Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM

Rabun Senja - Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Update terakhir: NOV 11, 2019 Waktu baca: 4 menit
Telah dibaca 802.502 orang

Rabun senja juga disebut "nyctalopia." Kondisi ini adalah sejenis gangguan penglihatan. Orang-orang dengan rabun senja mengalami penglihatan yang buruk di malam hari atau di lingkungan yang kurang cahaya. 

Meskipun istilah "rabun senja" menyiratkan bahwa Anda tidak dapat melihat di malam hari, tetapi masalahnya bukan terletak pada malam harinya. Melainkan pada kondisi gelap pada malam hari. Anda mungkin lebih sulit melihat atau mengemudi dalam kegelapan.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Beberapa jenis rabun senja dapat diobati, tetapi beberapa jenis rabun senja lainnya tidak dapat diobati. Segera periksakan ke dokter Anda untuk menentukan penyebab yang mendasari terjadinya gangguan penglihatan Anda. Setelah mengetahui penyebab masalahnya, Anda dapat mengambil langkah untuk memperbaiki penglihatan Anda.

Apa Gejala rabun senja?

Satu-satunya gejala rabun senja adalah kesulitan melihat dalam gelap. Anda juga mungkin mengalami rabun senja ketika mata Anda beralih melihat dari lingkungan yang terang ke lingkungan yang kurang cahaya, seperti ketika Anda masuk ke restoran yang memiliki paparan cahaya yang kurang setelah dari jalanan yang memiliki paparan cahaya yang lebih terang. 

Anda mungkin mengalami penglihatan yang buruk saat berkendara karena akibat paparan lampu dari kendaraan lain dan lampu jalan yang datang silih bergantian dengan kondisi yang lebih gelap dari sumber cahaya tersebut.

Apa penyebab terjadinya rabun senja?

Sejumlah kondisi mata dapat menyebabkan rabun senja, seperti:

  • rabun jauh, atau pandangan kabur ketika melihat benda yang jauh
  • katarak, atau lensa mata yang buram
  • retinitis pigmentosa, yang terjadi ketika pigmen gelap terkumpul di retina Anda dan menciptakan penglihatan yang menyerupai terowongan
  • Sindrom Usher, yang merupakan kondisi genetik yang memengaruhi pendengaran dan penglihatan

Orang dewasa yang lebih tua memiliki risiko lebih besar terkena katarak. Oleh karena itu, lansia lebih mungkin mengalami rabun senja karena katarak lebih sering terjadi pada lansia dibandingkan pada anak-anak atau orang dewasa muda.

Dalam kasus yang jarang terjadi di Amerika Serikat atau di penjuru dunia lainnya di mana diet gizi dapat bervariasi, kekurangan vitamin A juga dapat menyebabkan rabun senja. Vitamin A, juga disebut retinol, berperan dalam mengubah impuls saraf menjadi gambar di retina. Retina adalah area peka cahaya di bagian belakang mata Anda.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Pasien yang mengalami kondisi dimana pankreas tidak bekerja dengan baik, seperti pada orang dengan fibrosis kistik, akan mengalami kesulitan dalam menyerap lemak dan berisiko lebih besar mengalami kekurangan vitamin A, karena vitamin A larut dalam lemak. Sehinga menyebabkan risiko yang lebih besar untuk terkena rabun senja.

Orang yang memiliki kadar gula darah tinggi atau diabetes juga memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit mata, seperti katarak.

Apa Pilihan Perawatan untuk rabun senja?

Dokter mata Anda akan mengumpulkan riwayat medis Amda secara terperinci dan memeriksa mata Anda untuk mendiagnosis rabun senja. Anda mungkin juga perlu memberikan sampel darah. Tes darah dapat mengukur kadar vitamin A dan glukosa Anda.

rabun senja yang disebabkan oleh rabun jauh, katarak, atau kekurangan vitamin A dapat diobati. Lensa korektif, seperti kacamata atau kontak, dapat meningkatkan penglihatan rabun jauh baik di siang hari dan di malam hari. Beri tahu dokter Anda jika Anda masih kesulitan melihat dalam cahaya redup bahkan dengan lensa korektif.

Katarak

Bagian yang keruh pada lensa mata Anda dikenal sebagai katarak. Katarak dapat dihilangkan melalui operasi. Dokter bedah Anda akan mengganti lensa keruh Anda dengan lensa buatan yang bening. rabun senja Anda akan membaik secara signifikan setelah operasi jika katarak adalah penyebab yang mendasarinya.

Kekurangan Vitamin A

Jika kadar vitamin A Anda rendah, dokter Anda mungkin merekomendasikan suplemen vitamin. Minum suplemen persis seperti yang diperintahkan dokter. Kebanyakan orang di negara maju tidak memiliki kekurangan vitamin A karena mereka memiliki akses nutrisi yang tepat.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Cacat Genetik

Kondisi genetik yang menyebabkan rabun senja, seperti retinitis pigmentosa, tidak dapat diobati. Kelainan genetik yang menyebabkan pigmen menumpuk di retina tidak akan merespons penanganan dengan menggunakan lensa korektif atau pembedahan. Orang yang menderita rabun senja harus menghindari mengemudi di malam hari.

Bagaimana Saya Bisa Mencegah rabun senja?

Anda tidak dapat mencegah terjadinya rabun senja yang merupakan akibat dari cacat lahir atau kondisi genetik, seperti sindrom Usher. Anda bisa memonitor kadar gula darah Anda dengan benar dan makan makanan yang seimbang untuk membuat risiko terjadinya rabun senja lebih kecil.

Konsumsilah makanan yang kaya akan vitamin dan mineral antioksidan, yang dapat membantu mencegah katarak. Selain itu, pilih makanan yang mengandung vitamin A tinggi untuk mengurangi risiko terjadinya rabun senja. Makanan berwarna oranye tertentu merupakan sumber vitamin A yang sangat baik, termasuk:

  • melon
  • ubi jalar
  • wortel
  • labu
  • labu butternut
  • mangga

Vitamin A juga ada di:

  • bayam
  • sawi sawian
  • susu
  • telur

Apa yang harus Anda perhatikan dalam Jangka Panjang?

Jika Anda mengalami rabun senja, Anda harus melakukan beberapa tindakan pencegahan untuk menjaga diri Anda dan orang lain aman. Sebisa mungkin jangan mengemudi di malam hari sampai penyebab rabun senja Anda ditentukan dan, jika memungkinkan sampai Anda mendapatkan penanganan yang efektif.

Atur jadwal dan lakukan perjalanan Anda pada siang hari, atau Anda dapat menumpang dengan teman, anggota keluarga, atau layanan taksi jika Anda perlu pergi ke suatu tempat pada malam hari. 

Mengenakan kacamata hitam atatu topi juga dapat membantu mengurangi silau ketika Anda berada di lingkungan yang sangat terang, yang dapat memudahkan transisi ke lingkungan yang lebih gelap.

Ditinjau secara medis oleh Universitas Illinois-Chicago, Fakultas Kedokteran pada 10 Maret 2016 - Ditulis oleh Marissa Selner

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit