Kesehatan Fisik

Hbsag dan Kaitannya Dengan Penyakit Hepatitis B

Update terakhir: Mar 5, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 597.662 orang

HBsAg adalah singkatan dari Hepatitis B surface antigen, yakni antigen pada permukaan tubuh virus hepatitis B yang dapat dideteksi melalui pemeriksaan darah. Hasil tes HBsAg positif menunjukkan adanya infeksi hepatitis B pada tubuh seseorang. HBsAg positif juga berarti bahwa seseorang dapat menularkan penyakit tersebut kepada orang lain melalui darah atau cairan tubuhnya.

Apa itu Hepatitis B?

Hepatitis B adalah infeksi hati serius oleh virus hepatitis B (HBV, hepatitis B virus). Bagi sebagian orang, infeksi hepatitis B dapat berlanjut menjadi kronis, artinya penyakit tersebut berlangsung lebih dari enam bulan dan dapat menyebabkan kegagalan hati, kanker hati, atau sirosis (pengerasan organ hati). Virus hepatitis B ditularkan melalui darah dan cairan tubuh penderita. Darah dan cairan tubuh yang mengandung virus tersebut dapat masuk ke dalam tubuh orang lain melalui kontak langsung ataupun tidak langsung melalui benda-benda tercemar. Beberapa cara penularan hepatitis B yang paling umum meliputi:
  • Hubungan seksual. Jika salah satu 'partner' terinfeksi hepatitis B, maka hubungan tanpa kondom akan menularkan virus ke tubuh pasangannya melalui cairan-cairan yang bersinggungan, karena gesekan antar kulit memungkinkan virus untuk masuk melalui luka-luka kecil tak kasat mata.
  • Jarum tercemar.  HBV mudah ditularkan melalui jarum dan jarum suntik yang tercemar dengan darah yang terinfeksi. Hal ini sering terjadi pada mereka yang gemar memakai jarum suntik secara bergantian atau pada pekerja kesehatan yang tidak sengaja tertusuk jarum.
  • Saling pakai barang pribadi. Menggunakan barang pribadi bersama-sama, seperti alat cukur dan sikat gigi bersama dengan orang yang terinfeksi.
  • Ibu ke anak.  Wanita hamil yang terinfeksi HBV dapat menularkan virus ke bayinya saat melahirkan. Namun, bayi baru lahir dapat divaksinasi untuk menghindari infeksi di hampir semua kasus.
Saat virus berhasil masuk ke dalam tubuh, ia pun segera mencari organ yang kompatibel, yaitu hati atau liver. Di sana ia memperbanyak diri dan menginfeksi organ hati, namun demikian virus juga terdapat dalam aliran darah. Keberadaan virus ini dapat diketahui melalui tes darah untuk memeriksa HBsAg, hasil HBsAg positif menandakan adanya virus dalam darah. Tubuh pun tak tinggal diam, antigen pada permukaan virus mengundang sistem pertahanan tubuh untuk menghasilkan antibodi khusus yang disebut Anti-HBs. Ketika antibodi ini berikatan dengan antigen virus, maka virus pun dimusnahkan. Anti-HBs juga dapat dideteksi melalui pemeriksaan darah, sehingga pada pemeriksaan hepatitis B, selain HBsAg, Anti-HBs juga dapat diperiksa sekaligus.

Untuk apa tes HBsAg? 

Seseorang yang positif HBsAg, berarti darah dan cairan tubuhnya mengandung virus Hepatitis B dan dapat menularkannya kepada orang lain. Apabila kadar HBsAg yang tadinya positif menjadi negatif dan Anti-HBs menjadi positif berarti infeksi telah sembuh dan berarti tubuh sudah memiliki kekebalan.
Jadi, tes HBsAg sangat diperlukan guna menegakkan diagnosis, memantau perkembangan penyakit, serta evaluasi pengobatan yang telah dilakukan.
Bagi Anda yang memiliki HBsAg positif, tak perlu terlalu khawatir, kebanyakan orang yang terinfeksi hepatitis B saat dewasa dapat pulih sepenuhnya, bahkan jika tanda dan gejala sebelumnya begitu parah. Asalkan melakukan pengobatan dengan baik, simak: Pengobatan Hepatitis B, Obat Rumahan Hingga Cangkok Hati Selain menjalani pengobatan, tindakan pencegahan tertentu dapat membantu mencegah agar HBV tidak menular ke orang lain. Beberapa caranya yaitu:
  1. Beri tahu pasangan. Jika Anda terinfeksi hepatitis B, maka berbicaralah dengan pasangan Anda agar risiko penyebarannya dapat dihentikan. Pasangan Anda juga perlu diperiksa status HBsAg dan Anti-HBs nya, jika hasilnya negatif, maka ia dianjurkan untuk menjalani vaksinasi hepatitis B, dan harus menggunakan kondom saat bercinta.
  2. Jangan berbagi peralatan pribadi. Alat cukur, sikat gigi, dan sejenisnya yang berpotensi bersinggungan dengan darah harus dijaga dan tidak boleh digunakan oleh orang lain.
  3. Jangan donor darah. Donor darah sejatinya memberikan manfaat kepada orang lain, bukan menularkan penyakit ke orang lain.
  4. Minum obat teratur. Jika dokter memberikan obat antivirus dan meminta Anda untuk rajin kontrol, maka kerjakanlah sesuai aturan atau jadwal yang telah ditetapkan. Tentu saja hal ini bertujuan agar hepatitis B dapat diusir dari tubuh Anda.
Mencegah lebih baik daripada mengobati! Bagi yang belum pernah terkena, sebaiknya lakukan vaksinasi hepatitis B, karena hal ini dapat mencegah penyakit tersebut dengan efektif. Sebelumnya cek status HBsAg Anda, karena hanya HBsAg negatif yang boleh menjalani vaksinasi.

Iklan dari HonestDocs
HonestDocs Health Shop - Pesan Obat Jadi Lebih Mudah!

GRATIS biaya antar obat ke seluruh Indonesia hingga Rp.30,000 (minimum transaksi Rp.50,000)

Medicine delivery 01

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit