Gejala Batuk Kronis - Penyebab, Gejala dan, Pengobatan

Update terakhir: Apr 1, 2019 Waktu baca: 4 menit
Telah dibaca 952.975 orang

Batuk yang berlarut-larut memang tidak nyaman dan kebanyakan orang pasti ingin cepat-cepat menghilangkan gejala batuk tersebut, tetapi sebenarnya batuk memiliki tujuan yang bermanfaat. 

Ketika Anda batuk, Anda mengeluarkan lendir dan benda asing dari saluran pernafasan Anda yang dapat berpotensi mengiritasi paru-paru Anda. Batuk juga bisa sebagai respons terhadap suatu tanda terjadinya peradangan atau penyakit.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

PROMO! Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01

Rata-rata gejala batuk hanya terjadi dalam jangka waktu yang pendek. Anda mungkin terkena pilek, flu atau batuk selama beberapa hari atau paling lama 1 minggu, dan kemudian Anda akan mulai merasa lebih baik.

Sangat jarang batuk bertahan selama beberapa minggu, bulan, atau bahkan bertahun-tahun. Namun saat gejala batuk terjadi dalam jangka waktu yang lama, Anda mungkin memiliki sesuatu yang serius.

Batuk yang berlangsung lebih dari 3 minggu berturut-turut atau berulang lebih dari 3 bulan disebut batuk kronis. Kebanyakan batuk kronis memiliki penyebab yang bisa diobati,seperti batuk kronis dari reaksi alergi atau Tbc. Sedangkan beberapa penyebab batuk kronis seperti kanker, sangat sulit untuk disembuhkan secara total.

Apapun penyebabnya, batuk kronis bisa berdampak besar pada kehidupan Anda. Batuk yang terus menerus dapat membuat Anda terjaga di malam hari dan mengalihkan perhatian Anda dari pekerjaan dan kehidupan sosial Anda. Itu sebabnya Anda harus pergi ke dokter untuk memeriksa batuk apa pun yang bertahan selama lebih dari tiga minggu.

Untuk melakukan pengobatan yang adekuat,umumnya Anda tidak bisa hanya menggunakan obat-obatan OTC yang bisa dibeli di warung, menggunakan ramuan-ramuan Alami atau mengobatinya sendiri di rumah. 

Karena batuk kronis biasanya disebabkan oleh penyakit yang cukup serius. Anda terlebih dahulu harus mengetahui landasan penyakit yang menyebabkan batuk kronis tersebut.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

PROMO! Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01

Beberapa penyakit yang paling sering menyebabkan Batuk Kronis  

  • Tuberkulosis/ Penyakit Paru/ TBC

Kebanyakan, orang tak menyadari mengalami gejala TB dan bingung membedakannya dengan penyakit lain karena tak mudah untuk mengenalinya. Padahal, gejala dimulai secara bertahap dan berkembang dalam jangka waktu beberapa minggu hingga berbulan-bulan.   tanda dan gejala khas jika orang terkena TB adalah Batuk kronis. Pada tahap yang lebih lanjut, batuk bisa menghasilkan dahak berwarna kuning atau pink Untuk membedakan batuk kronis pada Tb dan batuk kronis pada penyakit lain, Anda harus memperhatikan gejala lain seperti penurunan berat badan yang tidak jelas penyebabnya, berkeringat pada malam hari dan untuk memastikannya, Anda harus melakukan tes  dahak sewaktu pagi dan sewaktu. Dahak ini akan dilakukan pengecatan dengan Bakteri Tahan Asam (BTA) untuk memastikan jika Anda menderita TB atau tidak.  Selain itu, pemeriksaan foto rontgen dada dapat menegakkan diagnosa TB. Pengobatan: Periksa ke dokter dan Mengkonsumsi obat anti tuberkulosis secara lengkap.  

  • Paru-paru Melar (penyakit paru obstruktif kronis)

Inflamasi kronis pada saluran pernapasan yang biasa terjadi karena merokok atau kerap terpapar asap rokok. Penyakit seperti penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) dan emfisema juga menjadi bagian dari penyakit para perokok.  Gejala bronkitis PPOK  yang umum adalah, batuk dengan lendir putih, abu-abu-kuning atau hijau. Yang membedakan bronkitis kronis dengan penyakit lainnya adalah, riwayat merokok yang lama, riwayat bekerja di tempat dengan polusi udara atau pabrik semen atau tambang, dsb.  Pengobatan: Gejala PPOK biasanya akan bertahan setidaknya tiga bulan. Belum ada obat yang bisa menyembuhkan bronkitis kronis, tapi ada obat yang bisa digunakan untuk meredakan gejala yang muncul.  Anda harus memeriksakan diri Anda ke dokter spesialis paru secara berkala untuk mencegah terjadinya komplikasi. Sebaiknya Anda hindari merokok atau lingkungan dengan banyak perokok di sekitarnya. Kondisi ini bisa memperparah gejala yang muncul jika Anda menderita PPOK.  

  • Postnasal drip

Postnasala drip adalah kondisi di mana terdapat ingus berlebih yang terakumulasi pada bagian belakang tenggorokan hingga mengakibatkan batuk. Kondisi ini disebabkan oleh alergi dan dikenal dengan sindrom batuk saluran pernafasan atas  Pengobatan: Karena disebabkan oleh alergi, sebaiknya Anda  Menyingkirkan Alergen (zat yang menyebabkan alergi)  dari Lingkungan Sekitar, Gunakan pemurni udara untuk menyingkirkan alergen dari lingkungan Anda. Berkonsultasilah dengan dokter spesialis kulit atau THT untuk melakukan tes alergi.  

  • Kanker Paru

Kanker paru adalah penyakit yang memiliki usia harapan hidup lebih besar jika ditemukan pada tahap awal. Bila kanker paru dideteksi di stadium satu, usia harapan hidup pasien bisa mencapai 50%.  Oleh karenanya, mengenali gejala-gejala umum kanker paru sangat penting. Gejala-gejala yang perlu diwaspadai antara lain:  - Batuk yang menetap cukup lama, ataupun tidak sembuh setelah diobati.  - Ada darah pada dahak atau saat batuk. Sekitar 7 persen penderita kanker paru memiliki gejala awal batuk berdarah.  Pengobatan: Kebanyakan kanker paru dipicu oleh kebiasaan merokok jangka panjang, sehingga berhenti merokok merupakan salah satu langkah yang tepat.  Jika Anda terdiagnosa menderita kanker paru stadium awal, kemungkinan untuk sembuh masih besar dengan melakukan pengangkatan jaringan kanker pada paru-paru, sendangkan jika Anda menderita kanker paru stadium akhir, pemilihan pengobatannya adalah kemoterapi dan transplantasi paru-paru.

  • Pneumonia

Infeksi seperti pneumonia (paru-paru basah) dapat menyebabkan batuk kronis. Infeksi-infeksi dapat disebabkan oleh virus, bakteri atau jamur. Infeksi virus tidak merespon pada antibiotik.  Pada pasien-pasien dengan asma, infeksi-infeksi virus pernapasan bagian atas seringkali berakibat pada batuk yang berkepanjangan bahkan setelah infeksinya telah hilang.  Pengobatan: Pneumonia bakteri dan bronkitis secara khas dirawat dengan antibiotik seperti cephalosporins dan azithromycin. Jika pneumonia dekat pada dinding dada perdangan dari permukaan paru dapat menyebabkan nyeri, dikenal sebagai pleurisy dapat dikurangi dengan pemberian analgesik.  Beberapa orang merasa obat batuk ekspectorant yang mengandung guaifenesin bermanfaat dalam mengurangi ketidaknyamanan mereka    

  • Efek samping obat-obatan Hipertensi

Obat-obat tertentu, khususnya ace inhibitors [enalapril (Vasotec), captopril (Capoten) dll. yang digunakan dalam merawat tekanan darah tinggi, dapat menyebakan efek samping berupa batuk kronis.  Pengobatan: Untuk mengurangi efek akibat penggunaan ACEI, bisa dilakukan dengan mengganti pengobatan menggunakan obat-obatan antihipertensi golongan ARB seperti losartan, valsartan, candensartan,dsb.

 

Jika batuk kronis berlangsung lama pasien harus pergi ke dokter untuk melakukan evaluasi. Sangat penting untuk mendeteksi penyebab-penyebab batuk kronis di atas sejak dini, karena dengan perawatan yang sesuai, penyakit-penyakit tersebut bisa diobati secara maksimal. 

Namun jika tidak terdeteksi sejak dini, bisa menyebabkan kondisi yang lebih fatal, bahkan menyebabkan kematian.

 

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit