Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasi Dehidrasi

Dipublish tanggal: Agu 31, 2019 Update terakhir: Nov 10, 2020 Tinjau pada Mar 31, 2020 Waktu baca: 3 menit
Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasi Dehidrasi

Tubuh biasanya mengalami dehidrasi saat jumlah cairan yang hilang lebih banyak daripada yang diperoleh. Kondisi ini otomatis membuat tubuh tak bisa berfungsi normal, apalagi lebih dari 60% berat badan manusia terdiri dari air.

Gejala Dehidrasi

Gejala dehidrasi dapat dibagi menjadi 2 tergantung tingkat keparahannya. Berikut adalah gejala awal dehidrasi dengan intensitas ringan-sedang:

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Elektrolit via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 41
  • Merasa haus dan ingin minum
  • Warna urin gelap disertai aroma yang lebih kuat
  • Pusing
  • Mulut dan kulit terasa kering
  • Frekuensi buang air kecil menurun
  • Sembelit 
  • Gampang lelah dan mengantuk

Sedangkan, gejala dehidrasi berat antara lain:

  • Gampang emosi dan bingung
  • Tidak ada air mata
  • Mulut kering
  • Detak jantung meningkat tapi lemah
  • Sesak napas
  • Demam
  • Mata cekung
  • Kulit berkurang elastisitasnya 
  • Tekanan darah menurun
  • Jarang buang air kecil, bahkan setelah 8 jam berlalu
  • Kejang 
  • Kesadaran menurun

Untuk kasus dehidrasi pada bayi dan anak-anak, ciri-ciri dehidrasi dari yang ringan hingga berat adalah:

  • Ubun-ubun dan mata tampak cekung/ menyusut
  • Tidak keluar air mata saat menangis
  • Popok tetap saja kering meski sudah lewat 12 jam
  • Mulut kering serta lengket
  • Kulit kering, dingin, disertai adanya ruam kecil (tidak gatal atau sakit)
  • Anak kurang aktif, jadi rewel, dan gampang mengantuk

Penyebab Dehidrasi

Pada bayi dan anak-anak, salah satu penyebab dehidrasi yang paling sering adalah diare. Selain itu, cuaca panas, keringat berlebih akibat aktivitas berat atau olahraga intens, hingga pola makan buruk juga dapat memicu dehidrasi.  

Cara mengatasi Dehidrasi

Solusi pertama dan paling utama untuk mengatasi dehidrasi tergantung dari tiap kondisi dan umur. 

  • Cara mengatasi dehidrasi paling umum adalah dengan banyak minum air. Anda yang kurang suka air putih biasa, bisa mencoba sumber cairan lain seperti oralit (kalau diare) atau jus buah encer. Namun kalau diare adalah pemicu dehidrasinya, hindari susu atau jus buah sementara waktu.
  • Mengonsumsi makanan manis juga efektif untuk mengisi ulang gula dalam tubuh. Begitu pula dengan snack dengan cita rasa asin untuk efektif menggantikan garam yang hilang dari tubuh. Jangan mengonsumsi minuman berkafein atau yang mengandung soda.
  • Sedangkan untuk bayi, ASI atau susu formula bebas laktosa tetap perlu rutin diberikan hingga diarenya sembuh. Oralit juga boleh untuk anak-anak, namun pastikan itu sesuai petunjuk dokter.
  • Khusus untuk atlet, minuman elektrolit lebih disarankan karena minum terlalu banyak air mineral bisa memicu hiponatremia (kondisi makin encernya natrium dalam darah). Gejala hiponatremia antara lain mual, muntah, sakit kepala, dan yang lebih parah bisa memicu pembengkakan otak, kejang, koma, hingga kematian.
  • Terakhir, jika kasus dehidrasinya berat, besar kemungkinan pasien harus opname dan menerima cairan dari infus. 

Kapan saatnya ke Dokter? 

Walau tidak termasuk penyakit berbahaya, dehidrasi tetap tak boleh diabaikan. Segeralah periksa ke dokter, terutama kalau mengalami gejala:

  • Diare terus selama lebih dari 24 jam
  • Ada darah dalam tinja
  • Warna feses hitam pekat
  • Mengalami disorientasi 
  • Sensasi mengantuk berat yang tidak biasanya
  • Muntah

Diagnosis Dehidrasi

Ada banyak cara yang dilakukan dokter untuk mengetahui apakah seseorang benar mengalami dehidrasi atau tidak, yakni dengan:

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Mata via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 12
  • Pemeriksaan fisik - mengamati kulit, laju pernapasan, air mata, serta lapisan rongga mulut
  • Mengukur tekanan darah - rendah atau tidak
  • Tes darah - untuk tahu kadar elektrolit dalam darah
  • Tes urin

Komplikasi Dehidrasi

Mengabaikan dehidrasi sama saja membuka peluang komplikasi seperti:

Cara mencegah Dehidrasi

Cara utama mencegah dehidrasi tentunya dengan minum cukup dan rajin mengonsumsi makanan kaya air seperti buah atau sayur. 

Selain itu, minumlah lebih banyak air kalau memang harus beraktivitas atau olahraga berat. Sebab semakin banyak keringat yang keluar, maka kian tinggi pula jumlah cairan yang diperlukan tubuh. 

Anda juga dapat mengukur apakah perlu lebih banyak minum lagi dengan cara mengamati warna urin. Urin yang tampak jernih menandakan Anda sudah cukup minum air, begitu pula sebaliknya.

Tips terakhir adalah hindari minum alkohol khususnya saat cuaca panas karena itu bisa memperparah dehidrasi. 

3 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Dehydration: Symptoms, causes, and treatments. Medical News Today. (https://www.medicalnewstoday.com/articles/153363)
Dehydration Prevention Tips - How To Avoid Becoming Dehydrated. WebMD. (https://www.webmd.com/a-to-z-guides/prevent-dehydration#1)
Dehydration Treatment - Oral Rehydration Therapy and Fluid Replacement. WebMD. (https://www.webmd.com/a-to-z-guides/dehydration-in-adults-treatment#1)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app