pada kulit. 

Efek samping yang paling umum berupa perubahan warna kulit dan penipisan lapisan epidermis pada area yang sering diolesi.

Menghindari Tinea Cruris

Tinea cruris tidak akan menjangkit mereka yang selalu menjaga kebersihan area selangkangan. Diperlukan kebiasaan dan gaya hidup yang baik untuk mewujudkan hal ini. Beberapa cara yang dapat Anda lakukan diantaranya:

  • Mandi secara teratur. Paling tidak, mandi sekali sehari setelah melakukan aktivitas yang padat.
  • Selalu membersihkan diri setelah melakukan olahraga dan aktivitas fisik yang mengakibatkan produksi keringat.
  • Sehabis mandi, biasakan untuk mengeringkan secara sempurna area-area yang lembab dan berlipat, seperti paha dan selangkangan. Keringkan juga area kemaluan.
  • Kurangi menggunakan pakaian dalam yang terlalu ketat dan tidak menyerap keringat. Pilih bahan yang lembut seperti katun.
  • Hindari berbagi pakaian dengan orang lain.

12 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Definition of Tinea cruris. MedicineNet. (Accessed via: https://www.medicinenet.com/script/main/art.asp?articlekey=30651)
Pippin MM, Madden ML. Tinea Cruris. [Updated 2020 Feb 15]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2020 Jan-. National Center for Biotechnology Information. (Accessed via: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK554602/)
Jock itch. MedlinePlus. (Accessed via: https://medlineplus.gov/ency/article/000876.htm)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app