Kardiomegali - Penyebab, Gejala dan, Pengobatan

Update terakhir: Mar 6, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 649.098 orang

Kardiomegali atau pembesaran jantung terjadi karena adanya penebalan otot jantung atau adanya pelebaran ruang-ruang jantung. Kardiomegali merupakan pertanda atau gejala adanya kelainan atau permasalah pada jantung sehingga meningkatkan kerja jantung menjadi lebih keras. 

Akibatnya, proses memompa darah pada kondisi kardiomegali tidak dapat seefisien pada kondisi jantung normal. Pembesaran jantung dapat diketahui melalui pemeriksaan kontras, misalnya X-ray pada bagian dada.

Penyebab dari Kardiomegali

Kardiomegali disebabkan oleh beberapa kondisi yang menyebabkan jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah sehingga merusak otot jantung. Pada beberapa kasus, jantung mengalami pembesaran dan menjadi lemah tanpa sebab yang diketahui dengan jelas (idiopatik). Kondisi lain penyebab kardiomegali yaitu:

  • Tekanan darah tinggi, dapat menyebabkan kerja jantung meningkat untuk memompa darah ke seluruh tubuh sehingga menyebabkan pelebaran dan penebalan otot jantung. Selain itu, akibat kerja keras jantung, bagian ventrikel kiri jantung juga dapat melebar dan menyebabkan otot jantung melemah.
  • Permasalahan pada katup jantung, misalnya karena demam rematik, kelainan jantung, atau infeksi jantung (endokarditis), dapat menyebabkan terjadinya kerusakan pada empat katup jantung.
  • Penyakit pada otot jantung (Kardiomiopati), terjadi karena proses penebalan dan pengerasan otot jantung sehingga jantung membesar dan bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh
  • Serangan jantung dapat menyebabkan terjadinya penyumbatan aliran darah pada bagian jantung. Bagian jantung yang tidak teraliri darah, tidak mendapatkan suplai oksigen cukup sehingga menyebabkan kerusakan otot jantung
  • Penumpukan cairan pada perikardium (efusi perikardial). Perikardium adalah kantung atau membran tipis yang membungkus jantung. Adanya penumpukan cairan pada perikardium dapat menyebabkan jantung tampak membesar saat dilakukan pemeriksaan X-ray
  • Anemia kronis dapat menyebabkan terjadinya peningkatan detak jantung atau perubahan detak jantung menjadi tidak teratur. Akibatnya, jantung harus memompa darah lebih banyak untuk mencukupi kebutuhan oksigen tubuh
  • Kelainan pada kelenjar tiroid, misalnya hipotiroid atau hipertiroid, yang dapat mempengaruhi detak jantung, tekanan darah, dan ukuran jantung
  • Kelainan bawaan saat lahir
  • Penyakit paru obstruksi kronis
  • Penggunaan obat-obat tertentu (misalnya kokai) dan konsumsi alkohol
  • Penyakit ginjal yang memerlukan dialisis

Tipe kardiomegali

Terdapat dua jenis pembesaran jantung. Tipe yang paling umum adalah pembesaran jantung yang disebabkan oleh peregangan dinding ventrikel kanan dan kiri jantung sehingga menjadi lebih tipis (dilated cardiomyopathy). 

Tipe yang lainnya adalah karena adanya penebalan otot ventrikel kiri jantung yang disebabkan oleh tekanan darah tinggi atau karena riwayat genetik (hyperthropic cardiomyopathy).

Gejala dari Kardiomegali

Sering kali, kardiomegali tidak menampakkan adanya gejala. Akan tetapi ketika jantung tidak mampu lagi memompa darah dengan baik, Anda dapat merasakan timbulnya gejala seperti:

  • Kehabisan napas terutama saat melakukan aktivitas berat atau saat berbaring
  • Pembengkakan pada kaki
  • Rasa lelah
  • Detak jantung cepat
  • Pusing 

Selain gejala diatas, apabila Anda mengalami gejala kegawat daruratan seperti di bawah ini, segera memeriksakan diri ke rumah sakit:

  • Nyeri dada
  • Kesulitan bernapas
  • Nyeri atau rasa tidak nyaman pada tubuh bagian atas misalnya perut, tangan, punggung, leher, dan rahang
  • Tidak sadarkan diri

Faktor risiko dari Kardiomegali

Beberapa faktor dapat meningkatkan risiko terjangkit penyakit ini, yaitu:

  • Tekanan darah tinggi lebih dari 140/90 mmHg
  • Riwayat keluarga dengan kardiomegali atau kardiomiopati
  • Penyakit jantung coroner
  • Penyakit jantung bawaan (kongenital)
  • Penyakit katup jantung
  • Riwayat serangan jantung
  • Obesitas
  • Jarang berolahraga
  • Penyakit metabolik, misalnya penyakit kelenjar tiroid
  • Penggunaan obat-obatan dan konsumsi alkohol berlebih

Komplikasi

Kardiomegali dapat menyebabkan kerusakan pada otot jantung dan dapat menimbulkan komplikasi apabila tidak tertangani. Komplikasi tersebut antara lain:

  • Gagal jantung, karena adanya pembesaran pada ventrikel kiri jantung yang menyebabkan jantung tidak dapat memompa cukup darah ke seluruh tubuh
  • Penggumpalan darah, akibat jantung yang tidak mampu memompa darah dengan baik sehingga darah berkumpul dan menggumpal di peredaran darah. Penggumpalan darah dapat menyebabkan stroke
  • Bunyi jantung yang tidak normal karena katup jantung yang tidak menutup dengan sempurna
  • Henti jantung karena tidak tercukupinya kebutuhan darah di jantung sehingga jantung dapat berhenti berdetak dan menyebabkan kematian mendadak

Pencegahan penyakit Kardiomegali

Kardiomegali yang tidak disebabkan oleh kelainan bawaan saat lahir, dapat dicegah dengan perbaikan pola hidup menjadi lebih sehat, yaitu:

  • Konsumsi makanan dengan gizi seimbang
  • Mengurangi konsumsi garam dan lemak
  • Menghentikan konsumsi alkohol dan rokok
  • Menjaga berat badan sehat agar tidak obesitas
  • Rutin berolahraga
  • Rutin memeriksakan tekanan darah dan kadar kolesterol

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit