5 Jenis Vitamin Utama untuk Bayi

Dipublish tanggal: Feb 22, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Jun 13, 2019 Waktu baca: 4 menit
5 Jenis Vitamin Utama untuk Bayi

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Tak cukup hanya dengan ASI, bayi juga membutuhkan tambahan vitamin dan mineral yang berguna bagi kesehatan dan pertumbuhannya terutama bagi bayi prematur atau mengalami gangguan kesehatan tertentu;
  • Tambahan vitamin benar-benar tak boleh diremehkan karena sangat penting untuk memperkuat tulang, pertumbuhan gigi, dan mencegah anemia;
  • Beberapa vitamin dan mineral utama yang diperlukan oleh bayi adalah vitamin A, vitamin C, vitamin D, zat besi, dan DHA;
  • Berkonsultasilah ke dokter untuk memastikan apakah anak Anda membutuhkan tambahan vitamin dan mineral atau tidak;
  • Klik untuk membeli berbagai asupan vitamin dan suplemen serta produk kebutuhan ibu dan anak dari rumah Anda melalui HDMall. Gratis ongkos kirim ke seluruh Indonesia dan bisa COD.

Kesehatan anak merupakan harapan dari semua orang tua. Sejak dalam kandungan hingga bayi lahir dan berkembang, tentunya orang tua ingin memberikan yang terbaik untuk sang buah hati, termasuk asupan gizi dan nutrisi yang dibutuhkan dalam masa pertumbuhan.

Tak cukup hanya dengan ASI, bayi juga membutuhkan tambahan vitamin dan mineral yang berguna bagi kesehatan dan pertumbuhannya terutama bagi bayi prematur atau mengalami gangguan kesehatan tertentu. Tambahan vitamin benar-benar tak boleh diremehkan karena sangat penting untuk memperkuat tulang, pertumbuhan gigi, dan mencegah anemia.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Mata via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 12

Bagaimana cara mengetahui bayi membutuhkan tambahan vitamin?

Untuk menentukan perlu atau tidaknya bayi diberi vitamin tambahan, orang tua tentu harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Bila dokter tidak merekomendasikan, pemberian vitamin untuk bayi bukanlah hal yang wajib dilakukan. Dokter tentu akan melakukan pemeriksaan terlebih dahulu melalui tes darah atau beberapa jenis pemeriksaan lainnya untuk memastikan apakah si kecil butuh vitamin tambahan atau tidak.

Beberapa pakar juga berpendapat bahwa suplemen takkan berbahaya bagi si kecil selama dosisnya tidak melebihi aturan yang dianjurkan. Lain halnya dengan beberapa bayi yang memang perlu vitamin tambahan. Hal ini berlaku terutama jika kondisi kesehatan bayi tidak memungkinkan untuk menyerap atau memproses vitamin secara efektif. Keadaan seperti ini biasanya dialami oleh bayi yang lahir prematur. 

Bayi yang mengalami kurang gizi atau tidak tercukupinya kebutuhan nutrisi sangat membutuhkan tambahan suplemen. Hal ini juga berlaku pada anak-anak yang hanya terbiasa mengonsumsi beberapa jenis makanan saja atau seorang ibu vegetarian yang menyebabkan kurang seimbangnya nutrisi dalam tubuh.

Jenis vitamin untuk bayi

Perlu diketahui juga bahwa jenis vitamin yang dibutuhkan oleh setiap bayi bisa berbeda. Hal ini bergantung dari kondisi kesehatan dan jumlah nutrisi yang kurang. Untuk anak yang sehat misalnya, orang tua bisa memberikan multivitamin sederhana hanya untuk membantu meningkatkan daya tahan tubuh, meningkatkan nafsu makan, dan mempercepat proses penyembuhan anak ketika sakit.

Namun, bayi yang kebutuhannya lebih spesifik, misalnya karena asupan dari ASI ibu yang hanya makan sayur (vegetarian), perlu mendapatkan suplemen tambahan seperti vitamin B12, vitamin D, riboflavin, serta kalsium. Berikut ini beberapa jenis vitamin bayi yang paling utama beserta aturan pakainya:

1. Vitamin A

Untuk mencukupi asupan vitamin A pada bayi, coba berikan asupan nutrisi dari bahan alami seperti produk susu, wortel, ubi manis, mangga, dan sayuran hijau. Vitamin A sangat penting untuk perkembangan mata anak, kesehatan kulit, serta dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh. Bahkan menurut WHO, setiap bayi berumur 6-11 bulan membutuhkan sekitar 100.000 IU vitamin A.

Iklan dari HonestDocs
Beli Vitamin & Suplemen via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 13

Baca juga: Selain Wortel, Ini 7 Makanan Sehat yang Baik untuk Mata

2. Vitamin C

Makanan yang kaya vitamin Ccukup mudah didapatkan, beberapa di antaranya adalah buah jeruk, stroberi, kiwi, tomat, paprika, bayam, dan brokoli. Vitamin C dapat bertindak sebagai antioksidan yang tentunya akan sangat membantu dalam meningkatkan kekebalan tubuh dan melawan infeksi atau peradangan terutama akibat radikal bebas. 

Baca juga: 7 Manfaat Vitamin C untuk Kesehatan Tubuh

3. Vitamin D

Sumber vitamin D alami yang utama bisa didapatkan dari paparan sinar matahari yang langsung mengenai kulit. Namun, bukan berarti bayi boleh dijemur dalam waktu yang lama. Cukup lakukan selama beberapa menit saja di pagi hari sebelum pukul 9 pagi. Lindungi pula mata bayi dari sinar matahari langsung dengan kacamata khusus. Sumber vitamin D lainnya juga bisa didapatkan dari ikan dan telur, bahkan beberapa sereal bayi juga sudah dilengkapi dengan tambahan vitamin D. 

Baca juga: Vitamin D Alami dari Sinar Matahari Penting bagi Tubuh

4. Zat besi

Zaat besi merupakan salah satu jenis mineral yang penting untuk kesehatan bayi, terutama dalam memperkuat daya tahan tubuh. Zat besi juga dapat membantu perkembangan anak, baik dari segi kemampuan belajar, perilaku, serta kemampuan fisik. Secara umum, bayi bisa mendapatkan asupan zat besi yang memadai dari ASI, susu formula, dan sereal. Akan tetapi, perlu diingat juga bahwa bayi prematur akan lebih membutuhkan tambahan suplemen zat besi.

Iklan dari HonestDocs
Beli Pendukung Gizi & Nutrisi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 8

Baca juga: Sumber Zat Besi Penambah Stamina

5. DHA

DHA merupakan omega-3 yang penting untuk perkembangan mata dan otak bayi. Jika nutrisi DHA pada ibu menyusui tercukupi, bayi akan mendapatkannya dengan mudah melalui ASI. Di samping itu, ada pula susu formula yang sudah dilengkapi dengan DHA tambahan. Jika dirasa kurang memiliki asupan omega-3, pertimbangkan untuk mengonsumsi suplemen tambahan sehingga saat menyusui nutrisi DHA tersebut dapat tersalurkan pada bayi.

Tak hanya zat besi, mineral lainnya seperti zinc dan iodium juga dibutuhkan bayi. Kandungan zinc akan membantu mengurangi risiko anak terkena infeksi penyakit, termasuk diare dan pneumonia. Sementara iodium dibutuhkan untuk membantu mempercepat proses pertumbuhan dan perkembangan bayi, termasuk perkembangan otak, serta berat dan tinggi badan.

Baca juga: 9 Manfaat DHA bagi Tubuh

Beberapa pertanyaan soal vitamin yang dibutuhkan bayi

Karena ada beragam kondisi kesehatan si kecil, muncul pula beberapa pertanyaan soal pentingnya vitamin untuk bayi. Berikut ini 2 pertanyaan yang paling sering dilontarkan oleh para orang tua terkait kesehatan anak:

1. Apakah bayi yang pilih-pilih makanan butuh vitamin tambahan?

Jawabannya sangat tergantung dari setiap kondisi anak. Beberapa anak mungkin memang tidak mau makan sayuran atau beberapa jenis makanan lain. Kalau sudah seperti itu, orang tua bisa menambahkan suplemen untuk menggantikan nutrisi yang hilang. Sebelum memberikan suplemen pada bayi, sebaiknya konsultasikan dengan dokter anak.

Pada umumnya, bayi sudah memperoleh banyak vitamin dari makanan yang dikonsumsinya, bahkan jika mereka termasuk pemilih makanan. Meski demikian, berkonsultasi dengan dokter dapat menjadi cara yang tepat untuk menentukan solusi dari masalah tersebut.

2. Apa yang mesti diwaspadai orang tua soal pemberian vitamin pada bayi?

Saat ini ada banyak produsen yang membuat vitaminnya tampak seperti permen atau manisan. Walau bergizi, perlu dibatasi konsumsinya. Jangan sampai anak Anda mengonsumsi terlalu banyak suplemen. Konsumsi vitamin secara berlebih tidak diperbolehkan karena justru dapat membuat tubuh kelebihan vitamin.

Beberapa jenis vitamin juga bisa berbahaya kalau dikonsumsi melebihi dosis. Contohnya, overdosis zat besi bisa membuat si kecil mudah sakit. Untuk memastikan agar hal ini tak sampai terjadi, simpanlah vitamin di tempat yang tak terjangkau oleh si kecil. Selain itu, berikan pemahaman pada anak bahwa yang dikonsumsi tersebut adalah vitamin yang dapat membantu menjaga kesehatannya, bukan camilan seperti permen.

Jika bayi mengonsumsi vitamin berlebih tanpa sepengetahuan orang tuan, segera periksakan anak ke dokter atau rumah sakit terdekat untuk memastikan kondisi kesehatannya.

11 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Vitamins for babies and young children. Archives of Disease in Childhood. (https://adc.bmj.com/content/92/2/160)
Vitamin A supplementation in infants 1–5 months of age. World Health Organization. (https://www.who.int/elena/titles/vitamina_infants/en/)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app