Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Doctor men
Ditinjau oleh
VINA SETIAWAN

Skoliosis: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Update terakhir: DEC 12, 2019 Tinjau pada DEC 12, 2019 Waktu baca: 5 menit
Telah dibaca 1.765.173 orang

Pernahkah Anda memperhatikan bentuk tulang punggung Anda? Jika tidak, perhatikanlah bentuk tulang punggung Anda. Jika Anda merasa atau mendapati tulang punggung Anda sedikit melengkung seperti huruf “C” atau “S”, segeralah berkonsultasi dengan dokter. Mungkin saja Anda mengalami kelainan pada rangka tubuh Anda atau yang biasa disebut dengan skoliosis.

Tahukah Anda apa itu skoliosis? Atau pernahkah Anda melihat seseorang dengan kelainan bentuk tulang punggung seperti bentuk huruf “S”? Perubahan bentuk tulang belakang pada orang yang memiliki kelainan skoliosis biasanya terjadi sangat lambat sehingga banyak orang tidak menyadari dirinya memiliki skoliosis. Dan mereka umumnya baru mengetahui setelah skoliosis terjadi lebih parah.

Iklan dari HonestDocs
Beli BLACKMORES CELERY 7000 via HonestDocs

Blackmores Celery dapat digunakan untuk kesehatan sendi dan meredakan sakit akibat arthirits, encok dan rematik. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Blackmores celery 7000 120 1

Untuk itu, Anda mungkin perlu memperhatikan setiap perubahan pada tulang Anda, khususnya bagian tulang belakang. Melalui artikel Honestdocs berikut ini akan dibahas lebih detail tentang pengertian skoliosis, penyebab, gejala, dan cara mengobatinya.

Apa skoliosis itu?

Skoliosis adalah kelainan atau bentuk abnormal pada tulang belakang manusia. Biasanya skoliosis berbentuk melengkung seperti huruf “S” atau “C”. Pada kondisi skoliosis yang parah, biasanya keluhan utama yang timbul antara lain adalah nyeri punggung dan terganggunya aktivitas sehari-hari. Risiko skoliosis dua kali lebih besar terjadi pada wanita dibandingkan pria.

Skoliosis adalah kelainan tulang yang umumnya terjadi akibat faktor turunan atau bawaan, di mana orang-orang yang mengalami skoliosis lebih mungkin memiliki anak-anak dengan kondisis skoliosis juga. Kondisi ini juga lebih sering terjadi pada usia anak-anak sebelum masa pubertas dengan kisaran usia 10-15 tahun.

Jika skoliosis pada anak-anak dibiarkan, lengkungan pada tulang belakang dapat memburuk keadaan dan mengakibatkan gangguan pernapasan serta timbulnya rasa nyeri. Oleh karena itu, jika merasa sakit pada tulang belakang segeralah memeriksakan diri ke dokter sehingga skoliosis dapat terdeteksi lebih awal dan mendapatkan perawatan yang tepat.

Mengenai skoliosis

Penyebab skoliosis

Secara umum, lebih dari 85% kasus skoliosis tidak diketahui penyebab pastinya. Skoliosis yang tidak diketahui penyebab pastinya disebut dengan skoliosis idiopatik. Skoliosis idiopatik ini tidak dapat dicegah dan tidak dipengaruhi oleh faktor usia, olahraga, maupun postur tubuh. 

Namun terdapat banyak penyebab skoliosis pada usia muda, termasuk kelainan tulang belakang bawaan (kelainan yang dijumpai pada saat lahir, baik diturunkan ataupun disebabkan oleh faktor lingkungan), kondisi genetik, serta masalah neuromuskular (skoliosis yang disebabkan oleh masalah pada kendali saraf dan otot).

Iklan dari HonestDocs
Beli BLACKMORES CELERY 7000 via HonestDocs

Blackmores Celery dapat digunakan untuk kesehatan sendi dan meredakan sakit akibat arthirits, encok dan rematik. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Blackmores celery 7000 120 1

Pada kasus yang jarang terjadi, tumor juga bisa menjadi penyebab skoliosis, seperti osteoid osteoma. Osteoid osteoma adalah tumor jinak yang terjadi pada tulang belakang dan menyebabkan rasa nyeri atau sakit. Akibat nyeri tersebut menyebabkan seseorang bersandar pada sisi yang berlawanan untuk mengurangi jumlah dari tekanan yang ada pada tumor. Hal ini juga dapat menjurus pada suatu kelainan bentuk tulang belakang tertentu.

Gejala skoliosis

Gejala skoliosis yang dialami cenderung bervariasi, tergantung tingkat keparahannya. Sebagian penderita skoliosis dapat mengalami rasa sakit yang menjalar ke bagian kaki, pinggul, hingga tangan. Rasa sakit tersebut dapat membaik jika penderita berbaring dengan punggung lurus atau pada salah satu sisi tubuh tertentu.

Sebagian orang dewasa yang menderita skoliosis juga dapat mengalami gejala nyeri punggung atau kesulitan bernapas. Sedangkan, gejala skoliosis pada anak biasanya tidak menyebabkan rasa sakit dan muncul secara perlahan sehingga gejalanya sering tidak diketahui dan dirasakan. Tetapi berikut ini adalah beberapa gejala skoliosis:

  • Salah satu bahu dan pinggul lebih tinggi dari yang lain
  • Kemiringan sebagian tubuh ke satu sisi tertentu
  • Adanya perubahan gaya berjalan karena pinggul tidak sejajar sehingga menyebabkan otot-otot lebih cepat lelah
  • Sulit berdiri tegak
  • Panjang kaki tidak seimbang
  • Gangguan saraf (rasa nyeri, mati rasa, dan lemas di kaki)
  • Nyeri pada punggung
  • Biasanya kepala terlihat tidak berada di tengah tubuh
  • Pinggang yang tidak seimbang
  • Sulit bernapas
  • Perubahan pada penampakan atau tekstur dari kulit pada punggung

Pencegahan skoliosis

Pendeteksian skoliosis dapat dilakukan lebih awal jika Anda merasakan sakit atau nyeri pada tulang belakang. Karena jika dibiarkan, skoliosis dapat meningkatkan risiko gangguan jantung dan paru paru, nyeri punggung kronis, kerusakan tulang belakang, dan secara tidak langsung dapat mengganggu penampilan Anda.

Sebenarnya tidak ada cara mencegah skoliosis, karena penyebab skoliosis umumnya terjadi akibat faktor genetik, tetapi untuk mencegah kelainan tulang belakang yang melengkung atau skoliosis tidak bertambah parah, Anda perlu menghindari beberapa kebiasaan buruk seperti:

Iklan dari HonestDocs
Beli BLACKMORES CELERY 7000 via HonestDocs

Blackmores Celery dapat digunakan untuk kesehatan sendi dan meredakan sakit akibat arthirits, encok dan rematik. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Blackmores celery 7000 120 1
  • Posisi duduk dengan menyilangkan kaki
  • Meletakkan dompet di salah satu saku celana bagian belakang
  • Mengangkat beban terlalu berat terutama di bagian pundak
  • Membaca dan menulis dalam posisi telungkup

Pengobatan skoliosis

Diagnosis skoliosis

  • Pemeriksaan fisik akan dilakukan oleh dokter untuk memeriksa kondisi bahu, tulang belakang, tulang rusuk, dan pinggul yang bertujuan untuk mendeteksi apakah ada kelainan dari bagian-bagian tersebut atau tidak
  • Pemeriksaan fungsi saraf untuk memeriksa kenormalan refleks tubuh, sensasi, serta kekuatan otot
  • Penggunaan X-ray untuk mendeteksi sudut lengkung pada tulang belakang dan memastikan hasil diagnosis
  • Pemeriksaan penunjang lainnya, seperti CT scan atau MRI apabila dokter mencurigai ada faktor penyebab lain seperti tumor

Bagaimana cara mengobati skoliosis?

Skoliosis yang masih dalam kategori ringan biasanya tidak memerlukan pengobatan selain pemeriksaan berkala dengan dokter karena pada umumnya skoliosis seperti ini tidak menimbulkan gejala. Untuk penderita skoliosis berat, kelelahan otot punggung dan nyeri mungkin dirasakan ketika berdiri atau duduk dalam waktu yang terlalu lama.

Namun jika kondisi memburuk maka diperlukan penggunaan kerangka penyangga (brace) untuk membantu mempertahankan posisi tulang belakang terutama pada anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan. Jika penggunaan kerangka penyangga tidak efektif, dapat dilakukan operasi untuk mengoreksi posisi tulang belakang.

Selain pemeriksaan secara berkala dan pengunaan penyangga atau brace, hal-hal lain juga dapat dilakukan untuk membantu penderita skoliosis seperti terapi fisik untuk memperkuat otot, terapi berenang, dan terapi stabilisasi persendian untuk mengurangi rasa nyeri.

Apa yang harus dilakukan untuk mengurangi nyeri pada skoliosis?

Nyeri skoliosis yang disebabkan karena telatnya perawatan dan pengobatan biasanya bisa menyebabkan nyeri pada sendi-sendi tulang. Namun beberapa penyesuaian gaya hidup juga perlu dilakukan untuk mengurangi tekanan pada kondisi skoliosis dan pada sisi-sisi sendi yang terpengaruh.

Contohnya seperti berusaha menurunkan kelebihan berat badan untuk mengurangi tekanan pada sisi-sisi sendi, penggunaan korset berbentuk rangka untuk membatasi gerakan pada bagian belakang tubuh, serta memastikan agar persendian tidak mengalami tekanan yang berlebihan.


Referensi

American Academy of Orthopaedic Surgeon (2015). Orthoinfo. Introduction to Scoliosis.

American Academy of Orthopaedic Surgeon (2015). Orthoinfo. Nonsurgical Treatment Option for Scoliosis.

American Academy of Orthopaedic Surgeon (2015). Orthoinfo. Surgical Treatment for Scoliosis

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit