Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Doctor men
Ditinjau oleh
DR VINA SETIAWAN

Sindrom Cushing

Update terakhir: SEP 22, 2019 Tinjau pada SEP 22, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 1.353.835 orang

Sindrom Cushing adalah salah satu masalah kesehatan dimana terjadi peningkatan hormon kortisol pada tubuh dalam jangka waktu yang lama atau dapat juga terjadi secara tiba – tiba. 

Sindrom Cushing dapat disebut juga dengan Hiperkortisol. Perlu diketahui bahwa, hormon kortisol adalah salah satu hormon dari tubuh manusia, yang memiliki banyak fungsi, yaitu sebagai pengaturan sekaligus pengendalian kondisi stress, kontrol suasana hati maupun rasa takut, serta berperan juga dalam kasus hipertensi, diabetes mellitus tipe 2, dan reaksi peradangan.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat GRATIS Ongkir via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir minimal belanja Rp50.000.

Iklan obat

Penyebab

Kortisol, adalah hormon diproduksi oleh kelenjar adrenal, memainkan berbagai peran dalam tubuh manusia. Namun, ketika tingkat kortisol terlalu tinggi di tubuh, Anda mungkin terjangkit Sindrom Cushing. 

Terdapat 2 faktor yang menyebabkan kondisi tingginya hormon kortisol dalam tubuh, yaitu faktor dari luar (sindrom Cushing eksogen), atau faktor dari dalam (sindrom Cushing endogen).

Sindrom Cushing eksogen biasanya disebabkan oleh penggunaan obat – obatan golongan kortikosteroid seperti obat prednisone, dalam dosis tinggi dan jangka panjang.

Sedangkan, sindrom Cushing endogen disebabkan oleh tingginya hormon adrenokortikotropik (ACTH) dalam tubuh manusia. ACTH adalah hormon yang fungsinya mengatur pembentukan hormon kortisol dan dihasilkan oleh kelenjar hipofisis. 

Bila ACTH mengalami peningkatan, maka dapat membuat kelenjar adrenal menghasilkan lebih banyak kortisol. Hal ini dapat terjadi pada kasus – kasus, seperti adanya tumor penghasil ACTH, Familial Cushing Syndrome, dan tumor pada kelenjar hipofisis atau pituitari.

Tanda dan Gejala

Tanda dan gejala pada kondisi ini dapat muncul bervariasi tergantung dari seberapa tinggi hormon kortisol pada tubuhnya, secara umum, yaitu:

  • Moon face / penumpukan jaringan lemak pada area wajah
  • Buffalo hump / penumpukan jaringan lemak pada bahu
  • Munculnya striae pada kulit lengan, payudara, perut, paha
  • Merasakan kelemahan pada tubuhnya / lemas
  • Timbul jerawat
  • Kulit menjadi mudah memar
  • Peningkatan berat badan
  • Gangguan cemas
  • Hipertensi / tekanan darah tinggi
  • Nyerigt;kepala
  • Gangguan dalam pertumbuhan anak 
  • Gangguan kognitif 
  • Pengeroposan tulang
  • Lemah otot 
  • Luka tidak cepat sembuh, baik pada luka infeksi, atau luka akibat cedera / trauma
  • Mudah marah
  • Pada wanita dapat mengalami gangguan siklus haid
  • Pada pria bisa mengalami disfungsi seksual, serta penurunan libido

Tanda dan gejala tersebut dapat muncul berbeda pada setiap individu, dan tidak semua tanda – gejala ini dapat dirasakan pada setiap orang yang mengalami kondisi sirosis.

Pemeriksaan

Sindrom Cushing merupakan kondisi yang sebaiknya tidak diremehkan dan dapat diperiksakan secara langsung ke dokter untuk dapat memastikan apakah sumber penyebab masalah kesehatan tersebut yang mendasarinya. 

Berikut adalah beberapa pemeriksaan yang mungkin dapat dilakukan seorang dokter bila Anda mengalami kondisi ini, yaitu:

  • Pemeriksaan fisik.
    Pemeriksaan fisik yang biasa dilakukan adalah tanda – tanda vital, termasuk pemeriksaan fisik terkait.
  • Pengukuran hormon kortisol.
    Pemeriksaan ini dapat mengambil sampel urin, darah, ataupun air liur dari pasien suspect Sindrom Cushing.
  • Computerized tomography (CT) scan, Magnetic resonance imaging (MRI).
    CT scan atau MRI dapat membantu dokter dalam menunjukkan adanya tumor pada kelenjar adrenal atau kelenjar hipofisis.
  • Pemeriksaan dan pengukuran ACTH.
    Membantu dalam mencari sumber masalah dari kondisi Sindrom Cushing apakah terkait dengan gangguan kelenjar hipofisis atau yang lain.

Anda tidak perlu khawatir dulu mengenai pemeriksaan apa dan mana sajakah yang akan dijalani. Tentunya, pemeriksaan yang nantinya direkomendasikan pada saat pemeriksaan langsung dengan dokter akan disesuaikan dengan kondisi Anda.

 Pengobatan

Terdapat beberapa pilihan terapi pada pasien dengan Sindrom Cushing yang mungkin akan direkomendasikan oleh dokter, yaitu:

  • Obat – obatan.
    Obat – obatan dapat digunakan pada awal terapi atau bisa juga apabila dengan terapi lainnya mengalami kegagalan. Berbagai pilihan obat yang dapat digunakan antara lain seperti obat pasireotide, yang berfungsi menurunkan kadar ACTH akibat tumor di kelenjar hipofisis. Dalam membantu mengontrol kadar kortisol di kelenjar adrenal, jenis obat yang umumnya digunakan adalah ketoconazole, mitotane, dan metyrapone. 
    Penderita Sindrom Cushing yang memiliki penyakit tambahan diabetes mellitus, umumnya dokter akan menggunakan mifepristone, serta obat lainnya yang terkait sesuai dengan hasil pemeriksaan Anda.
  • Operasi.
    Bila Sindrom Cushing disebabkan oleh tumor, maka dokter akan melakukan bedah invasif pengangkatan tumor, baik pada area kelenjar hipofisis, kelenjar adrenal, pankreas, atau – pun paru-paru.
  • Radioterapi.
    Dokter dapat saja melakukan pilihan terapi ini bila dinyatakan masih ada sisa tumor pada paska operasi.
  • Pengurangan pemakaian kortikosteroid.
    Metode ini dapat digunakan pada pasien yang menggunakan kortikosteroid sebagai pilihan terapi jangka panjangnya.

Pencegahan

Cara pencegahan dari kondisi ini secara umum sebaiknya adalah dengan cara:

  • Makan makanan bergizi seimbang
  • Kurangi makanan berlemak / bersantan / berminyak
  • Minum air 2 – 3 L dalam sehari
  • Dapat melakukan olahraga secara rutin dan teratur
  • Sebaiknya hindari konsumsi alkohol / rokok / kafein
  • Hindari kondisi stres
  • Menjaga tekanan darah dan kadar glukosa dalam darah dalam batasan stabil serta baik
  • Dapat melakukan medical check – up secara rutin berguna untuk screening kesehatan Anda

Jangan ragu untuk menemui dokter terdekat bilamana kondisi tidak membaik atau menyebabkan rasa ketidak-nyamanan dalam diri Anda.


Referensi

American Association of Neurological Surgeons (2018). Cushing Syndrome/Disease.

Castinetti, et al. (2012). Cushing’s Disease. Orphanet Journal of Rare Diseases, doi: 10.1186/1750-1172-7-41.

Kahn, A. Healthline (2017). Cushing Syndome: Causes and Symptomps.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit