Asam Salisilat : Manfaat, Efek Samping, dan Dosis

Update terakhir: Mar 12, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 292.043 orang

Apa itu Asam Salisilat?

Asam salisilat merupakan senyawa yang bersifat keratolitik yaitu zat yang dapat menghilangkan lapisan keratin di luar kulit dan dapat menghilangkan kelebihan sel kulit yang mati yang dihasilkan oleh lapisan epidermis. 

Asam salisilat ini dapat digunakan untuk membantu menghilangkan kullit menebal, keras, bersisik, kutil, kapalan, psoriasis, ketombe, jerawat, seborrhea, dan kurap. 

Asam salisilat ini banyak digunakan dalam berbagai bentuk sediaan topikal dan juga banyak diformulasikan dengan berbagai zat seperti, sulfur, charcoal, zinc, dll.

Cara kerja Asam Salisilat

Asam salisilat sebagai keratolitik bekerja dengan meningkatkan jumlah kelembapan di kulit dan melarutkan substansi yang menyebabkan sel-sel kulit saling menempel, sehingga asam salisilat dapat lebih mudah melepaskan sel-sel kulit. 

Sifat keratolitik ini akan bekerja pada asam salisat dengan konsentrasi 3-6%, namun apabila konsentrasi >6% dapat bersifat destruktif, dan konsentrasi 6-60% digunakan untuk menghilangkan kutil dalam pengobatan psoriasis dan gangguan keratosis lainnya. Asam salisilat ini diabsorbsi di kulit dengan puncak waktu plasma selama 5 jam.

Manfaat dan efek samping Asam salisilat

Asam salisilat ini dapat digunakan untuk membantu menghilangkan kullit menebal, keras, bersisik, kutil, kapalan, psoriasis, ketombe, jerawat, seborrhea, dan kurap. 

Efek samping nya antara lain dapat menyengat atau membakar kulit, pusing, sakit kepala, bunyi berdenging pada telinga, kebingungan mental, iritasi pada jaringan normal di tempat paparan, dan napas berlebihan. 

Efek samping ini jarang terjadi, namun apabila merasakan efek samping seperti yang terdaftar hentikan penggunaan dan hubungi petugas medis jika diperlukan. Asam salisilat ini dikontraindikasikan pada pasien yang memiliki reaksi hipersensitivitas terhapa asam salisilat.  

Perhatian, asam salisilat ini hanya digunakan untuk penggunaan topikal atau luar dan hindari kontak dengan mata. Asam salisilat disarankan untuk tidak digunakan pada anak dibawah 2 tahun. 

Disarankan tidak digunakan tanpa saran dokter untuk penggunaan pada wanita hamil dan menyusui, diabetes mellitus, atau penyakit pada sirkulasi darah.

Dosis Asam Salisilat

Sebelum menggunakan asam salisilat, kulit dihidrasi dengan berendam dalam air hangat selama 5 menit, kemudian gunakan kain, sikat, atau ampelas untuk melonggarkan jaringan kulit kering secara menyeluruh.

Bentuk sediaan cairan (27,5%) digunakan dengan terlebih dahulu melindungi kulit yang tidak terkena di sekitarnya dengan petrolatum atau dikenal dengan brand Vaseline®. Kemudian, cairan asam salisilat dioleskan ke setiap kutil dan biarkan mengering. Ulangi pengolesan 1-2x sehari hingga 6 minggu.

Bentuk sediaan cairan (17%) atau gel digunakan dengan membersihkan terlebih dahulu area kulit yang kering kemudian dioleskan setiap kutil dan biarkan mengering. Digunakan 1-2x sehari hingga 12 minggu.

Bentuk sediaan gel (6%) dioleskan pada kulit yang bermasalah 1x sehari, lebih baik digunakan pada malam hari dan dibilas pada pagi hari. Bentuk sediaan asam salisilat berbentuk busa digunakan dengan cara digosokkan pada kulit sampai benar-benar terserap dan digunakan 2x sehari

Bentuk sediaan asam salisilat patch (15%) digunakan dengan menempelkan patch langsung di atas area kulit yang terkena, sedangkan patch (40%) dibiarkan di tempat selama 48 jam dan dapat diulang penggunaannya hingga 12 minggu.

Bentuk sediaan plester digunakan tergantung dari aturan pakai yang tertera pada produk. Bentuk sediaan salep (3%) digunakan dengan mengoleskan pada plak atau sisik pada kulit tiap 6 jam (tidak digunakan pada kulit kepala atau wajah).

Bentuk sediaan krim (2,5%) digunakan dengan mengoleskan pada area kulit yang bermasalah tiap 6-8 jam, dapat dibiarkan dalam semalam tergantung pada produk. Bentuk sediaan bedak tabur digunakan dengan mengoleskan bedak tabur pada area kulit yang bermasalah, kemudian didiamkan.

Bentuk sediaan shampo (1,8-3%) digunakan dengan memijat produk ke rambut basah atau area kulit yang bermasalah dan biarkan selama beberapa menit. Setelah dirasa cukup, bilas sampai bersih. Shampo asam salisilat ini dapat digunakan 2-3x seminggu atau seperti yang diarahkan oleh professional kesehatan, dapat juga dibiarkan dalam semalam tergantung produk yang digunakan.

Asam salisilat ini disimpan pada tempat yang sejuk (15-30oC) dan kering, hindari panas dan cahaya langsung, serta jauhkan dari jangkauan dan penglihatan anak-anak untuk keamanan.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit