Ciri-Ciri, Gejala, dan Cara Mengobati Panu dengan Tepat

Dipublish tanggal: Feb 14, 2019 Update terakhir: Okt 26, 2020 Waktu baca: 5 menit
Ciri-Ciri, Gejala, dan Cara Mengobati Panu dengan Tepat

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Panu adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh infeksi jamur Malassezia yang tumbuh tak terkendali;
  • Faktor cuaca yang panas dan lembap, sistem kekebalan tubuh yang lemah, dan kulit berminyak diduga memicu pertumbuhan jamur penyebab panu;
  • Ciri-ciri panu adalah munculnya bercak-bercak berwarna putih, merah muda, merah atau coklat yang memiliki garis tepi yang tegas dan kadang bersisik;
  • Obat oles paling banyak digunakan untuk mengatasi panu yang tergolong ringan. Obat ini tersedia dalam bentuk sampo antijamur, sabun, krim, salep, dan lotion;
  • Obat panu dalam bentuk oral digunakan untuk panu yang mencakup area kulit yang luas, tebal, dan sering kambuh;
  • Klik untuk mendapatkan obat panu atau obat kulit lainnya ke rumah Anda di HDMall. *Gratis ongkos kirim ke seluruh Indonesia dan bisa COD.

Panu adalah salah satu penyakit kulit yang umum diderita oleh masyarakat yang hidup di daerah tropis seperti Indonesia. Meski tidak berbahaya, tetap saja penyakit ini mampu membuat penderitanya menjadi tidak nyaman, terutama karena rasa gatal yang ditimbulkannya dan bisa juga mengganggu penampilan jika bercak berada di area kulit yang terbuka, misalnya panu di wajah. Untuk membedakan dengan penyakit kulit lainnya, kita perlu mengenali ciri-ciri panu dan beberapa gejala panu untuk memastikan apakah kita terinfeksi panu atau tidak.

Sekilas tentang panu

Panu adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh infeksi jamur yang bernama Malassezia. Jamur jenis ini bukanlah jamur berbahaya, karena secara normal memang sudah ada pada kulit manusia.  Namun, karena dipicu oleh beberapa hal, pertumbuhan jamur ini menjadi tidak terkendali. Belum diketahui apa sebenarnya pemicu pertumbuhan jamur yang tidak terkendali. 

Faktor cuaca yang panas dan lembap, sistem kekebalan tubuh yang lemah, dan kondisi kulit berminyak adalah beberapa faktor yang diduga bisa menyebabkan jamur Malassezia tumbuh secara tidak terkendali. Akibatnya, muncullah bercak-bercak di area kulit yang merupakan ciri-ciri panu yang paling khas.

Dalam bahasa medis, panu disebut dengan Tinea versicolor atau Pityriasis versicolor. Ciri-ciri panu dan gejala yang khas bila dibandingkan dengan jenis-jenis penyakit kulit yang lainnya, menyebabkan penyakit kulit ini bisa dikenali dengan mudah.

Mengenali gejala dan ciri-ciri panu

Ciri-ciri panu yang paling umum adalah munculnya bercak-bercak pada beberapa bagian kulit. Awalnya, kulit akan terlihat memiliki semacam ruam (rash) yang kemudian berkembang menjadi bercak-bercak dengan warna putih, merah muda, merah, atau coklat dan bisa lebih terang atau lebih gelap dari kulit di sekitarnya. 

Bercak-bercak tersebut memiliki garis tepi yang tegas dan kadang bersisik. Bercak-bercak panu bisa terjadi di semua bagian tubuh, tetapi bagian tubuh yang paling sering terkena adalah leher, dada, punggung, dan lengan. Panu pada wajah juga bisa terjadi, terutama pada jenis kulit wajah berminyak.

Bercak-bercak pada kulit yang awalnya hanya pada area tertentu, lama-lama akan menyebar dengan cepat ke area sekitarnya. Bila kondisi cuaca sedang dingin atau sejuk, bercak-bercak pada kulit bisa menghilang. Namun, biasanya bercak-bercak itu menjadi lebih buruk saat cuaca sedang panas dan lembap. Munculnya keringat saat cuaca panas biasanya membuat penderita merasakan gatal yang sangat mengganggu aktivitasnya.

Jika Anda tidak bisa mengenali ciri-ciri panu dan gejalanya dibandingkan dengan penyakit kulit lain, ada baiknya segera temui dokter kulit untuk membantu Anda mengetahui dengan tepat jenis penyakit kulit ini, termasuk menentukan cara mengobati panu yang paling tepat. Dokter biasanya akan langsung bisa mengenali penyakit kulit ini dengan memperhatikan ciri-ciri dan gejala-gejala yang Anda rasakan.

Jika diperlukan, dokter kulit akan melakukan salah satu hal berikut untuk membuat diagnosis yang akurat:

  • Mengambil sedikit sampel kulit dan memeriksanya di bawah mikroskop;
  • Menyorotkan sebuah alat yang disebut Wood's Lamp. Salah satu ciri-ciri panu adalah kulit yang disinari akan berwarna hijau kekuningan.

Ciri-ciri panu akan terlihat sejak awal hingga masa penyembuhan selesai. Biasanya setelah diobati, dibutuhkan waktu beberapa minggu atau bulan untuk mengembalikan area bekas bercak panu ke warna aslinya.

Baca juga:

11 Penyakit Kulit Ini Bisa Berbahaya dan Mematikan

Cara menghilangkan panu dengan cepat

Cara menghilangkan panu dengan cepat adalah dengan menggunakan obat-obat antijamur. Pemilihan obat dan cara mengobati panu ditentukan oleh beberapa hal, di antaranya:

  • Area kulit sebelah mana yang terkena;
  • Seberapa luas area kulit yang terinfeksi;
  • Seberapa parah;
  • Kondisi iklim.

Setelah beberapa kondisi itu diketahui, kita bisa menentukan obat yang digunakan. Berikut adalah beberapa jenis obat panu yang tersedia:

1. Obat panu yang dioleskan pada kulit

Obat oles adalah yang paling banyak digunakan, terutama bila panu termasuk ringan dan masih bisa dilakukan pengobatan sendiri. Sediaan-sediaan yang tersedia bisa berupa sampo anti-jamur, sabun, cream atau salep panu, dan juga lotion. Bahan-bahan aktif dalam obat-obat ini, misalnya adalah selenium sulfida, ketoconazole, miconazole, clotrimazole, terbinafine atau seng pyrithione.

Untuk produk cream atau salep, pengobatan biasanya dilakukan paling tidak selama 2 minggu, dengan dosis pemberian 2 x sehari dengan cara dioleskan tipis-tipis secara merata di area yang terinfeksi. Sediaan yang berupa sampo digunakan seperti menggunakan sampo biasa. Namun setelah mengaplikasikan sampo ke rambut, Anda sebaiknya menunggu selama 5-10 menit sebelum membilas.

2. Obat pembersih kulit

Panu sering kambuh bila kondisi kulit memungkinkan jamur untuk tumbuh optimal melebihi normalnya. Pertumbuhan jamur secara tidak terkendali biasanya sering terjadi pada orang-orang yang hidup di daerah-daerah yang bercuaca panas dan lembap. Menggunakan obat pembersih atau cairan antiseptik minimal 1 x sebulan dapat mencegah pertumbuhan jamur tersebut.

3. Obat panu tablet (sediaan oral/minum)

Jika panu mencakup area kulit yang luas, tebal, atau sering kambuh diperlukan penangan dengan sediaan obat yang bekerja secara sistemik. Obat-obat ini umumnya hanya bisa diperoleh dengan resep dokter.

Karena kemungkinan terjadinya efek samping dan interaksi dengan obat-obat lain, obat panu oral hanya digunakan untuk jangka waktu yang singkat dan dengan pengawasan dari seorang dokter kulit. Bahan-bahan aktif untuk sediaan yang digunakan sebagai obat antijamur sistemik, misalnya ketoconazole, itraconazole, atau fluconazole.

Cara mengobati panu dengan obat tradisional atau berbahan alami

Selain menggunakan sediaan-sediaan berbahan kimiawi yang dijual di apotek, Anda mengobati panu juga bisa dilakukan dengan menggunakan obat panu tradisional atau yang berbahan alami. Bahan-bahan alam yang sering digunakan secara tradisional adalah bawang putih, lengkuas, dan jeruk nipis.

Penggunaan bahan-bahan alam ini umumnya sama saja. Pertama area kulit yang terinfeksi harus dibersihkan terlebih dahulu. Kemudian bahan-bahan itu (misalnya lengkuas yang sudah dihaluskan) dioleskan secara merata. Untuk memaksimalkan penyerapan, perlu digosok secara kuat.

Lebih baik mencegah dari pada bingung mencari cara mengobati panu

Meski panu bukan merupakan penyakit kulit yang berbahaya, jangan dibiarkan begitu saja karena bisa sangat mengganggu. Oleh karena itu, pengobatan harus sesegera mungkin dilakukan. Mengenali ciri-ciri panu dan mengetahui gejalanya adalah syarat untuk bisa memilih cara pengobatan dengan tepat.

Cara menghilangkan panu yang cepat dengan menggunakan obat berbahan kimia, terutama yang digunakan secara oral (diminum) akan menimbulkan efek samping yang bisa jadi lebih buruk daripada sekadar merasakan gatal. Oleh karena itu, daripada bingung mencari cara menghilangkan panu lebih baik melakukan pencegahan penyakit ini. 

Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah panu adalah tidak menggunakan produk-produk perawatan kulit yang mengandung minyak, menggunakan pakaian longgar untuk mencegah keringat berlebihan saat cuaca panas dan lembap, serta menggunakan tabir surya untuk melindungi kulit Anda dari sinar matahari.

Baca juga: Jangan Malas Pakai Sunscreen, Ini Manfaat Parasol bagi Kulit


3 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Tinea versicolor: Symptoms, causes, and treatment. Medical News Today. (https://www.medicalnewstoday.com/articles/315779.php)
Tinea Versicolor: Causes, Symptoms, & Treatment. Healthline. (https://www.healthline.com/health/tinea-versicolor)
Tinea Versicolor: Cause, Symptoms, and Treatments. WebMD. (https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/tinea-versicolor-cause-symptoms-treatments)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app