HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
DR. KARTIKA MAYASARI
Ditinjau oleh
DR. KARTIKA MAYASARI

Kupas Tuntas Ciri, Penyebab dan Cara Mengobati Jerawat Batu

Jerawat batu atau cystic acne adalah jerawat yang muncul pada lapisan kulit dalam yang diakibatkan adanya penyumbatan sel kulit mati pada pori-pori kulit. Kang bakteri yang ikut terjebak dalam pori-pori kulit akan membuatnya meradang dan bahkan berisi cairan nanah.
Dipublish tanggal: Jul 25, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 4 menit
Kupas Tuntas Ciri, Penyebab dan Cara Mengobati Jerawat Batu

Pasti Anda akan merasa sangat kesal jika jerawat batu muncul di wajah Anda. Bagaimana tidak, jerawat batu dapat mengganggu penampilan dan membutuhkan proses penyembuhan yang lama. 

Selain mempunyai ukuran yang besar, jerawat batu dapat membuat kulit meradang serta menimbulkan rasa sakit dan gatal pada area yang ditumbuhi jerawat.

Iklan dari HonestDocs
Beli obat CEFSPAN 100MG CAP via HonestDocs

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Cefspan 100mg cap 1

Jerawat batu atau cystic acne adalah jerawat yang muncul pada lapisan kulit dalam yang diakibatkan adanya penyumbatan sel kulit mati pada pori-pori kulit. 

Kang bakteri yang ikut terjebak dalam pori-pori kulit akan membuatnya meradang dan bahkan berisi cairan nanah. Selain di wajah, jerawat batu juga dapat muncul di dada, pundak, punggung, atau lengan atas. 

Tapi jangan khawatir mengenai kemunculan jerawat batu karena ada cara untuk mengatasinya. Simak informasi selengkapnya di bawah ini.

Ciri-ciri jerawat batu

Produksi minyak yang berlebih pada kulit dapat menyebabkan peradangan, iritasi, dan jerawat pada kulit. Berikut ini ciri-ciri jerawat batu yang perlu Anda tahu:

  • Memiliki ukuran besar dan warna kemerahan pada kulit
  • Area jerawat kadang terasa sakit, bahkan saat tidak disentuh
  • Terdapat nanah di dalam kulit
  • Nodul terangkat ke atas
  • Menghasilkan kista dan nodul, sehingga terlihat jelas di permukaan kulit

Penyebab jerawat batu

Tidak diketahui secara pasti mengenai penyebab jerawat batu. Menurut seorang dermatologis, Post Dr. Wechsler menyebutkan bahwa munculnya jerawat batu disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon. 

Peningkatan hormon androgen dapat menyebabkan pori-pori kulit tersumbat dan menyebabkan jerawat. 

Iklan dari HonestDocs
Standard Facial 1 Kali Di Reface Clinic

Sudah termasuk cuci wajah, peeling, ekstrak komedo, dan masker.

Standard facial 1x di reface clinic

Jerawat biasanya terjadi saat wanita hamil, menjelang siklus menstruasi atau menopause, dan mengalami polycystic ovary syndrome

Selain itu, jerawat batu juga dapat terjadi pada laki-laki terutama saat masa remaja. Pasalnya hormon androgen dapat mengendalikan pertumbuhan fisik laki-laki dan menyumbat pori-pori kulit.

Selain hormon, penyebab jerawat batu adalah sebagai berikut:

  • Mempunyai riwayat keluarga dengan kulit berjerawat
  • Mudah berkeringat dan memiliki kelembaban tinggi, sehingga bakteri mudah berkembang
  • Salah memilih produk perawatan kulit
  • Menggunakan obat dan bahan kimia seperti lithium, phenytoin, isoniazid, dan kortikosteroid
  • Terjadi iritasi kulit

Cara mengobati jerawat batu

Apabila jerawat batu Anda mengalami peradangan yang cukup parah, sebaiknya Anda segera berkonsultasi dengan dermatologis atau dokter spesialis kulit supaya Anda mendapatkan penanganan yang tepat. 

Berikut ini obat-obatan yang dapat membantu mengatasi jerawat batu:

1. Antibiotik

Obat antibiotik dapat membantu mengurangi peradangan pada jerawat dengan cara membunuh bakteri. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Antibiotik via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 24

Biasanya antibiotik akan diresepkan oleh dokter dalam bentuk tablet, dengan jenis dan dosis berdasarkan usia, jenis dan kondisi jerawat Anda. Salah satu antibiotik untuk jerawat yaitu clindamycin.

2. Asam salisilat dan asam azelaic

Kedua obat ini juga mempunyai sifat antibakteri, sehingga mampu mencegah terjadinya penyumbatan pada folikel rambut yang bisa sebabkan jerawat.

3. Isotretinoin

Obat ini akan diresepkan ketika benzoyl peroxide atau clindamycin sudah tidak mampu mengatasi jerawat batu. Isotretinoin berfungsi menekan produksi kelenjar minyak di kulit dan mengurangi peradangan. 

Sebelum menggunakan obat ini, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu karena obat ini mempunyai efek samping yang serius.

4. Spironolactone

Obat ini dapat membantu menghambat produksi hormon androgen pada kelenjar kulit. Spironolactone akan diresepkan jika pengobatan antibiotik oral tidak bekerja.

5. Krim, lotion, gel, atau obat oles yang mengandung retinoid

Umumnya dokter akan meresepkan obat-obatan jenis krim, lotion, gel, atau obat oles yang mengandung retinoid guna mengobati jerawat Anda. Obat oles ini dapat mengatasi pori-pori yang tersumbat dan sebagai obat antibiotik.

6. Pil kontrasepsi

Beberapa jenis pil KB juga dapat digunakan untuk mengobati jerawat pada wanita. Tetapi, sebaiknya pengobatan juga tetap dilakukan bersamaan dengan obat jerawat lainnya.

Selain obat-obatan, ada beberapa jenis terapi yang bisa Anda lakukan untuk mengobati jerawat batu, seperti:

  1. Mengeluarkan komedo hitam dan putih dengan alat khusus.
  2. Suntikan kortikosteroid langsung ke jerawat guna mengurangi peradangan dan rasa sakit.
  3. Peeling dengan bahan kimia seperti asam salisilat.
  4. Terapi laser dan fotodinamik.

Cegah jerawat batu dengan menerapkan gaya hidup berikut ini

Mengkonsumsi obat-obatan dan melakukan terapi khusus untuk jerawat tidak semerta-merta mampu mencegah jerawat batu datang kembali. Perawatan yang Anda lakukan juga harus didukung dengan menjaga gaya hidup berikut ini:

  1. Hindarilah makanan yang berbahan susu, kafein, dan coklat. Sebaiknya Anda mengkonsumsi makanan yang mempunyai kandungan serat tinggi yang bisa berdampak pada kesehatan kulit, serta mengkonsumsi makanan yang mengandung gula alami.
  2. Lakukan olahraga secara teratur. Banyak sekali manfaat yang Anda peroleh jika rajin berolahraga seperti, hilangnya racun dan lemak dalam tubuh, serta mengurangi tingkat stres.
  3. Cuci wajah Anda dua kali sehari. Pilihlah sabun muka yang cocok dengan jenis kulit Anda dan tetap jaga kebersihan.
  4. Tidur yang cukup dan teratur. Tubuh membutuhkan waktu sedikitnya 5 jam atau lebih untuk mendetoksifikasi racun-racun dalam tubuh Anda. Selain itu, kurang tidur juga bisa menyebabkan hormon Anda menjadi kacau.
  5. Jangan terlalu stres. Cobalah untuk berpikir lebih santai, karena stres bisa picu munculnya jerawat batu.
  6. Gunakan tabir surya saat Anda beraktivitas di luar ruangan.
  7. Hindari kebiasaan memencet jerawat.
  8. Perhatikan apa saja yang sering bersentuhan dengan wajah Anda seperti bantal, ponsel, kerudung, helm, dan handuk. Pastikan Anda selalu menjaga kebersihan benda-benda tersebut.

3 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
13 Powerful Home Remedies for Acne. Healthline. (https://www.healthline.com/nutrition/13-acne-remedies)
Acne: Causes, treatment, and tips. Medical News Today. (https://www.medicalnewstoday.com/articles/107146.php)
Acne Treatment & Medication for Pimples, Blackheads, & Whiteheads. WebMD. (https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/acne/understanding-acne-treatment)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app