Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM

Diare - Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Update terakhir: SEP 15, 2019 Waktu baca: 4 menit
Telah dibaca 1.044.713 orang

Diare ditandai dengan tinja yang encer dan berair atau frekuensi buang air besar yang meningkat. Diare biasanya berlangsung beberapa hari dan seringkali sembuh tanpa perawatan. Diare bisa akut atau kronis.

Diare akut terjadi ketika kondisinya berlangsung selama satu hingga dua hari. Anda mungkin mengalami diare akibat infeksi virus atau bakteri. Bisa juga disebabkan oleh keracunan makanan. Bahkan ada suatu kondisi yang dikenal sebagai traveler's diare, yang terjadi ketika Anda menderita diare setelah terpapar bakteri atau parasit saat berlibur ke negara berkembang. Diare akut cukup umum.

Diare kronis mengacu pada diare yang berlangsung selama setidaknya empat minggu. Diare kronis biasanya merupakan hasil dari penyakit usus atau kelainan, seperti penyakit seliaka atau penyakit Crohn.

Apa yang menyebabkan diare?

Anda mungkin mengalami diare akibat sejumlah kondisi atau keadaan. Penyebab yang berpotensi menyebabkan diare meliputi:

  • intoleransi makanan, seperti intoleransi laktosa
  • alergi makanan
  • efek samping obat
  • infeksi virus
  • infeksi bakteri
  • penyakit usus
  • infeksi parasit
  • operasi kantong empedu atau perut

Menurut Mayo Clinic , Rotavirus adalah penyebab diare yang paling umum pada masa kanak-kanak. Selain itu, infeksi bakteri akibat Salmonella atau Escherichia coli juga dapat menyebabkan diare.

Diare kronis mungkin merupakan gejala dari kondisi yang lebih serius seperti sindrom iritasi usus atau penyakit radang usus. Diare yang sering dan parah bisa merupakan tanda penyakit usus atau gangguan fungsi usus.

Apa saja gejala diare?

Ada banyak gejala berbeda yang dapat timbul bersama dengan diare. Anda mungkin hanya mengalami salah satu dari gejala ini atau mungkin kombinasi dari semuanya. Gejalanya tergantung pada penyebabnya. Gejala yang dapat timbul bersamaan dengan diare meliputi :

  • mual
  • sakit perut
  • kram
  • kembung
  • dehidrasi
  • demam
  • tinja berdarah
  • keinginan untuk cepat BAB
  • BAB dalam jumlah yang banyak

Konsultasikan dengan dokter Anda jika Anda mengalami gejala-gejala ini.

Dehidrasi dan diare

Diare dapat menyebabkan Anda kehilangan cairan dengan cepat dan membuat Anda berisiko mengalami dehidrasi. Jika Anda tidak mendapatkan perawatan diare dengan optimal, dehidrasi dapat memiliki dampak yang serius. Gejala-gejala dari munculnya dehidrasi meliputi:

  • kelelahan
  • selaput lendir pada mulut atau kelopak mata kering
  • peningkatan denyut jantung
  • sakit kepala
  • pusing
  • rasa haus meningkat
  • penurunan volume saat buang air kecil
  • mulut kering

Hubungi dokter Anda sesegera mungkin jika Anda merasa diare Anda menyebabkan Anda mengalami dehidrasi.

Diare pada bayi dan anak kecil

Diare adalah kondisi serius jika terjadi pada bayi atau anak-anak. Diare dapat menyebabkan dehidrasi parah pada bayi hanya dalam satu hari.

Hubungi dokter anak Anda atau segera cari perawatan medis darurat jika Anda melihat gejala dehidrasi pada anak, seperti:

  • penurunan buang air kecil
  • mulut kering
  • sakit kepala
  • kelelahan
  • kurangnya air mata saat menangis
  • kulit kering
  • mata cekung
  • ubun-ubun cekung
  • tampak mengantuk setiap saat
  • rewel

Dapatkan perawatan medis segera jika salah satu dari hal berikut ini terjadi pada anak Anda:

  • Mereka mengalami diare selama 24 jam atau lebih.
  • Mereka mengalami demam dengans suhu 40 ° C atau lebih tinggi.
  • Mereka memiliki tinja yang mengandung darah.
  • Mereka memiliki tinja yang mengandung nanah.
  • Mereka memiliki tinja yang berwarna hitam dan lembek.

Ini semua adalah gejala yang mengindikasikan keadaan darurat.

Bagaimana mendiagnosis penyebab diare?

Dokter Anda akan melakukan pemeriksaan fisik dan mendapatkan informasi mengenai riwayat medis Anda untuk menentukan penyebab diare yang Anda alami. Dokter juga dapat meminta Anda untuk melakukan beberapa pemeriksaan di laboratorium untuk memeriksa sampel urin dan darah.

Tes tambahan yang mungkin diminta oleh dokter Anda untuk menentukan penyebab diare dan kondisi terkait lainnya dapat mencakup:

  • tes puasa untuk menentukan apakah intoleransi makanan atau alergi adalah penyebabnya
  • tes pencitraan untuk memeriksa peradangan dan kelainan struktural usus
  • kultur tinja untuk memeriksa bakteri, parasit, atau tanda-tanda penyakit
  • kolonoskopi untuk memeriksa seluruh usus besar untuk melihat adanya tanda-tanda penyakit usus
  • sigmoidoskopi untuk memeriksa rektum dan usus besar bagian bawah untuk memeriksa apakah ada tanda-tanda penyakit usus
  • Kolonoskopi dan sigmoidoskopi sangat membantu untuk menentukan apakah Anda memiliki penyakit usus jika mengalami diare parah atau kronis.

Apa saja pilihan pengobatan untuk diare?

Perawatan untuk diare biasanya membutuhkan penggantian cairan yang hilang, berarti Anda perlu minum lebih banyak air atau minuman pengganti elektrolit, seperti minuman olahraga. Dalam kasus yang lebih serius, Anda mungkin perlu mendapatkan cairan melalui selang infus. Jika infeksi bakteri adalah penyebab diare Anda, dokter Anda mungkin akan meresepkan antibiotik.

Dokter Anda akan memutuskan perawatan Anda berdasarkan:

  • keparahan diare dan kondisi terkait
  • frekuensi diare dan kondisi terkait
  • tingkat status dehidrasi Anda
  • kondisi kesehatan secara menyeluruh
  • riwayat kesehatan Anda
  • usia Anda
  • kemampuan Anda untuk mentoleransi berbagai prosedur atau pengobatan
  • harapan tingkat kesembuhan kondisi Anda

Bagaimana saya bisa mencegah diare?

Meskipun diare dapat terjadi karena berbagai alasan, ada beberapa tindakan yang dapat Anda lakukan untuk mencegahnya:

  • Anda dapat menghindari diare akibat keracunan makanan dengan mencuci peralatan memasak dan bahan-bahan makanan dengan baik.
  • Sajikan makanan segera setelah menyiapkannya.
  • Dinginkan sisa makanan dengan baik.
  • Selalu mencairkan makanan beku terlebih dahulu sebelum memasaknya

Mencegah traveler’s diare

Anda dapat mencegah traveler’s diare, dengan mengambil langkah-langkah berikut saat bepergian ke negara berkembang:

  • Anda mungkin dapat berkonsultasi mengenai penggunaan antibiotik sebelum Anda pergi. Penggunaan antibiotik dapat mengurangi risiko Anda terkena diare.
  • Hindari mengkonsumsi air ledeng, es batu, dan produk segar yang mungkin dicuci dengan air keran di tempat Anda berlibur.
  • Minumlah air botolan saat berlibur.
  • Makan makanan yang dimasak saat berlibur.

Mencegah penyebaran infeksi virus atau bakteri

Jika Anda mengalami diare yang disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri, Anda dapat mencegah penyebaran infeksi tersebut kepada orang lain dengan mencuci tangan lebih sering. 

Saat Anda mencuci tangan, gunakan sabun dan cuci selama 20 detik. Gunakan hand sanitizer untuk mencuci tangan, jika cuci tangan menggunakan sabun tidak memungkinkan.

Ditinjau secara medis oleh Deborah Weatherspoon, PhD, RN, CRNA pada 7 Maret 2016 - Ditulis oleh Valencia Higuera

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Dok kenapa orang diare menyebabkan tekanan darah menurun?
Pertanyaan ini telah dijawab oleh seorang ahli medis

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit