Doctor men
Ditulis oleh
ADELIA MARISTA
Doctor men
Ditinjau oleh
DR VINA SETIAWAN

Rabun Dekat: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Update terakhir: SEP 18, 2019 Tinjau pada SEP 18, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 1.042.214 orang

Anda mungkin sering melihat orangtua atau beberapa orang menggunakan katamata plus. Meski sudah pakai kacamata, terkadang mereka masih harus menjauhkan buku atau koran supaya bisa membacanya dengan jelas. Ini artinya, orang tersebut mengalami rabun dekat atau istilah medisnya disebut dengan hipermetrofi.

Apa itu rabun dekat?

Rabun dekat disebut juga dengan farsightednesshyperopia, hipermetropia. Rabun dekat merupakan gangguan pada mata yang membuat penderitanya sulit melihat objek dalam jangkauan jarak dekat. Penderita rabun dekat hanya dapat melihat objek yang jaraknya jauh dengan lebih jelas.

Rabun dekat terjadi ketika cahaya yang masuk ke dalam mata tidak dipantulkan tepat pada retina. Cahaya tersebut malah dipantulkan ke belakang retina, sehingga menghasilkan suatu penglihatan kabur pada jarak pandang dekat. Mata pun menjadi lebih cepat mengalami kelelahan.

Mengenal rabun dekat

Penyebab

Kondisi dari rabun dekat ini biasanya terkait dengan sistem penglihatan pada mata manusia. Penyebab dari kondisi rabun dekat ini berbeda-beda pada setiap orang. Namun, ada beberapa faktor yang mendasari terjadinya rabun dekat, yaitu:

  • Genetik. Kondisi rabun dekat ini dapat diturunkan dalam suatu riwayat keluarga dengan rabun dekat.
  • Anatomi mata. Rabun dekat dapat terjadi bila bentuk dari bola mata terlalu pendek, lensa yang kurang tebal, atau akibat kornea yang kurang lengkung.
  • Akomodasi mata. Akomodasi adalah kemampuan lensa mata untuk mencembung ataupun mencekung pada saat melihat suatu objek. Bila akomodasi mata mengalami gangguan, cahaya tidak dapat dibiaskan dengan baik. Hasilnya, penglihatan jadi buram atau kabur.
  • Usia. Biasanya pada usia 40 tahun atau lebih memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami rabun dekat.
  • Penyakit lain seperti adanya tumor pada mata, terkait penyakit diabetes mellitus (kencing manis), hipertensi (tekanan darah tinggi), ataupun oveal hypoplasia.

Gejala

Tanda dan gejala rabun jauh meliputi:

  • Menyipitkan mata supaya bisa lebih jelas dalam melihat suatu objek dalam jarak dekat.
  • Saat melihat objek dengan jangkauan jarak dekat tidaklah jelas, namun pada saat melihat objek dalam jangkauan jarak jauh cenderung jelas.
  • Mata ceapt lelah.
  • Mata dapat lebih berair.
  • Nyeri di sekitar mata.
  • Rasa tidak nyaman pada mata secara umum, dapat disertai dengan nyeri kepala atau pusing.
  • Mata terasa lebih panas.

Tidak semua gejala akan dirasakan seseorang dengan kondisi mata hipermetropia. Untuk memastikan penyebabnya, segera kunjungi dokter mata terdekat.

Pencegahan rabun dekat

Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mencegah rabun dekat, yaitu:

  • Periksakan mata Anda secara rutin dan teratur ke dokter.
  • Perhatikan penerangan cahaya dalam membaca, sebaiknya cahaya dari arah belakang dan atas Anda.
  • Konsumsi makanan kaya akan nutrisi, terutama makanan atau minuman yang mengandung tinggi vitamin A, seperti sayuran hijau, wortel, ikan, telur, pepaya, paprika, alpukat, melon, peach, aprikot, mangga, ubi, susu, dan sebagainya.
  • Gunakan kacamata dengan lensa yang tepat sesuai kondisi masing-masing mata. 
  • Kelola stres.
  • Kendalikan tekanan darah dan gula darah.
  • Lindungi mata dari paparan sinar matahari secara langsung.
  • Hindari merokok dan konsumsi alkohol.

Jangan ragu untuk menemui dokter apabila kondisi tidak membaik atau menyebabkan rasa ketidaknyamanan dalam diri Anda.

Pengobatan rabun dekat

Rabun dekat merupakan kondisi yang sebaiknya tidak diremehkan. Bila Anda mengalami gejala rabun dekat, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter untuk memastikan penyebabnya.

Jenis pemeriksaan akan disesuaikan dengan penyebab dan kebutuhan masing-masing pasien. Berikut adalah beberapa pemeriksaan yang mungkin dapat dilakukan, yaitu:

  • Pemeriksaan fisik. Pemeriksaan fisik yang biasa dilakukan adalah tanda-tanda vital, termasuk pemeriksaan fisik mata, ataupun fisik lainnya yang terkait.
  • Pemeriksaan retinoskopi. Menggunakan alat oftalmoskop untuk memeriksa kondisi area dalam mata.
  • Snellen Chart. Salah satu pemeriksaan yang dilakukan untuk memeriksa jarak penglihatan pada masing-masing mata, baik tanpa ataupun dengan bantuan lensa yang disesuaikan dengan kondisi mata Anda.
  • Tonometer Schiotz. Dilakukan jika dicurigai ada masalah pada tekanan bola mata Anda.

Bila Anda benar mengalami rabun dekat, maka ada beberapa metode yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas penglihatan Anda. Metode tersebut di antaranya:

  • Kacamata. Merupakan salah satu alat bantu yang bisa membuat Anda lebih jelas melihat objek jarak dekat.
  • Contact lens. Fungsinya mirip dengan kacamata, hanya saja dalam bentuk lensa kontak. Cara pakainya adalah ditempelkan secara langsung pada di bagian depan kornea mata. Dengan lensa kontak, pandangan Anda jadi lebih luas dibandingkan saat memakai kacamata.
  • Operasi. Ada beberapa pilihan terapi yang dapat dilakukan pada rabun jauh, yaitu melakukan prosedur Laser in Situ Keratectomy (LASIK), Photorefractive Keratectomy (PRK), Laser Epithelial Keratomilousis (LASEK), dan Conductive keratoplasty (CK).

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit