HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
DR. SCIENTIA INUKIRANA
Ditinjau oleh
DR. SCIENTIA INUKIRANA

Batuk - Tanda, Penyebab, Gejala, Cara Mengobati

Dipublish tanggal: Feb 14, 2019 Update terakhir: Nov 6, 2020 Tinjau pada Jun 15, 2019 Waktu baca: 5 menit

Batuk adalah mekanisme tubuh untuk membantu membersihkan paru-paru dan saluran napas bagian atas dari cairan, lendir, iritasi, partikel asing dan mikroba. Batuk hanya merupakan gejala, bukan penyakit, dan umumnya tidak berbahaya.

Namun kadang-kadang merupakan indikasi adanya gangguan pada saluran pernafasan.

Hal ini umumnya disebabkan oleh adanya infeksi pada saluran pernapasan yang disebabkan oleh bakteri dan virus, namun ada banyak penyebab lainnya seperti tersedak, merokok, polusi udara, asma, penyakit refluks gastroesofagus, tetesan post nasal, bronkitis kronis, tumor paru-paru, gagal jantung dan efek samping dari obat-obatan seperti ACE inhibitor.

Batuk adalah gerakan refleks yang terdiri dari tiga fase, yaitu : inhalasi, penghembusan paksa terhadap glotis tertutup, dan pelepasan udara yang kencang dari paru-paru setelah pembukaan glotis.

Jenis-jenis Batuk

Batuk dapat dikelompokkan berdasarkan durasi, karakter, kualitas, dan waktu terjadinya. Terkait durasi, disebut batuk akut bila onset mendadak dan jika terjadi kurang dari tiga minggu. Sub akut jika terjadi  antara tiga atau delapan minggu, dan kronis bila berlangsung lebih lama dari delapan minggu. (Baca juga batuk kronis).

Sering juga dibedakan menjadi batuk kering (tidak produktif) atau batuk berdahak (produktif). Terkait waktu, bisa terjadi hanya pada malam hari saja, pada siang dan malam, atau pada siang hari saja.

Baca juga :

  • Cara mengobati Batuk Berdahak

Penyebab Batuk Yang Umum Terjadi

Batuk pada anak-anak umumnya hanya merupakan refleks fisiologis normal, namun bisa juga karena sebab tertentu. Penyebab paling umum dari batuk akut atau sub akut adalah adanya infeksi saluran pernapasan oleh virus.

Batuk kronis pada orang dewasa, lebih dari 90% kasus disebabkan oleh tetes post-nasal, asma, bronchitis eosinofilik, dan penyakit refluks gastroesophageal.

Secara umum dapat dipicu oleh sebab-sebab di bawah ini:

1. Infeksi

Penyakit karena infeksi pada saluran pernafasan seperti flu dan pilek, bronkitis akut, pneumonia, pertusis, atau tuberkulosis sangat umum menyebabkan batuk. Common flu seperti pilek adalah penyebab batuk akut yang paling umum.

Meskipun sangat mengganggu, batuk berdahak (produktif) membantu mengeluarkan lendir yang mengandung kuman dari paru-paru. Pada sebagian besar kasus gejala akan hilang dalam beberapa hari.

Setelah infeksi saluran pernafasan dibersihkan, penderita bisa saja mengalami batuk pasca-infeksi. Biasanya berupa batuk kering (tidak berdahak). Gejalanya seperti sesak di dada, dan gatal pada tenggorokan. Gejala ini bisa berlangsung selama berminggu-minggu.

2. Alergi dan asma

Penderita asma atau pengidap alergi tertentu akan memberikan reaksi berupa batuk jika terpicu. Asma adalah penyebab umum batuk kronis pada orang dewasa dan anak-anak.

3. Iritasi

Hal-hal seperti udara dingin, asap rokok, atau parfum, bisa juga menjadi pemicu. Reaksi tiap orang terhadap polutan udara bergantung pada jenis polutan, tingkat paparan, status kesehatan individu dan genetika.

4. Refluks Gastroesophageal

Bila Anda mengalami sakit maag, asam lambung kembali naik dan masuk ke tenggorokan, terutama di malam hari. Hal ini disebut Refluks gastroesophageal. Asam lambung ini bisa mengiritasi tenggorokan dan menyebabkan batuk.

5. Obat-obat Angiotensin-converting enzyme inhibitor

Obat-obat golongan ACE inhibitor adalah obat yang digunakan oleh penderita penyakit jantung, dan tekanan darah tinggi. Obat-obat tekanan darah tinggi seperti captopril, enalapril dan lain-lain memiliki efek samping berupa batuk. Penghentian obat adalah satu-satunya cara untuk menghentikan efek samping ini. Namun jika pengobatan itu sangat dibutuhkan anda bisa berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang sesuai.

6. Psikogenik

Batuk psikogenik tidak disertai dengan gejala pada fisik penderita. Dalam kasus ini, diduga penyebabnya adalah masalah emosional dan psikologis penderita. Hal ini diketahui lebih sering terjadi pada anak-anak daripada pada orang dewasa.

7. Neurogenik

Beberapa kasus batuk kronis dapat disebabkan oleh gangguan sensorik neuropatik. Pengobatannya melibatkan penggunaan obat neuralgia tertentu.

8. Penyebab lainnya

Banyak masalah lain yang bisa menjadi penyebab, misalnya kondisi-kondisi yang mempengaruhi jaringan paru-paru seperti bronkiektasis, fibrosis kistik, penyakit paru interstisial dan sarkoidosis. Tumor paru jinak atau ganas atau massa mediastinal juga diketahui bisa memicu batuk, termasuk penyakit-penyakit kardiovaskular seperti gagal jantung, infark paru dan aneurisma aorta.

Cara Mengobati Batuk

Pengobatan harus disesuaikan dengan penyebabnya, misalnya berhenti merokok atau penghentian obat-obat ACE inhibitor.

Menurut American Academy of Pediatrics penggunaan obat untuk meringankan gejala hanya didukung oleh sedikit bukti sehingga tidak dianjurkan untuk mengobati gejala batuk pada anak kurang dari 2 tahun. Menurut data 50% kasus batuk pada anak hilang tanpa pengobatan dalam 10 hari dan 90% dalam 25 hari.

Obat-obatan over-the-counter ada beberapa jenis, berupa antitusif, ekspektoran, dan mukolitik. Obat antitusif seperti codein atau dextromethorphan sering diresepkan, namun telah terbukti obat-obat ini tidak berpengaruh signifikan.

Bahkan karena batuk adalah refleks pelindung alami, menekan refleks batuk justru merugikan, terutama pada batuk berdahak.

Obat jenis ekspektoran digunakan dengan tujuan meningkatkan sekresi mukus di saluran napas sehingga mengurangi iritasi. Dengan demikian gejala akan berkurang. Namun sebenarnya, efek ekspektorasi dari obat jenis ekspektoran tidak lebih baik daripada plasebo.

Obat jenis mukolitik diresepkan untuk membantu ekspektorasi dengan cara mengurangi viskositas sputum/dahak. Obat-obat golongan mukolitik berguna untuk mengurangi eksaserbasi pada penyakit paru obstruktif kronis.

Penggunaan obat mukolitik harus dihentikan jika tidak memberikan hasil setelah penggunaan selama 4 minggu. (Daftar Obat Batuk Yang Termasuk Mukolitik).

Selain menggunakan obat, mengurangi gejala bisa dilakukan dengan cara minum minuman hangat, menghirup udara hangat, atau menambahkan sesendok madu ke teh panas. Namun tidak dianjurkan memberikan madu kepada anak di bawah usia 1 tahun.

Hal yang sangat penting yang harus dilakukan adalah dengan cara menghindari pemicunya, misalnya dengan cara membersihkan kamar dari debu, menjauhkan hewan peliharaan dari kamar tidur dan lain-lain.

Jika disebabkan oleh adanya masalah/penyakit lain seperti asma, naiknya asam lambung, sleep apnea, penggunaan obat ACE inhibitor dan kondisi medis lainnya yang memerlukan perawatan khusus, berkonsultasilah dengan dokter.

Baca juga :

  • Tips Memilih Obat Batuk (Ekspektoran, Mukolitika, atau Antitusif)
  • Cara Mengobati Batuk Pada Bayi Dan Anak
  • Cara Mengobati Batuk Pada Ibu Hamil
  • Asma

Kapan Harus Menemui Dokter

Batuk adalah sebuah mekanisme alami pertahanan tubuh yang sebagian besar kasusnya akan hilang dengan sendirinya. Namun hal ini tetaplah sebuah situasi yang sangat mengganggu.

Temui dokter Jika pengobatan sendiri telah dilakukan namun gejala tidak hilang setelah 1 minggu, atau jika dilengkapi dengan gejala-gejala lain seperti : Kesulitan bernafas, sakit dada, mulas, batuk darah, demam atau berkeringat di malam hari, atau kesulitan tidur.

 


3 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Types of coughs: Causes and how to treat them. Medical News Today. (https://www.medicalnewstoday.com/articles/327142.php)
Cough-Variant Asthma Symptoms, Treatments, Causes, and More. WebMD. (https://www.webmd.com/asthma/guide/cough-variant-asthma)
Types of Coughs: What Different Types of Coughs Indicate. Healthline. (https://www.healthline.com/health/types-of-coughs)

Artikel ini hanya sebagai informasi awal mengenai kondisi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app