Dimercaprol: Manfaat, Efek Samping, dan Dosis

Update terakhir: Feb 19, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 966.645 orang

Dimercaprol merupakan salah satu jenis obat agen chelating yang digunakan pada seseorang dengan keracunan logam. Bahan logam seperti arsenik, emas, merkuri , atau timbal ini sangat berbahaya bila masuk ke dalam tubuh. Anda sebaiknya perlu hati-hati apabila berada di suatu lingkungan seperti pabrik logam karena tanpa kita sadari unsur logam tersebut dapat masuk ke dalam tubuh kita. Obat ini merupakan injeksi utama pada kasus keracunan bahan tersebut.

Dimercaprol pertama kali ditemukan di Inggris pada masa perang dunia kedua. Agen chelating ini digunakan sebagai antidot untuk mencegah kerusakan organ dan jaringan di dalam tubuh akibat keracunan gas arsenik. Obat ini justru memiliki banyak sekali efek samping, tetapi dengan meningkatkan persentase kehidupan akibat paparan logam, maka obat ini harus digunakan.

Obat ini bersifat cair dan merupakan obat dari golongan sulfuhydril. Unsur sulfuhydril dapat berinterkasi dengan logam keras dengan mencegah ikatan bahan logam di dalam tubuh. Setelah diteliti obat ini dapat meningkat ekskresi konsentrasi cadmium di dalam tubuh.

Manfaat Dimercaprol

Dimercaprol dapat digunakan untuk mengobati beberapa kondisi seperti:

  • Keracunan arsenik
    Keracunan arsenik banyak terjadi pada lingkungan industri dan pabrik dengan arsenik sebagai bahan baku utama. Arsenik merupakan senyawa organik dalam bentuk gas yang beracun, terutama pada industri pertanian dan tambang. Kandungan arsenik tidak hanya disebabkan dengan lingkungan pekerjaan, paparan asap rokok, dan produk makanan seperti daging olahan, susu, juga dapat menyebabkan resiko keracunan. Gejala keracunan arsenik antara lain:
    • Mual muntah
    • Kram otot
    • Nyeri perut
    • Diare
    • Takikardia
    • Kesemutan
  • Keracunan Merkuri
    Keracunan merkuri disebabkan oleh paparan merkuri yang masuk ke dalam tubuh. Merkuri adalah unsur logam yang sangat berbahaya sekaligus muda tercemar d lingkungan. Kandungan merkuri banyak ditemukan di produk rumah tangga, bahkan produk makanan dan susu.
    Merkuri dapat ditemukan apda air raksa termometer, lampu neon. Sedangkan merkuri juga ditemukan pada industri tambang batubara, laboratorium kimia bahan desinfektan, dan lain-lain.
    Kadar merkuri akan dengan cepat diserap ke dalam darah dan menimbulkan gejala. Gejala yang ditimbulkan pada seseorang yang keracunan merkuri antara lain:
    • Rasa terbakar pada tenggorokan
    • Nyeri perut dan rasa terbakar
    • Diare
    • Muntah darah
    • Tremor
    • Mati rasa
    • Gangguan motorik
    • Gangguan daya ingat
    • Kejang
    • Kematian

Efek samping Dimercaprol

Hingga saat ini obat dimercaprol masih dinilai memiliki banyak efek samping. Efek samping utama adalah meningkatnya resiko alergi karena terdapat kandungan minyak arachis atau minyak dari kandungan kacang-kacangan. Beberapa orang yang alergi kacang sebaiknya menghindari pemberian injeksi dimercaprol.

Pemberian injeksi dimercaprol juga dapat meningkatkan resiko jaundice atau penyakit kuning pada bayi baru lahir. Ahli kesehatan menilai perlu perhatian khusus pada pemberian obat ini pada anak-anak.

Efek samping lainnya yang dapat ditimbulkan pada pemberian injeksi dimercaprol antara lain:

  • Gangguan saraf
    Nyeri kepala, kesemutan tangan dan kaki, konvulsi, hipertensif ensepalopati
  • Gangguan mata
    Konjungtivitis, rasa terbakar, pengeluaran air mata
  • Gangguan darah
    Hemolisis
  • Gangguan jantung
    Hipertensi, takikardia
  • Gangguan hati
  • Gangguan pencernaan
    Mual muntah, nyeri perut, sensasi terbakar pada mulut, bibir, dan tenggorokan
  • Rasa panas pada penis

Untuk mengurangi resiko efek samping pada obat injeksi demacaprol, pemberian ephedrine sulfat sebelum injeksi dimercaprol dapat diberikan satu jam sebelumnya.

Dosis dan cara pemberian obat Dimercaprol

Obat dimacprol tersedia dalam bentuk cairan minyak 2ml yang mengandung 100 mg dimercaprol. Dosis awal pemberian yaitu 400 hingga 800 mg pada hari pertama dilanjutkan 200 hingga 400 mg pada hari kedua.

Untuk keracunan timbal, dapat diberikan dosis 4mg/kg pada hari pertama, dilanjutkan 3 hingga 4 mg /kg pada hari berikutnya dengan lama pemberian 2 sampai 7 hari.

Pada anak-anak, dosis obat dimercaprol injeksi sebanyak 2,5 hingga 3 mg/ kg setiap 4 jam selama 2 hari, diturun bertahap selama 10 hari atau sampai kondisi kembali pulih. 

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit