Kenali Skoliosis Dari Penyebab, Gejala dan, Pengobatannya

Update terakhir: May 25, 2019 Waktu baca: 4 menit
Telah dibaca 1.119.204 orang

Pernahkah Anda memerhatikan bentuk tulang punggung Anda? jika tidak, perhatikanlah bentuk tulang punggung Anda saat ini, jika Anda merasa atau mendapati tulang punggung Anda sedikit melengkung seperti huruf “C” atau “S”, segera lah Anda konsultasikan ke dokter. Mungkin saja Anda mengalami kelainan pada rangka tubuh Anda atau yang biasa disebut dengan Skoliosis.

Tahukah Anda apa itu skoliosis? Atau pernahkah Anda melihat seseorang dengan kelaian bentuk tulang punggung seperti bentuk huruf “S”? Perubahan bentuk tulang belakang pada orang dengan skoliosis biasanya terjadi sangat lambat sehingga banyak orang tidak menyadari dirinya memiliki skoliosis. Dan, baru mengetahuinya setelah skoliosis terjadi lebih parah. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01

Untuk itu, Anda mungkin perlu memperhatikan setiap perubahan pada tulang Anda, khususnya tulang belakang. Berikut artikel ini akan membahas lebih detail lagi tentang apa itu skoliosis, penyebabnya dan cara mengatasinya. Selamat membaca.

Apa sih skoliosis itu?

Skoliosis merupakan kelainan atau bentuk abnormal pada tulang belakang manusisa. Biasanya skoliosis berbentuk melengkung seperti huruf “S” atau “C”. Pada kondisi skoliosis yang parah, biasanya keluhan utama yang timbul antara lain adalah nyeri punggung dan terganggunya aktifitas sehari-hari. Terjadinya skoliosis kira-kira dua kali lebih umum pada anak-anak perempuan daripada anak-anak lelaki. 

Skoliosis umumnya adalah kelainan tulang turunan atau warisan dimana orang-orang dengan skoliosis lebih mungkin mempunyai anak-anak dengan skoliosis juga.  Kondisi ini juga lebih sering terjadi pada anak-anak sebelum masa pubertas dengan kisaran usia 10 hingga 15 tahun

Skoliosis pada anak-anak, jika dibiarkan, lengkungan pada tulang belakang dapat memburuk dan mengakibatkan sulit pernapasan serta rasa nyeri. Oleh karena itu diperlukan tindak lanjut sesegera mungkin setelah skoliosis dideteksi.

Penyebab Skoliosis

Apa penyebab terjadinya skoliosis?

Pada umumnya lebih dari 85% kasus skoliosis tidak diketahui penyebab pastinya. Skoliosis yang tidak diketahui penyebab pastinya disebut dengan skoliosis idiopatik. Skoliosis idiopatik ini tidak dapat dicegah, dan tidak dipengaruhi oleh faktor usia, olahraga, maupun postur tubuh.

Namun terdapat banyak penyebab skoliosis pada usia muda, termasuk kelainan tulang belakang bawaan (kelainan yang dijumpai pada saat lahir, baik diturunkan ataupun disebabkan oleh lingkungan), kondisi genetik dan masalah neuromuskular (skoliosis yang disebabkan oleh masalah pada kendali saraf dan otot). 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01

Pada kasus yang jarang, tumor juga bisa menjadi penyebab dari skoliosis, seperti osteoid osteoma. Osteoid sarcoma adalah tumor jinak yang dapat terjadi pada tulang belakang dan menyebabkan nyeri atau sakit. Nyeri menyebabkan orang-orang untuk bersandar pada sisi yang berlawanan untuk mengurangi jumlah dari tekanan yang ada pada tumor. Hal ini juga dapat menjurus pada suatu kelainan bentuk tulang belakang.

Apa saja gejala- gejala dari skoliosis?

Adapun beberapa gejala-gejala yang dapat terlihat dari skoliosis antara lain adalah sebagai berikut: 

  • Salah satu bahu dan pinggul lebih tinggi dari yang lain
  • Kemiringan sebagian badan ke satu sisi
  • Adanya perubahan gaya berjalan karena pinggul tidak sejajar. Hal ini pun dapat menyebabkan otot-otot lebih cepat lelah.
  • Sulit berdiri tegak
  • Panjang kaki tidak seimbang 
  • Gangguan saraf (Rasa nyeri, mati rasa, dan lemas di kaki)
  • Nyeri pada punggung
  • Biasanya kepala terlihat tidak berada ditengah tubuh
  • Pinggang yang tidak seimbang
  • Kesulitan bernapas
  • Perubahan pada penampakan atau tekstur dari kulit pada punggung

Gejala yang dialami penderita skoliosis sangat bervariasi. Sebagian penderita skoliosis, dapat mengalami rasa sakit yang menjalar ke kaki, pinggul, dan tangan. Rasa sakit tersebut dapat membaik jika penderita berbaring dengan punggung lurus atau pada salah satu sisi tubuh. 

Sebagian penderita skoliosis juga ada dapat mengalami gejala nyeri punggung atau kesulitan bernapas. Sedangkan, gejala skoliosis pada anak biasanya tidak menyebabkan rasa sakit dan muncul secara perlaban-lahan sehingga sering tidak diketahui. 

Pengobatan Skoliosis

Diagnosis Skoliosis

  • Pemeriksaan fisik akan dilakukan oleh dokter untuk memeriksa kondisi bahu, tulang belakang, tulang rusuk, dan pinggul dan mendeteksi apakah ada kelainan dari bagian-bagian tersebut. 
  • Pemeriksaan fungsi saraf untuk memeriksa kenormalan refleks tubuh, sensasi serta kekuatan otot.
  • X-ray untuk mendeteksi sudut lengkung pada tulang belakang dan memastikan hasil diagnosis.
  • Pemeriksaan penunjang lainnya seperti CT scan atau MRI apabila dokter mencurigai adagia faktor penyebab lain seperti tumor.

Bagaimana cara mengobati skoliosis?

Biasanya skoliosis yang sangat ringan biasanya tidak memerlukan pengobatan selain pemeriksaan berkala dengan dokter karena pada umumnya skoliosis seperti ini tidak menimbulkan gejala. Untuk mereka yang menderita skoliosis berat, kelelahan otot punggung dan nyeri mungkin dirasakan selama periode berdiri atau duduk yang terlalu lama. 

Namun, jika terjadi perkembangan dan pemburukan kondisi, maka akan diperlukan penggunaan kerangka penyangga (brace) untuk membantu mempertahankan posisi tulang belakang terutama pada anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan. Jika penggunaan kerangka penyangga tidak efektif, dapat dilakukan operasi untuk mengoreksi posisi tulang belakang.

Selain pemeriksaan secara berkala dan pengunaan penyangga atau brace, hal-hal lain juga dapat dilakukan untuk membantu penderita skoliosis seperti, terapi fisik untuk memperkuat otot, terapi berenang, dan terapi stabilisasi persendian untuk mengurangi rasa nyeri.

Apa yang harus dilakukan untuk mengurangi nyeri pada skoliosis?

Nyeri skoliosis yang disebabkan karena telatnya perawatan dan pengobatan biasanya bisa menyebabkan nyeri pada sendi-sendi tulang. Namun beberapa penyesuaian gaya hidup juga perlu dilakukan untuk mengurangi tekanan pada kondisi skoliosis dan pada sisi-sisi sendi yang terpengaruh. 

Contohnya seperti, melakukan usaha penurunan kelebihan berat badan untuk mengurangi tekanan pada sisi-sisi sendi, penggunaan korset berbentuk rangka untuk membatasi gerakan pada bagian belakang tubuh dan memastikan agar persendian tidak mengalami tekanan yang berlebihan.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit