Doctor men
Ditulis oleh
MELIANTY IPARDJO
Doctor men
Ditinjau oleh
DR SCIENTIA INU KIRANA ENWA SIWI

Eksim: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Update terakhir: Aug 13, 2019 Tinjau pada Des 30, 2018 Waktu baca: 7 menit
Telah dibaca 1.561.700 orang

Apa itu Eksim?

Eksim adalah suatu kondisi kulit yang ditandai dengan gatal parah, kemerahan, kering, dan kadang-kadang kulit yang melenting, pecah-pecah, radang, ada tanda kemerahan pada sebagian kecil atau besar wilayah tubuh. 

Penderita eksim biasanya memiliki kulit yang kering dan sensitif, serta mudah merasa gatal. Kulit kering dan sensitif rentan terhadap radang yang memicu gatal sehingga kulit akan digaruk yang kemudian memicu peradangan yang lebih parah yang pada akhirnya menyebabkan gatal yang lebih parah juga.

Bagian kulit yang mudah terpengaruh adalah:

  • Punggung tangan
  • Permukaan atas kaki
  • Lipatan pada tangan dan kaki, juga lipatan lainnya seperti siku dalam
  • Pergelangan tangan
  • Pergelangan kaki

Anda mungkin mengalami gejala yang memburuk atau membaik tergantung imunitas tubuh.

Tapi satu-satunya cara untuk mengetahui apakah Anda memiliki eksim adalah dengan memeriksakan diri ke dokter Anda sehingga dokter dapat melihat kulit Anda dan menanyakan gejala Anda serta menentukan metode pengobatan yang terbaik untuk Anda.

5 Fakta tentang Eksim

  • Makanan tertentu bisa memicu gejala eksim, seperti kacang-kacangan dan susu
  • Gejala eksim bervariasi menurut umur, namun gejala yang paling sering muncul adalah kulit bersisik dan gatal
  • Eksim juga bisa dipicu oleh faktor lingkungan seperti asap dan serbuk sari. Namun, eksim bukanlah kondisi yang bisa disembuhkan
  • Pengobatan eksim berfokus pada penyembuhan kerusakan kulit dan meringankan gejala. Namun belum ada penyembuhan penuh untuk eksim
  • Eksim bukanlah kondisi penyakit menular

Apa penyebab Eksim?

Penyebab spesifik eksim tetap tidak diketahui, namun diyakini berkembang karena kombinasi faktor genetik dan lingkungan. Anak-anak lebih cenderung terkena eksim jika salah satu orang tua mereka memiliki kondisi atau penyakit atopik lainnya. 

Jika kedua orang tua memiliki penyakit atopik, risikonya lebih besar lagi. Faktor lingkungan juga diketahui bisa menimbulkan gejala eksim, seperti:

  • Iritan: Termasuk sabun, deterjen, shampo, desinfektan, parfum, pembalut, serat kain
  • Alergen: Tungau debu, hewan peliharaan, serbuk sari, jamur, dan ketombe dapat menyebabkan eksim
  • Mikroba: Termasuk bakteri seperti Staphylococcus aureus, virus, dan jamur tertentu
  • Suhu panas dan dingin: Cuaca sangat panas atau dingin, kelembaban tinggi dan rendah, dan keringat setelah berolahraga bisa memacu eksim
  • Makanan: Produk susu, telur, kacang-kacangan dan biji-bijian, produk kedelai, dan gandum
  • Stres: Ini bukan penyebab langsung eksim namun bisa membuat gejala memburuk
  • Hormon: Wanita dapat mengalami gejala eksim yang meningkat pada saat kadar hormon mereka berubah, misalnya selama kehamilan dan pada titik-titik tertentu dalam siklus menstruasi

Eksim basah vs Eksim kering

Masyarakat Indonesia sendiri tampaknya lebih akrab dengan istilah eksim kering dan eksim basah. Lantas, apa yang membedakan keduanya? Dalam dunia medis, eksim dalam bahasa medis disebut dengan dermatitis. Pada dunia medis nyatanya tidak ada yang disebut dengan eksim kering dan eksim basah. Hanya ada satu istilah eksim yang dipakai untuk menggambarkan kondisi peradangan kulit.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat GRATIS Ongkir via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir minimal pembelanjaan Rp50.000.

Istock 943974286

Kulit gatal memerah dan kering akibat eksim biasanya muncul pada satu bagian kulit, misalnya pada muka, bagian dalam siku, bagian belakang lutut, serta pada tangan dan kaki.

Namun demikian, eksim dibagi menjadi beberapa jenis berdasarkan pemicu gejalanya. Peradangan kulit akibat eksim bisa disebabkan oleh faktor genetik maupun pengaruh lingkungan, seperti bahan kimia dan perubahan suhu ekstrim. Berikut penjelasannya lebih lanjut:

1. Dermatitis atopik

Salah satu jenis eksim yang paling sering dijumpai dan merupakan penyakit turunan. Dermatitis atopik umumnya dimulai ketika bayi dan masih anak-anak dengan gejala berupa gatal, radang kulit, dan pada sebagian penderita sering timbul asma dan demam hay (hay fever). Atopik mengacu pada sekelompok penyakit dengan kecenderungan yang sering diwariskan untuk mengembangkan kondisi alergi lainnya, seperti asma dan demam. Dermatitis atopik sering dianggap termasuk dalam eksim kering.

2. Dermatitis kontak

Dermatitis kontak meliputi dermatitis kontak alergik dan iritan. Dermatitis kontak alergik disebabkan oleh reaksi kekebalan tertunda (delayed immune system) akibat kontak kulit dengan senyawa alergenik sehingga menyebabkan radang kulit dalam 48 jam setelah paparan terjadi.  Beberapa agen penyebab eksem jenis ini adalah daun jelatang, parfum, pengawet kosmetik,logam, dan pewarna. 

Dermatitis kontak iritan terjadi karena paparan senyawa iritan yang dapat merusak kulit secara kimiawi, contohnya sabun keras, detergen, dan produk pembersih lainnya.  Senyawa iritan tersebut dapat menghilangkan minyak dan kelembaban dari lapisan luar kulit, kemudian merusak lapisan pelindung dan memicu terjadinya peradangan. Dermatitis kontak iritan sering dianggap termasuk dalam eksim basah.

3. Dermatitis numular

Beberapa plak eksim yang biasanya berhubungan dengan kulit kering dan terjadi pada bagian luar dari kaki, tangan, dan lengan. Dermatitis ini berbentuk seperti uang koin (nummular) dan menimbulkan lepuhan di kulit. Dermatitis numular dipicu oleh reaksi terhadap gigitan serangga atau alergi terhadap logam ataupun bahan kimia. Dermatitis numular sering dianggap termasuk dalam eksim kering.

4. Dermatitis stasis

Jenis eksim kronis pada daerah bawah kaki bagian dalam yang berkaitan dengan varises (pelebaran pembuluh darah) karena dermatitis stasis adalah eksim yang terjadi ketika darah keluar dari pembuluh darah tetapi masuk ke dalam kulit. Hal ini menyebabkan terjadinya pembengkakan, kemerahan, gatal, dan nyeri pada kulit. Dermatitis stasis sering dianggap termasuk dalam eksim basah.

Apa pengobatan Eksim yang terbaik untuk Anda?

Eksim merupakan kondisi kulit yang bisa membuat frustrasi, karena kondisi ini mungkin terjadi beberapa kali dalam setahun atau bahkan setiap hari. Sehingga penting untuk berkonsultasi dengan dokter mengenai rencana yang akan membantu Anda mengendalikan gatal dan ruam akibat eksim.

Pengobatan eksim memiliki 4 tujuan utama, yaitu mengontrol rasa gatal, mengembalikan kerusakan, mencegah peradangan, serta mencegah infeksi. Perawatan yang tepat untuk Anda akan bergantung pada usia, riwayat kesehatan, dan seberapa buruk gejala Anda.

Ada hal yang harus Anda lakukan sendiri agar kulit Anda tetap sehat dan bersih. Berikut panduan lengkap untuk merawat gejala eksim:

Obat-obatan Eksim

Obat eksim dapat meringankan gejala dan membantu penyembuhan kulit saat Anda memakainya sesuai petunjuk. Perawatan mungkin tidak memiliki efek yang sama pada semua orang. Jadi Anda dan dokter Anda mungkin perlu mencoba beberapa pilihan berbeda untuk melihat apa yang terbaik bagi Anda.

  • Krim kortikosteroid, larutan, busa, dan salep. Perawatan ini dibuat dengan steroid hidrokortison dengan cepat, dapat mengurangi gatal dan mengurangi peradangan. Hidrokortison OTC sering kali merupakan pilihan pertama yang direkomendasikan dokter untuk mengobati eksim ringan. Anda mungkin memerlukan kekuatan steroid yang berbeda tergantung di mana dan seberapa buruk ruam pada kulit
  • Antihistamin, Obat ini meringankan rasa gatal pada malam hari dan bisa membantu Anda tidur pada malam hari
  • Pelembab. Anda bisa mendapatkan ini apotek dengan resep dokter. pelembab membantu menjaga kelembapan kulit Anda, memperbaiki kerusakan, dan mengurangi kekeringan, kemerahan, dan gatal
  • Pimekrolimus dan tacrolimus, obat-obatan yang Anda gosokkan pada kulit Anda, mengobati eksim sedang sampai berat. Obat-obatan ini menyembuhkan peradangan, tapi bukan steroid. Mereka dapat meningkatkan risiko kanker kulit dan limfoma non-Hodgkin, sehingga FDA mengeluarkan peringatan khusus untuk obat-obatan kelas ini Konsultasikan dengan dokter Anda sebelum mengkonsumsi obat-obatan ini
  • Pil kortikosteroid, cairan, atau suntikan. Obat kuat ini membantu meredakan gejala eksim parah atau sulit diobati. Karena risiko efek samping yang serius seperti kerusakan kulit dan keropos tulang, Obat ini hanya bisa digunakan dengan pemakaian jangka pendek
  • Obat yang menurunkan sistem kekebalan tubuh Anda, termasuk siklosporin, metotreksat, dan mycophenolate mofetil. Obat-obatan ini membantu menjaga pertahanan tubuh agar tidak bereaksi berlebihan. Tersedia dalam bentuk pil, cairan, atau sebagai injeksi. Tetapi menimbulkan efek samping yang serius termasuk tekanan darah tinggi dan masalah ginjal
  • Antibiotik. Menggaruk merusak kulit Anda, yang memungkinkan bakteri masuk ke dalamnya dan menyebabkan infeksi. Obat-obatan ini mengobati infeksi kulit bakteri

Fototerapi sebagai pengobatan Eksim

Sinar ultraviolet (UV) dapat membantu mengobati eksim sedang sampai berat. Sinar UV membantu menjaga sistem kekebalan tubuh agar tidak bereaksi berlebihan

Tapi terlalu banyak terkena sinar ultraviolet (UV) juga bisa mempercepat penuaan kulit dan meningkatkan risiko kanker kulit. Jadi sebaiknya dokter menggunakan dosis serendah mungkin dan perhatikan kulit Anda dengan hati-hati saat Anda menjalani perawatan ini.

Ada dua jenis fototerapi:

  • Terapi sinar UV. Dilakukan di dokter kulit agar diberikan paparan sinar UVA, sinar UVB, atau campuran keduanya. Terkadang Anda akan menggosok tar batubara di kulit Anda pada saat bersamaan
  • Terapi PUVA. Dengan jenis ini, Anda mengonsumsi psoralen, obat resep yang membuat kulit lebih peka terhadap sinar UVA. Hanyya untuk orang yang belum mendapat hasil terapi UV

Perawatan kulit di rumah mencegah Eksim

Bila Anda menjaga kesehatan kulit Anda, Anda bisa mencegah kekeringan, gatal, kemerahan, dan mungkin mengurangi kebutuhan akan pengobatan sekaligus memanjakan diri. Cobalah tips berikut ini:

  • Ketahui pemicu yang menyebabkan iritasi. Banyak orang dengan eksim bereaksi terhadap alergen seperti serbuk sari, tungau debu, bulu binatang, dan jamur
  • Mandi hanya dengan air hangat karena air yang terlalu panas bisa mengeringkan kulit
  • Oleskan pelembab setiap hari
  • Hindari terlalu banyak mandi dan cuci tangan karena akan mengeringkan kulit Anda. Singkirkan pembersih tangan berbasis alkohol juga seminimal mungkin
  • Batasi kontak Anda dengan zat yang membuat iritasi kulit, seperti pembersih rumah tangga, deterjen cucian, kosmetik, dan banyak hal lainnya dapat membuat eksim memburuk
  • Pilihlah baju berbahan katun yang pas dan nyaman
  • Hindari cuaca panas. Saat Anda sedang panas dan berkeringat bisa memicu rasa gatal dan menggaruk

Referensi

AAD (2018). Atopic Dermatitis.

American Academy of Dermatology AAD. Atopic dermatitis.

American College of Allergy, Asthma, and Immunology ACAAI. Eczema (Atopic Dermatitis).

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit