Kekurangan Hormon Pertumbuhan - Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Update terakhir: Apr 19, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 1.009.907 orang

Kekurangan hormon pertumbuhan / Growth Hormone Deficiency (GHD) terjadi ketika kelenjar hipofisis tidak menghasilkan hormon pertumbuhan yang cukup. GHD lebih sering terjadi pada anak-anak daripada orang dewasa.

Kelenjar hipofisis adalah kelenjar kecil seukuran kacang polong yang terletak di pangkal tengkorak dan menghasilkan delapan hormon. Beberapa hormon ini mengontrol aktivitas tiroid dan suhu tubuh.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat GRATIS Ongkir via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir minimal pembelanjaan Rp50.000.

Medicine delivery 01

GHD terjadi pada sekitar 1 dari 7.000 kelahiran. Kondisi ini juga merupakan gejala dari beberapa penyakit genetik, termasuk sindrom Turner dan sindrom Prader-Willi. Pada kondisi yang jarang terjadi, GHD juga bisa terjadi pada orang dewasa.

Anda mungkin merasa khawatir jika anak Anda tidak memenuhi standar pertumbuhan tinggi dan berat badan. Namun Anda tidak perlu khawatir, kekurangan hormon pertumbuhan dapat diobati.

Anak-anak yang didiagnosis sejak dini biasanya memiliki tingkat kesembuhan yang sangat baik. Jika tidak diobati, kondisi ini dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan dan pubertas yang tertunda.

Apa penyebab kekurangan hormon pertumbuhan?

Kekurangan hormon pertumbuhan adalah kondisi yang biasanya merupakan kondisi bawaan lahir. Anak-anak yang lahir dengan sindrom Turner, sindrom Prader-Willi atau anak-anak dengan bibir sumbing sering memiliki kelenjar hipofisis yang kurang berkembang, sehingga lebih mungkin untuk mengalami GHD.

GHD juga dapat disebabkan oleh tumor di otak. Tumor ini biasanya terletak di lokasi kelenjar pituitari atau daerah hipotalamus terdekat dari otak.

Pada anak-anak dan orang dewasa, cedera kepala serius, infeksi, dan perawatan radiasi juga dapat menyebabkan GHD. Ini disebut mengakuisisi kekurangan hormon pertumbuhan (AGHD).

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat GRATIS Ongkir via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir minimal pembelanjaan Rp50.000.

Medicine delivery 01

Gejala defisiensi hormon pertumbuhan

Anak-anak dengan GHD biasanya akan lebih pendek dari teman sebayanya dan memiliki wajah yang lebih muda dan bulat. Mereka mungkin juga gemuk di sekitar perut, meskipun proporsi tubuh mereka normal.

Jika GHD berkembang di kemudian hari dalam kehidupan seorang anak, seperti akibat cedera otak atau tumor, gejala utamanya adalah pubertas yang tertunda. Dalam beberapa kasus, perkembangan seksual dapat terhenti.

Kebanyakan remaja dengan GHD akan mengalami masalah sosial dan psikologis karena keterlambatan perkembangan seperti perawakan pendek dan perkembangan yang lambat. Misalnya, tidak berkembangnya payudara pada wanita dan suara pria yang tidak berubah pada tingkat yang sama dengan teman sebaya mereka.

Berkurangnya kekuatan tulang juga dapat disebabkan oleh hormon pertumbuhan yang kurang memadai. terutama pada orang dewasa yang lebih tua. Orang dengan kadar hormon pertumbuhan rendah mungkin merasa lelah dan kekurangan stamina. Mereka mungkin mengalami sensitivitas terhadap suhu panas atau dingin.

Orang dewasa dengan AGHD biasanya memiliki kadar lemak tinggi dan kolesterol tinggi dalam darah dan. Ini bukan karena pola makan yang buruk, melainkan karena perubahan metabolisme tubuh yang disebabkan oleh rendahnya tingkat hormon pertumbuhan. Orang dewasa dengan AGHD memiliki resiko lebih besar menderita diabetes dan penyakit jantung.

Bagaimana mencegah terjadinya kekurangan hormon pertumbuhan?

Sebagian besar kasus GHD disebabkan oleh faktor keturunan. Anda tidak dapat mencegah terjadinya GHD, tetapi Anda dapat mencegah kondisi ini menghambat tumbuh kembang anak Anda. Kondisi GHD yang dideteksi sejak dini dan menjalani perawatan segera memiliki tingkat kesembuhan yang cukup baik.

Apa upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi kekurangan hormon pertumbuhan?

Diagnosa

Jika Anda merasa pertumbuhan anak Anda tidak maksimal, segera periksakan anak Anda ke dokter. Dokter akan melakukan sejumlah tes yang dapat mengkonfirmasi diagnosis jika anak Anda mengalami GHD.

  • Tes darah dapat mengukur hormon pertumbuhan dalam tubuh.
  • Pemeriksaan X-ray dari tangan anak Anda dapat menunjukkan tingkat pertumbuhan tulang mereka.
  • Tes fungsi ginjal dan tiroid dapat menentukan bagaimana tubuh memproduksi dan menggunakan hormon.

Jika dokter Anda mencurigai adanya tumor atau kerusakan lain pada kelenjar pituitari, pemindaian pencitraan MRI dapat memberikan tampilan rinci di dalam otak dan menentukan apakah kondisi ini disebabkan oleh penyakit lain yang memiliki gejala yang serupa. Pemeriksaan dapat menentukan apakah kondisi hipofisis merupakan kondisi bawaan atau disebabkan oleh cedera atau tumor.

Pengobatan kekurangan hormon pertumbuhan

Sejak pertengahan tahun 1980-an, hormon pertumbuhan sintetis telah digunakan dengan sukses untuk mengobati anak-anak dan orang dewasa yang mengalami GHD. Sebelum hormon pertumbuhan sintesis, hormon pertumbuhan alami dari mayat digunakan untuk pengobatan.

Hormon pertumbuhan diberikan melalui suntikan, biasanya ke dalam jaringan lemak tubuh, seperti bagian belakang lengan, paha, atau bokong. Namun terapi ini memiliki efek samping yang meliputi:

  • kemerahan di tempat suntikan
  • sakit kepala
  • sakit pinggul
  • lengkung tulang belakang (skoliosis)

Dalam kasus yang jarang terjadi, suntikan hormon pertumbuhan jangka panjang dapat berkontribusi pada perkembangan diabetes, terutama pada orang dengan riwayat keluarga yang memiliki penyakit diabetes.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Bolehkah lompat tali menambah ketinggian kanak kanak ?
Pertanyaan ini telah dijawab oleh seorang ahli medis

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit