Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Makanan dan Diet Sehat

Mungkinkah Kita Mengalami Overdosis Vitamin?

Update terakhir: NOV 14, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 985.056 orang

Mungkinkah Kita Mengalami Overdosis Vitamin?

Minum obat haruslah sesuai dosis yang dianjurkan. Sebab bila diminum melebihi dosis yang disarankan, Anda bisa mengalami keracunan atau overdosis obat. Namun yang jadi pertanyaan, apakah ini berlaku juga untuk suplemen vitamin? Mungkinkah kita mengalami overdosis vitamin? Mari simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Overdosis vitamin, mungkinkah terjadi?

Vitamin merupakan salah satu nutrisi penting yang diperlukan oleh tubuh. Walaupun hanya dibutuhkan dalam jumlah sedikit, setiap orang mungkin saja mengalami gejala kekurangan vitamin. Hal ini umumnya ditandai dengan kelelahan, rambut rontok, bibir pecah-pecah, hingga pandangan buram.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Baca Juga: Waspadai 4 Tanda dan Gejala Kekurangan Vitamin Saat Puasa

Ketika mengalami salah satu gejala tersebut, Anda mungkin langsung cepat-cepat minum vitamin agar daya tahan tubuh tetap terjaga. Bahkan, terkadang ada pula yang langsung minum beberapa vitamin sekaligus.

Apakah Anda salah satunya? Jika iya, yuk, segera hentikan kebiasaan tersebut! Alih-alih menyembuhan dan menyehatkan, minum suplemen terlalu banyak justru dapat memicu overdosis vitamin.

Suplemen vitamin yang dijual di pasaran sebetulnya aman dikonsumsi, asalkan sesuai dosis yang tertera pada kemasan. Sayangnya, terkadang orang-orang minum vitamin melebihi dosis, dengan harapan supaya penyakitnya cepat sembuh.

Menggabungkan beberapa suplemen atau minum vitamin dosis tinggi dapat menyebabkan keracunan. Konsumsi vitamin C, misalnya, dapat mengakibatkan kram perut dan diare.

Bahkan jika Anda mengonsumsi terlalu banyak vitamin A dan vitamin D, Anda tidak hanya sekadar mengalami overdosis vitamin. Hal ini juga bisa menyebabkan komplikasi jangka panjang yang lebih serius, di antaranya masalah ginjal, hati, hingga pengerasan pembuluh darah.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Tanda dan gejala overdosis vitamin

Setiap jenis vitamin memberikan gejala berbeda-beda ketika jumlahnya berlebihan dalam tubuh. Supaya lebih jelas, berikut tanda dan gejala overdosis vitamin berdasarkan jenis vitaminnya:

Overdosis vitamin A

Asupan vitamin A berlebihan dalam tubuh bukan menyehatkan, tapi justru menjadi racun. Tanda dan gejala overdosis vitamin A meliputi:

  • Rambut rontok
  • Mudah mengantuk
  • Gampang marah
  • Sakit kepala hebat
  • Penglihatan kabur
  • Muntah
  • Pengeroposan tulang
  • Kerusakan hati

Baca Juga: 5 Manfaat dan Fungsi Vitamin A yang Paling Utama

Overdosis vitamin B

Vitamin B termasuk vitamin larut air, sehingga tidak akan disimpan dalam tubuh dan sisanya akan dibuang lewat urin. Meski demikian, terlalu banyak asupan vitamin B tetap saja bisa menimbulkan masalah dalam tubuh.

Asuapan vitamin B6 terlalu banyak dapat merusak saraf. Tanda dan gejala overdosis vitamin B3 meliputi:

  • Mual
  • Peningkatan enzim hati
  • Penyakit kuning (jaundice)

Overdosis vitamin C

Karena tubuh tidak dapat menghasilkan dan menyimpan vitamin C, Anda membutuhkan asupan vitamin C yang cukup dari makanan. Bisa juga dipenuhi dengan minum vitamin, asalkan sesuai dosis yang dianjurkan supaya terhindar dari overdosis vitamin C.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Ya, Anda mungkin saja mengalami overdosis vitamin C jika terlalu banyak mengonsumsinya. Sejumlah tanda dan gejala overdosis vitamin C adalah:

  • Mual
  • Muntah
  • Diare
  • Kram perut
  • Sensasi terbakar di dada dan tenggorokan (heartburn)
  • Sakit kepala
  • Insomnia

Overdosis vitamin D

Overdosis vitamin D termasuk kasus yang paling sering terjadi. Sebab biasanya, jenis vitamin ini banyak digunakan untuk menjaga kesehatan tulang dan mencegah osteoporosis, khususnya bagi para lansia.

Walaupun bermanfaat, asupan vitamin D terlalu banyak dapat menumpuk dalam tubuh. Seseorang dapat dikatakan mengalami overdosis vitamin D jika kadar vitamin D dalam darah lebih dari 150 ng/ml (275 nmol/l).

Berbagai tanda dan gejala overdosis vitamin D di antaranya:

  • Mual
  • Muntah
  • Penurunan nafsu makan
  • Sakit perut
  • Sembelit
  • Diare

Overdosis vitamin E

Terlalu banyak vitamin E dalam tubuh dapat mengganggu proses pembekuan darah. Hal ini sangat berisiko bagi orang yang sedang mengonsumsi obat pengencer darah, seperti aspirin. Penderitanya dapat mengalami memar hingga perdarahan hebat.

Bagaimana cara mencegah overdosis vitamin?

Bila Anda mengalami kekurangan 2 jenis vitamin tertentu, bukan berarti Anda lantas boleh minum 2 suplemen sekaligus. Ini sama saja Anda menambah dosis vitamin jadi lebih tinggi dari yang seharusnya. Bukannya menyehatkan, Anda malah berisiko mengalami overdosis vitamin.

Sama seperti obat, suplemen vitamin juga dapat berinteraksi satu sama lain. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk selalu konsultasi ke dokter sebelum minum suplemen vitamin tertentu.

Ketimbang mengonsumsi 2 jenis suplemen sekaligus, beralihlah ke cara alami dengan mengonsumsi makanan sehat dan bergizi. Para ahli bahkan sepakat bahwa cara terbaik untuk memenuhi kebutuhan vitamin tubuh adalah dengan memperbanyak makan sayur dan buah-buahan, bukan dari vitamin.

Vitamin hanya dibutuhkan untuk kasus-kasus tertentu, misalnya:

  • Ibu hamil dan menyusui.
  • Wanita usia subur yang perlu tambahan kalsium dan zat besi.
  • Anak dan remaja yang susah makan atau mengalami kurang gizi.
  • Orang yang sedang diet.
  • Orang dengan kondisi tertentu, misalnya mengidap masalah pencernaan (gastrointestinal) dan penyakit lainnya.

Baca Juga: 5 Jenis Vitamin untuk Bayi yang Paling Utama

Sebelum minum obat atau vitamin apa pun, baca dulu instruksi dan petunjuk yang tertera pada label kemasan. Pahami benar-benar mengenai dosis dan aturan minum supaya terhindar dari risiko overdosis vitamin.

Letakkan obat dan vitamin di kotak obat atau tempat lain yang lebih aman. Hindari dari jangkauan anak-anak supaya tidak mudah diambil atau berceceran.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit