Kenali Dehidrasi​ Dari Penyebab, Gejala dan, Pengobatannya

Update terakhir: Apr 21, 2019 Waktu baca: 4 menit
Telah dibaca 771.153 orang

Dehidrasi terjadi saat jumlah cairan yang keluar dari tubuh melebihi dari jumlah cairan yang masuk. Ketika jumlah cairan tubuh menurun, terjadi gangguan keseimbangan mineral dan elektrolit sehingga fungsi normal tubuh terganggu.

Komposisi tubuh manusia, sebanyak 75% disusun oleh komponen air yang berfungsi sebagai lubrikan/pelumas bagi sendi dan mata, membantu proses pencernaan, pelarut kotoran dan racun dalam tubuh, serta menjaga kesehatan kulit.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

PROMO! Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01

Air sebagai komponen utama, paling banyak terdapat di dalam sel-sel tubuh (ruang intraselular) dan sebagian terdapat padagt;pembuluh darah (ruang intravascular) dan pada ruang antar sel (ruang interstisial). Saat dehidrasi terjadi, organ, sel, dan jaringan akan gagal berfungsi dan dapat menyebabkan komplikasi apabila tidak dilakukan koreksi cairan.

Penyebab Dehidrasi

Dehidrasi disebabkan karena kurangnya asupan cairan yang masuk ke tubuh untuk mengganti cairan tubuh yang hilang. Cairan tubuh dapat hilang karena Anda tidak cukup banyak minum air karena terkendala kesibukan atau dalam kondisi sakit, atau bisa jadi karena kurangnya akses air minum saat dalam perjalanan, berkemah, atau mendaki gunung. 

Selain itu cairan tubuh juga berkurang melalui keringat, air mata, pernapasan, air liur, urin, dan melalui buang air besar. Seseorang juga dapat kehilangan air dalam jumlah besar karena:

  • Demam
  • Diare
  • Muntah
  • Keringat berlebih saat melakukan aktivitas fisik yang berat atau saat cuaca panas dan lembab.
  • Meningkatnya frekuensi buang air kecil karena riwayat penyakit diabetes atau karena konsumsi obat-obatan tertentu.

Faktor risiko Dehidrasi

Siapa saja dapat mengalami dehidrasi, akan tetapi risiko dehidrasi akan meningkat pada:

  • Bayi dan anak-anak, terutama ketika demam tinggi, muntah, dan diare.
  • Orang lanjut usia, terutama bagi yang mengalami gangguan mobilitas. Dehidrasi terjadi karena penurunan komposisi jumlah cairan tubuh akibat pertambahan usia dan sering kali tidak menyadari rasa haus. Adanya permasalahan kesehatan, misalnya infeksi pada paru-paru atau saluran kemih, dapat meningkatkan resiko terjadinya dehidrasi.
  • Orang yang berada dalam kondisi sakit, misalnya flu atau radang tenggorokan.
  • Orang dengan penyakit kronis seperti diabetes.
  • Orang yang banyak melakukan aktivitas di luar ruangan, misalnya atlet.

Gejala Dehidrasi

Tingkat keparahan dehidrasi dapat bermula dari dehidrasi ringan, sedang, dan berat yang dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti iklim, tingkat aktivitas fisik, dan diet (asupan makanan). Pada dehidrasi ringan dan sedang, dehidrasi dapat diatasi dengan meningkatkan asupan cairan. Dehidrasi berat merupakan kondisi gawat darurat yang memerlukan pertolongan medis segera. Gejala yang muncul pada dehidrasi ringan hingga sedang, antara lain:

  • Rasa haus yang meningkat
  • Rasa kantuk
  • Mulut kering
  • Menurunnya volume urin
  • Berkurangnya produksi airmata
  • Kulit kering
  • Konstipasi
  • Pusing
  • Berkunang-kunang
  • Sakitgt;kepala

Sedangkan untuk kasus dehidrasi berat, gejala yang muncul yaitu:

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

PROMO! Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01
  • Rasa haus yang berlebihan
  • Berkurangnya produksi keringat
  • Tekanan darah menurun
  • Detak jantung meningkat
  • Bernapas dengan cepat
  • Demam
  • Mata dan pipi cekung
  • Kulit mengerut/mengriput
  • Urin berwarna gelap

Pada bayi dan anak-anak, gejala yang muncul dapat berbeda dari orang dewasa. Apabila muncul gejala-gejala seperti berikut, sebaiknya segera bawa bayi Anda ke dokter.

  • Mulut dan lidah kering
  • Tidak terdapat air mata saat menangis
  • Popok tetap kering selama 3 jam
  • Mata dan pipi cekung
  • Terdapat titik lunak pada bagian atas tulang tengkorak
  • Mengantuk
  • Kekurangan energy
  • Rewel

Komplikasi Dehidrasi

Apabila tidak segera diberikan pertolongan, dehidrasi dapat mengakibatkan komplikasi yang serius, diantaranya:

  • Cedera panas, dapat terjadi ketika melakukan aktivitas/olahraga berat dan berkeringat dalam jumlah banyak, yang apabila tidak segera dilakukan penambahan cairan dapat menyebabkan cedera panas yang bahkan dapat mengancam nyawa.
  • Permasalahan pada saluran kemih dan ginjal berupa infeksi saluran kemih, batu ginjal, dan gagal ginjal.
  • Kejang. Kehilangan cairan dan elektronik saat dehidrasi dapat mengganggu proses penghantaran sinyal elektrik dari satu sel ke sel lain. Akibatnya, hantaran sinyal terganggu dan menyebabkan kontraksi otot tanpa sadar (kejang) hingga kehilangan kesadaran.
  • Syok hipovolemik. Syok hipovolemik terjadi ketika volume darah dalam tubuh menurun dan menyebabkan penurunan tekanan darah serta kadar oksigen.
  • Kondisi koma, yang diakibatkan oleh berkurangnya suplai darah ke otak.

Diagnosis Dehidrasi

Untuk mendiagnosis dehidrasi, dokter akan memperhatikan gejala yang dialami seperti adanya tinja berdarah, diare selama lebih dari 24 jam, muntah-muntah sehingga penderita tidak dapat menerima asupan apapun.

Setelah memperhatikan gejala, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk mengamati kondisi kulit, laju pernapasan, air mata, dan membran mukosa. Selain itu, pemeriksaan tekanan darah , tes urine dan tes darah untuk kadar elektrolit dalam darah akan dilakukan bila diperlukan. 

Pengobatan Dehidrasi

Pengobatan dilakukan dengan strategi metode rehidrasi, penggantian elektrolit, serta pengobatan diare dan muntah (apabila diperlukan). Metode rehidrasi, merupakan metode penggantian cairan tubuh melalui oral atau melalui intravena (infus) bagi penderita yang mengalami dehidrasi berat karena, misalnya, diare dan muntah.

Metode rehidrasi melalui oral adalah dengan pemberian minuman/larutan yang mengandung elektrolit yang dapat dibeli di apotek atau dibuat sendiri di rumah. Larutan elektrolit ini dapat dibuat dengan melarutkan ½ sendok teh garam + 6 sendok teh gula + 1 liter air. Larutan elektrolit dapat digunakan untuk mengatasi dehidrasi ringan.

Saat dehidrasi, sebaiknya hindari mengkonsumsi minuman bersoda, minuman berkadar gula tinggi, atau minuman berkafein. Minuman-minuman jenis tersebut dapat memperparah kondisi dehidrasi.

Pencegahan Dehidrasi

  • Jumlah asupan cairan yang disarankan adalah rata-rata 8 hingga 10 gelas per hari. Apabila hendak berolahraga, minum 1 hingga 3 gelas air sebelum memulai, dan pada setiap jeda interval olahraga, untuk mengganti cairan tubuh yang hilang.
  • Memakai pakaian yang tidak terlalu tebal saat cuaca panas.
  • Menghindari berada di bawah cuaca terik atau paparan sinar matahari terlalu lama.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit