HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
DR. SCIENTIA INUKIRANA
Ditinjau oleh
DR. SCIENTIA INUKIRANA

Bell's Palsy: Penyebab, Gejala, & Pengobatan

Dipublish tanggal: Feb 22, 2019 Update terakhir: Mar 5, 2020 Tinjau pada Mei 2, 2019 Waktu baca: 2 menit

Fenomena wajah lumpuh sebelah atau merot sebelah sering dijumpai di keseharian. Kebanyakan pasien datang dengan keluhan sebelah wajah tidak simetris ketika tersenyum atau merot, terkadang mata di sebelah sisi yang lumpuh sering mengeluarkan air mata, padahal tidak sedang menangis. Ada juga yang langsung merasa wajahnya lumpuh sebelah dan takut terkena stroke

Memang, salah satu penyebab lumpuh wajah sebelah secara mendadak salah satunya adalah stroke. Namun ada juga penyebab lainnya yaitu Bell's Palsy dan ini merupakan penyebab yang paling sering terjadi.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Apa itu Bell's Palsy?

Bell's Palsy adalah bentuk kelumpuhan wajah sementara akibat kerusakan atau trauma pada salah satu saraf wajahm yaitu saraf facialis atau saraf kranial ke 7. Saraf facial ini berjumlah dua buah dan mensyarafi wajah kanan dan kiri.

Umumnya, Bell's Palsy hanya mempengaruhi salah satu saraf wajah sehingga yang lumpuh satu sisi wajah. Namun, dalam kasus yang jarang terjadi, hal itu dapat mempengaruhi kedua belah saraf, sehingga wajah menjadi lumpuh kanan - kiri.

Gejala Bell's Palsy biasanya dimulai secara tiba-tiba dan mencapai puncaknya dalam waktu 48 jam. Gejala bervariasi dari orang ke orang dan dapat berupa keparahan dari kelemahan ringan sampai kelumpuhan total.

Gejala Bell's Palsy

Tanda dan gejala Bell's Palsy antara lain:

  • Mendadak lemah atau lumpuh pada salah satu sisi wajah mendadak, sehingga wajah menjadi merot
  • Terkulai kelopak mata (ptosis) atau sudut mulut
  • Air liur, mata atau mulut kering
  • Gangguan rasa kecap
  • Distorsi wajah signifikan
  • Kesulitan untuk menutup mata pada sisi wajah yang terlibat.
  • Masalah mata, seperti iritasi atau mata kering
  • Kehilangan kemampuan merasakan makanan
  • Nyeri rahang dan telinga
  • Mati rasa pada sisi wajah yang terkena
  • Sensitif terhadap suara pada sisi yang terkena
  • Air liur keluar tanpa disadari
  • Sakit kepala

Pengobatan Bell's Palsy

Studi terbaru menunjukkan bahwa steroid seperti prednison yang digunakan untuk mengurangi peradangan dan pembengkakan bisa menjadi pengobatan yang efektif untuk Bell's Palsy. Obat lain seperti acyclovir (yang digunakan untuk melawan infeksi virus herpes) juga mungkin memiliki beberapa manfaat dalam memperpendek perjalanan penyakit.

Analgesik seperti aspirin, parasetamol, atau ibuprofen dapat menghilangkan rasa sakit. Karena interaksi obat yang mungkin, individu harus selalu konsultasi dengan dokter sebelum meminum obat-obatan.

Terapi fisioterapi untuk merangsang saraf wajah dan membantu mempertahankan otot mungkin bermanfaat bagi beberapa individu. Penutup mata dan air mata artificial bisa digunakan untuk mencegah kekeringan mata.

Prognosis untuk individu dengan Bell's Palsy umumnya sangat baik. Tingkat kerusakan syaraf menentukan tingkat pemulihan. Dengan atau tanpa pengobatan, kebanyakan orang mulai lebih baik dalam waktu 2 minggu setelah onset awal gejala dan sembuh sepenuhnya dalam waktu 3 sampai 6 bulan.


3 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Bell's palsy: Causes, treatment, and symptoms. Medical News Today. (https://www.medicalnewstoday.com/articles/158863.php)
Bell's Palsy - What is Bell's Palsy? What Causes it?. WebMD. (https://www.webmd.com/brain/understanding-bells-palsy-basics)
Bell’s Palsy: Causes, Symptoms, Diagnosis, and More. Healthline. (https://www.healthline.com/health/bells-palsy)

Artikel ini hanya sebagai informasi awal mengenai kondisi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini
Selamat malam dokter. Ciri ciri kelumpuhan secara umum itu bagaimana
Pertanyaan ini telah dijawab oleh seorang ahli medis
Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app