Kawasaki - Penyebab, Gejala dan, Pengobatan

Update terakhir: Jul 6, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 1.374.156 orang

Penyakit Kawasaki merupakan penyakit yang terjadi pada anak-anak yang disebabkan oleh peradangan pada dinding pembuluh darah. Penyakit ini sangat langka dan banyak menyerang anak-anak usia 5 tahun ke bawah.

Masih belum diketahui pasti apakah penyebab yang ditimbulkan sehingga anak rentan mengalami gangguan tersebut. Kondisi yang cukup parahgt;dapat terjadi apabila peradangan mulai menyerang arteri dan merusak pembuluh darah di jantung. Penyakit ini juga menyerang organ lain seperti kulit, limpa, dan mulut.

Penyebab penyakit Kawasaki

Penyakit Kawasaki umum terjadi pada ras orang asia, penyakit ini pertama ditemukan di Jepang apda tahun 1967 dimana hampir 50 kasus anak-anak memiliki gejala yang sama mulai dari pemeriksaan fisik, hasil diagnosis, dan patologisnya.

Masih belum diketahui penyebab pasti munculnya penyakit kawasaki pada anak-anak. Tetapi beberapa ahli berpendapat bahwa penyakit ini disebabkan oleh infeksi virus dari luar yang menyerang jaringan pembuluh darah.

Penyebab lain adalah masalah autoimun pada tubuh anak yang secara perlahan merusak pembuluh darah sehingga menimbulkan peradangan dan kerusakan jaringan tubuh secara internal.

Faktor keturunan ternyata juga menjadi penyabab lain munculnya penyakit ini pada anak-anak. Anak-anak berusia 5 tahun kebawah menjadi sasaran munculnya gejala pada penyakit ini.

Penyakit ini jarang teradi pada bayi baru lahir atau saat memasuki bulan pertama karena bayi masih memiliki antibodi protein yang cukup kuatgt;untuk mencegah penyakit kawasaki.

Gejala penyakit Kawasaki

Munculnya penyakit kawasaki pada anak-anak terbagi menjadi 3 fase yang masing-masing memiliki ciri yang khas yang menentukan beratnya gejala. Berikut fase-fase penyakit kawasaki yang dapat terjadi:

Fase pertama

Fase pertama atau fase akut muncul selama kurang lebih 1 hingga 2 minggu. Gejala yang ditimbulkan antara lain:

  • Demam tinggi lebih dari 39 derajat selsius
  • Bercak merah pada tubuh
  • Bibir merah dan bengkak
  • Tampak pembengkakan apda leher
  • Tampak kemerahan pada telapak tangan dan kaki
  • Mata terlihat merah 

Fase Kedua

Fase kedua muncul pada minggu kedua hingga keempat. Gejala yang timbul pada fase kedua atau subakut yaitu

  • Diare
  • Mual
  • Muntah
  • Nyeri perut
  • Kencing keluar nanah
  • Lemas
  • Sakit kepala
  • Nyeri sendi
  • Kuning

Fase Ketiga

Fase ketiga atau konvalens dimulai pada minggu keempat hingga keenam. Gejala yang terlihat yaitu:

  • Gejala-gejala sebelumnya menghilang
  • Muncul beau’s lines atau garis garis yang memanjang pada kuku tangan dan kaki
  • Gangguan jantung

Fase Kronis

Fase kronis muncul apabila anak mulai mengalami komplikasi pada jantung. Komplikasi yang ditimbulkan antara lain

  • MIokarditis atau radang otot jantung
  • Nadi jantung tidak normal
  • Perikarditis atau radang selaput jantung
  • Gangguan aliran darah pada ventrikel jantung (regurgitasi mitral)

Diagnosis penyakit Kawasaki

Pada penyakit Kawasaki, diagnosis ini dapat diperiksa dari keluhan yang dialami oleh anak dan dokter menentukan fase penyakit saat ini. Pemeriksaan penunjang juga diperlukan apabila kondisi anak terlihat kritis karena ditakutkan ada penyakit lain atau komplikasi yang dapat menyebabkan resiko buruk bagi jantung. Pemeriksaan yang dilakukan yaitu:

  • EKG jantung
  • Pemeriksaan darah lengkap
  • Pemeriksaan urin lengkap

Penanganan pada penyakit Kawasaki

Penyakit Kawasaki dibutuhkan penanganan segera mengingat ini berdampak buruk akibat kerusakan pembuluh darah. Penanganan pada penyakit ini bertujuan untuk mengurangi gejala dan mencegah komplikasi serius.

Langkah awal yang diberikan adalah dengan pemberian obat anti demam mengingat gejala demam timbul pada fase pertama penyakit ini.

 Obat-obatan seperti Asetaminofen dan Ibuprofen bermanfaat untuk menurunkan panas anak. Pemberian ibuprofen harus diberikan dengan pemantauan khusus mengingat obat ini dapat beresiko munculnya sindrom reye pada anak dibawah 16 tahun.Pemberian suntik gamma imunoglobulin (IVIG) juga dapat menurunkan demam dan  menurunkan resiko komplikasi berat pada jantung.

Jika ternyata timbul kelainan jantung pada anak akibat penyakit ini maka perlu dianjurkan untuk dilakukanya operasi angoplasti atau bedah CABG (Coronary Artery Bypass Grafting) untuk melancarkan peredaran darah ke jantung.


Referensi

American Heart Association (2017). Kawasaki Disease.

Eleftheriou, et al. (2014). Management of Kawasaki Disease. Archives of Disease in Childhood, 99(1), pp. 74-83

Harding, M. Patient (2018). Kawasaki Disease.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit