Dihydroergotamine: Manfaat, Efek Samping, dan Dosis

Update terakhir: Feb 19, 2019 Waktu baca: 4 menit
Telah dibaca 903.105 orang

Migrain dapat menyebabkan rasa sakit kepala berdenyut yang parah, biasanya sakit kepala pada migrain hanya terjadi pada satu sisi kepala. Sakti kepala pada migrain sering disertai dengan mual, muntah, dan merasa terganggu terhadap cahaya dan suara. Walaupun mengurangi aktivitas dan beristirahat total dapat mengurangi gejalanya, Penggunaan Obat-obatan dapat lebih efektif dalam membantu mencegah migrain dan mengurangi rasa sakitnya.

Dihydroergotamine (DHE) adalah obat yang sangat efektif untuk mengatasi migrain akut dengan intensitas sedang hingga berat atau sakit kepala cluster akut. Obat ini cenderung memerlukan waktu lebih lama daripada sumatriptan untuk mendapatkan efek yang diinginkan, dan mungkin lebih memicu terjadinya mual daripada sumatriptan, tetapi penggunaan DHE lebih efektif untuk mencegah terjadinya sakit kepala yang berulang.

Apa saja kegunaan Dihydroergotamine?

Dihydroergotamine termasuk ke dalam kelompok obat yang disebut ergot alkaloid (ER-got AL-ka-loids). Obat ini bekerja dengan cara mengecilkan pembuluh darah di sekitar otak dan mempengaruhi pola aliran darah yang berhubungan dengan jenis sakit kepala tertentu.

DHE tersedia dalam 2 bentuk, yaitu berupa injeksi dan nasal spray. Suntikan dihydroergotamine digunakan untuk mengobati migrain atau serangan sakit kepala cluster. Obat ini hanya akan mengobati sakit kepala yang sedang terjadi, tetapi tidak dapat mencegah terjadinya sakit kepala atau mengurangi jumlah serangan.

Sedangkan nasal spray digunakan dengan cara disemprotkan ke hidung, bukan pereda nyeri biasa. Dan obat ini tidak bisa digunakan untuk mengatasi sakit kepala lain selain sakit kepala akibat migraine. Seperti halnya DHE injeksi, Nasal spray dihidroergotamin dapat menyebabkan pembuluh darah di tubuh konstriksi (menjadi lebih sempit). Tindakan ini dapat menyebabkan efek serius yang disebabkan oleh penurunan aliran darah (sirkulasi darah) ke banyak bagian tubuh.

Pastikan bahwa Anda berdiskusi dengan dokter Anda tentang risiko menggunakan obat ini. Obat ini hanya tersedia dengan resep dokter Anda.

Pada kondisi apa Anda tidak boleh menggunakan Dihydroergotamine?

Jangan menggunakan obat ini jika Anda memiliki hipertensi yang tidak terkontrol (tekanan darah tinggi), riwayat penyakit jantung yang signifikan secara klinis (misalnya, serangan jantung atau angina) atau nyeri dada akut yang menandakan angina. Jangan menggunakan dihydroergotamine dalam waktu 6 jam setelah diberikan triptan (misalnya, Imitrex, Zomig, Maxalt, Axert, Relpax), dan jangan mengkonsumsi triptan dalam waktu 24 jam setelah menggunakan DHE

Bagaimana cara menggunakan Dihydroergotamine?

Penting untuk menggunakan obat ini dengan benar. Pastikan Anda membaca petunjuk pasien dengan seksama sebelum menggunakan obat ini.Jangan gunakan dihydroergotaminenasal spray untuk sakit kepala selain sakit kepala akibat migrain.

  • Untuk penggunaan DHE injeksi
    DHE injeksi tersedia dalam bentuk ampul yang mengandung 1 mL cairan dan 1 mg obat itu sendiri. DHE injeksi dilakukan dengan cara menyuntikannya ke bawah kulit (subkutan) Untuk penggunaannya, Anda dapet menerima total 3 kali suntikan dalam sehari. Suntikan pertama diberikan dengan dosis 0.5ml kemudian jika kondisi tidak membaik, dapat diberikan suntikan dengan dosis 0.5ml setelah 20 menit suntikan pertama. Jika kondisi masih tidak membaik setelah suntikan kedua, makan suntikan ketiga dapat diberikan dengan dosis 1ml setelah 60-120menit setelah suntikan kedua.
  • Untuk sediaan nasal spray
    Dosis pada dewasa — Satu semprotan (0,5 mg) di setiap lubang hidung. Setelah 15 menit, semprotan lain (0,5 mg) di setiap lubang hidung harus digunakan. Dosis pada anak-anak — Penggunaan dan dosis harus ditentukan oleh dokter Anda.

Efek samping apa yang paling sering terjadi berkaitan dengan penggunaan Dihydroergotamine?

DHE dapat menyebabkan mual, leher atau dada sesak, atau sakit kepala yang meningkat. Dari efek samping ini, mual adalah yang paling umum dan dapat diobati dengan obat anti mual. Efek samping lain mungkin bisa muncul, baca petunjuk pada kemasan obat atau diskusikan dengan dokter Anda.

Hal apa lagi yang harus Anda ketahui mengenai penggunaan Dihydroergotamine?

Ketergantungan: Jika Anda mengonsumsi dihydroergotamine untuk jangka waktu yang lama, Anda mungkin mengalami ketergantungan dan membutuhkan dosis yang semakin meningkat untuk menghilangkan sakit kepala atau untuk mencegah meningkatnya efek samping yang mungkin disebabkan oleh efek ketergantungan dari obat ini.

Mengantuk: Anda tidak boleh melakukan aktivitas yang membutuhkan kewaspadaan mental, seperti mengoperasikan peralatan atau mengendarai kendaraan.

Overdosis: Penting untuk mengkonsumsi obat ini dalam batas dosis yang dianjurkan dari penggunaan obat ini dan menghindari penggunaan yang berlebihan atau berkepanjangan. Overdosis ergotamine berbahaya, dan dapat menyebabkan berbagai efek samping sebagai berikut:

  • Kulit dingin dan pucat
  • Kebingungan
  • Depresi
  • Diare
  • Pusing
  • Kantuk
  • Sakit kepala
  • Gatal
  • Nyeri otot
  • Mual
  • Nyeri pada dada
  • Denyut nadi cepat dan lemah
  • Naik dan / atau turunnya tekanan darah (biasanya dalam urutan itu)
  • Denyut jantung lambat atau cepat
  • Haus
  • Kesemutan dan mati rasa pada ekstremitas
  • Ketidaksadaran
  • Muntah

Jika diduga ada overdosis, segera cari bantuan medis.

Kehamilan: Dihydroergotamine dapat menyebabkan kerusakan saat dikonsumsi selama kehamilan. Jika Anda hamil saat menggunakan obat ini, hubungi dokter Anda segera. Menyusui: Dihydroergotamine masuk ke dalam ASI dan dapat menyebabkan gejala muntah, diare, nadi lemah, dan tekanan darah tidak stabil pada bayi yang menyusui. Jika Anda seorang ibu menyusui Anda tidak harus minum obat ini.

Obat lain apa yang bisa berinteraksi dengan Dihydroergotamine?

Mungkin ada interaksi antara dihydroergotamine dan beberapa obat berikut:

  • Agen antijamur (mis., ketoconazole, itraconazole)
  • Kokain
  • Epinefrin dengan injeksi
  • Antibiotik macrolide (mis., eritromisin, klaritromisin, troleandomisin)
  • Naratriptan
  • Nikotin
  • Obat-obatan ergot lainnya (mis., methysergide, ergonovine, ergoloid mesylates)
  • Protease inhibitor (mis., ritonavir, nelfinavir, indinavir)
  • Rizatriptan
  • Sumatriptan

Jika Anda menggunakan salah satu dari obat-obatan ini, bicarakan dengan dokter atau apoteker Anda.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit