Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Doctor men
Ditinjau oleh
DR SCIENTIA INU KIRANA

Disfungsi Ereksi - Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Update terakhir: SEP 22, 2019 Tinjau pada SEP 22, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 920.613 orang

Impotensi, juga dikenal sebagai disfungsi ereksi, adalah ketidakmampuan untuk mendapatkan atau mempertahankan ereksi. Kondisi ini bisa terjadi pada pria pada berbagai usia dan merupakan temuan abnormal.

Risiko impotensi dapat meningkat seiring bertambahnya usia, tetapi usia bukan berarti faktor utama yang menyebabkan impotensi. Sebaliknya, itu disebabkan oleh masalah utama yang mendasari. Kondisi medis tertentu seperti obat-obatan, trauma, dan pengaruh lingkungan luar dapat berkontribusi terhadap impotensi.

Gejala impotensi

Gejala utama impotensi adalah ketidakmampuan mempertahankan ereksi. Ini bersifat sementara dalam kebanyakan kasus. Namun, impotensi dapat berdampak negatif pada kehidupan seks. Ini terjadi ketika seorang pria tidak dapat mempertahankan ereksi cukup lama untuk melanjutkan hubungan seksual.

Gejala psikologis dapat terjadi jika seorang pria merasa dia tidak memuaskan pasangannya. Gejala-gejala ini termasuk harga diri rendah dan depresi. Ini dapat menyebabkan impotensi menjadi lebih buruk.

Dalam beberapa kasus, kondisi medis yang mendasarinya, seperti diabetes atau tekanan darah tinggi, dapat menyebabkan impotensi. Gejala-gejala dari kondisi mungkin hadir bersama dengan impotensi.

Penyebab impotensi

Semua pria akan mengalami impotensi pada titik tertentu dalam hidup mereka. Ini mungkin hasil dari penyebab fisik atau psikologis. Terkadang, masalah fisik dan psikologis dapat menyebabkan impotensi.

Penyebab paling umum termasuk:

  • konsumsi alkohol yang berlebihan
  • menekankan
  • kelelahan
  • kegelisahan

Meskipun impotensi dapat memengaruhi pria yang lebih muda, itu lebih umum pada pria dewasa setengah baya dan lebih tua. Para peneliti percaya bahwa stres memainkan peran utama dalam kasus impotensi yang berkaitan dengan usia.

Salah satu penyebab impotensi terkait usia yang paling umum adalah aterosklerosis. Kondisi ini disebabkan oleh penumpukan plak di arteri. Penumpukan membuat darah sulit mengalir ke seluruh tubuh. Kurangnya aliran darah ke penis dapat menyebabkan impotensi. Inilah sebabnya mengapa impotensi adalah tanda aterosklerosis nomor satu pada pria.

Penyebab fisik lainnya untuk impotensi pada pria dewasa yang lebih tua termasuk:

  • diabetes
  • kegemukan
  • kelainan tiroid
  • kelainan ginjal
  • gangguan tidur
  • kerusakan pembuluh darah
  • kerusakan saraf
  • tekanan darah tinggi
  • kolesterol Tinggi
  • testosteron rendah
  • trauma atau pembedahan sumsum tulang belakang atau sumsum tulang belakang
  • penggunaan tembakau
  • alkohol
  • obat resep tertentu, termasuk antidepresan dan diuretik

Selain penyebab fisik, berbagai masalah psikologis dapat menyebabkan impotensi pada pria dewasa atau yang lebih tua, diantaranya:

  • depresi
  • kegelisahan
  • merasa tertekan
  • masalah hubungan

Mendiagnosis impotensi

Dokter Anda mungkin dapat mendiagnosis impotensi dengan memeriksa riwayat medis dan melakukan pemeriksaan fisik. Pastikan untuk mendiskusikan segala kondisi medis yang mungkin Anda alami dengan dokter Anda. Membagi riwayat kesehatan Anda dengan dokter dapat membantu mereka menentukan penyebab impotensi Anda.

Penting juga untuk memberi tahu dokter Anda jika Anda minum obat apa pun. Beri tahu mereka nama obatnya, berapa banyak yang Anda minum, dan kapan Anda mulai meminumnya. Beri tahu dokter Anda jika Anda pertama kali mengalami impotensi setelah minum obat tertentu.

Selama pemeriksaan fisik, dokter Anda akan memeriksa secara visual penis Anda untuk setiap penyebab eksternal untuk impotensi Anda. Penyebab eksternal dapat mencakup trauma atau lesi akibat infeksi menular seksual (IMS).

Jika dokter Anda mencurigai ada penyebab yang mendasari kondisi Anda, mereka akan melakukan berbagai tes. Misalnya, dokter Anda akan memerintahkan tes darah untuk memeriksa kadar glukosa darah Anda. Ini akan menunjukkan kepada mereka jika diabetes yang harus disalahkan. Tes lain tersebut diantaranya: 

  • tes darah untuk memeriksa kadar testosteron rendah, kadar lipid, dan kondisi lainnya
  • EKG (elektrokardiogram) untuk mendeteksi masalah jantung
  • USG untuk mencari masalah dengan aliran darah
  • tes urin untuk menentukan kadar gula darah

Mengobati impotensi

Setelah penyebab yang mendasari impotensi diobati, impotensi biasanya mereda. Jika perlu, dokter Anda akan memberitahukan obat mana yang tepat untuk Anda. Ada beberapa obat oral yang dapat membantu mengobati impotensi.

Ini termasuk sildenafil (Viagra) dan tadalafil (Cialis). Mereka dirancang untuk membantu pria mencapai atau mempertahankan ereksi. Namun, pria dengan kondisi medis serius, seperti penyakit jantung, tidak dapat minum obat ini. Pria yang mengonsumsi obat-obatan tertentu juga harus menghindarinya.

Dokter Anda mungkin menyarankan pilihan perawatan lain jika Anda tidak dapat minum obat oral untuk impotensi. Alternatif ini termasuk alat bantu mekanis, seperti pompa penis atau implan penis. Dokter Anda akan menjelaskan cara menggunakan perangkat ini.

Impotensi juga bisa merupakan hasil dari pilihan gaya hidup, jadi Anda mungkin ingin mempertimbangkan untuk melakukan perubahan pada gaya hidup Anda. Perubahan tersebut antara lain:

  • berhenti merokok
  • menghindari penggunaan narkoba
  • mengurangi konsumsi alkohol
  • berolahraga setidaknya tiga kali seminggu
  • menjaga berat badan yang sehat

Selain membantu mencegah impotensi, penyesuaian gaya hidup juga dapat mengurangi risiko komplikasi kesehatan di masa depan.

Metode menghilangkan stres, seperti meditasi dan terapi, mungkin juga berguna dalam mengobati impotensi yang disebabkan oleh stres. Pastikan Anda banyak tidur dan berolahraga untuk membalikkan impotensi terkait stres.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit