Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Doctor men
Ditinjau oleh
AHMAD MUHLISIN

Diclofenac: Manfaat, Efek Samping, dan Dosis

Update terakhir: OCT 21, 2019 Tinjau pada OCT 21, 2019 Waktu baca: 4 menit
Telah dibaca 910.414 orang

Apa itu obat Diclofenac atau Diklofenak?

Diclofenac merupakan salah satu jenis obat antiinflamasi non-steroid (OAINS). Obat ini dapat digunakan untuk masalah kesehatan yang berkaitan dengan reaksi peradangan dan juga membantu meredakan rasa nyeri.

Cara kerja dari obat ini adalah dengan menghalangi produksi prostaglandin (senyawa yang dilepaskan tubuh sehingga kita dapat merasakan sensasi nyeri dan reaksi inflamasi).

Dengan demikian, maka rasa nyeri atau sakit maupun reaksi inflamasi dapat diredam. Diclofenac sendiri dibagi menjadi 2 jenis, yaitu Diclofenac Sodium dan Diclofenac Potassium.

Perbedaannya, Diclofenac Sodium memiliki reaksi obat yang lebih lama sehingga lebih berguna dalam membantu meredakan proses inflamasi. Sedangkan, Diclofenac Potassium dapat lebih cepat diserap tubuh, sehingga lebih sering digunakan untuk meredakan rasa nyeri atau sakit.

Manfaat obat Diclofenac

Obat Diclofenac tersedia dalam bentuk tablet oral, kapsul oral, oral delayed release tablet, oral tablet extended release, cairan intravena, dan sirup. Sediaan umum di Indonesia adalah tablet oral dan sirup.

Beberapa manfaat yang didapatkan dari penggunaan obat ini, antara lain digunakan sebagai pilihan terapi nyeri ringan hingga sedang, membantu dalam meredakan tanda dan gejala penyakit osteoarthritis, ataupun rheumatoid arthritis.

Selain itu, obat ini dapat menjadi pilihan terapi pada kasus Ankylosing Spondylitis. Pada wanita, dapat juga digunakan pada nyeri yang timbul di masa awal periode haid atau selama Pre-Menstruation Syndrome (PMS). Terkadang, obat ini dapat membantu atasi masalah sakit kepala oleh karena Migraine, namun obat ini tidak mencegah kekambuhan dari sakit kepala tersebut.

Dosis pemakaian obat Diclofenac

Dosis dari obat ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, yaitu penyakit apa yang timbul, tingkat keparahan penyakit, apakah ada riwayat alergi obat ini, respon tubuh seseorang terhadap pemberian obat ini, serta penyakit lainnya yang dapat bereaksi jika konsumsi obat Diclofenac.

Secara umum, takaran untuk orang dewasa adalah 75-150 mg dalam sehari. Dosis ini dapat dibagi 2-3 kali dalam 24 jam, dengan dosis maksimal penggunaan adalah 200 mg untuk Diclofenac Potassium, dan 150 mg untuk Diclofenac Sodium.

Untuk anak-anak, dosis yang diberikan sebaiknya disesuaikan dengan usia, berat badan anak, dan juga penyakit lain terkait yang ada pada anak.

Pengobatan terkait dengan nyeri gangguan ginjal, nyeri penyakit liver, dan pasien dialisis harus berdasarkan anjuran dokter. Perlu diperhatikan sebaiknya dalam penggunaan obat ini, Anda harus mengikuti saran dari dokter yang merekomendasikan obat ataupun telah memeriksa Anda secara langsung mengenai dosis dan jumlah obat yang paling tepat untuk dikonsumsi.

Beritahukan kepada dokter apabila Anda sedang menkonsumsi obat lain selain Diclofenac. 

Efek samping obat Diclofenac

Efek samping yang dapat ditimbulkan setiap obat dapat bereaksi berbeda-beda dan tergantung pada masing-masing individu. Sehingga, penting untuk mengetahui efek samping yang dapat muncul dari penggunaan obat Diclofenac ini, antara lain:

  • Bisa menyebabkan sakit kepala
  • Rasa kantuk
  • Sesak napas
  • Nyeri perut atau perut kembung
  • Gangguan hati: hilang nafsu makan, urin berwarna gelap, penyakit kuning
  • Gangguan ginjal: kencing lebih sedikit atau tidak sama sekali, bengkak kaki
  • Konstipasi atau diare
  • Ruam kulit 
  • Rasa lelah dan lemah otot
  • Tinja darah atau kehitaman 
  • Batuk darah dan muntah, yang kadang dapat berwarna kehitaman (coffee grounds)
  • Pembengkakan atau kenaikan berat badan

Tidak semua orang mengalami efek samping di atas. Segera hentikan pemakaian obat Diclofenac apabila Anda mengalami gejala efek samping yang tercantum. Konsultasikan dan lakukan pemeriksaan ulang dengan dokter yang memberikan Anda obat tersebut sehingga dapat dipikirkan alternatif lain sebagai solusi masalah kesehatan Anda.

Ibu hamil dan ibu dalam masa menyusui

Obat ini termasuk dalam Kategori D yaitu terdapat bukti yang benar menunjukkan risiko terhadap janin manusia, dan hanya dapat digunakan bila memiliki manfaat yang lebih besar daripada risikonya, seperti untuk kasus yang dapat mengancam jiwa baik ibu atau janin di kandungannya.

Sangat tidak dianjurkan penggunaan obat ini pada trimester akhir kehamilan. Pada ibu yang sedang dalam masa menyusui, sebaiknya dapat menghindari penggunaan obat ini, karena Diclofenac positif dapat masuk ke dalam kandungan ASI.  

Peringatan penggunaan obat

  • Waspadai penggunaan obat Diclofenac dan ikuti anjuran dokter sebelum pemakaian. Bila Anda sedang mengikuti program hamil (promil), wanita yang sedang hamil ataupun dalam masa menyusui, maka dilarang untuk mengkonsumsi obat Diclofenac.
  • Berikan informasi kepada dokter bila Anda memiliki riwayat penyakit lainnya, seperti penyakit jantung ataupun pembuluh darah, penyakit ginjal, kelainan sistem pembekuan darah, penyakit hati (liver), lupus, penyakit stroke, penyakit tukak lambung, gangguan ataupun inflamasi usus, tekanan darah tinggi, urtikaria, porfiria, dan penyakit asma.
  • Dianjurkan untuk konsumsi obat ini dengan makanan atau setelah makan.
  • Dilarang menggunakan obat ini bila ingin mengemudi kendaraan atau menjalankan pekerjaan yang berkaitan dengan alat berat karena bisa menimbulkan rasa mengantuk, pusing, hingga nyeri kepala hebat.
  • Segera hentikan pemakaian bila timbul reaksi alergi obat atau overdosis, dan segera konsultasikan pada dokter untuk penanganan lebih lanjut. 

Informasi overdosis

Jika menggunakan obat Diclofenac secara berlebihan, sebaiknya segera kunjungi dokter Anda. Perhatikan tanda dan gejala overdosis obat ini, yaitu muncul rasa gelisah, mual muntah, penglihatan kabur, meningkatkan suatu kondisi depresi, pola pernapasan dengan frekuensinya yang tidak normal, rasa tidak nyaman pada perut / dada / tenggorokan, muntah darah, irama jantung tidak normal dan tidak teratur, hingga dapat menyebabkan penurunan kesadaran.


Referensi

Altman, et al. (2015). Advances In NSAID Development: Evolution Of Diclofenac Products Using Pharmaceutical Technology. Drugs, 75(8), pp. 859-877.

Electronic Medicines Compendium (2018). Diclofenac Potassium 25 mg Tablets.

Gan, T J. (2010). Diclofenac: An Update On It's Mechanism Of Action and Safety Profile. Current Medical Research and Opinion, 26(7), pp. 1715-1731.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit

Pesan Pengiriman Obat Ini

Ingin beli obat ini? Chat dengan kami di WhatsApp! Kami dapat membantu mengantarkan obat ke rumah Anda se-Indonesia dengan pembayaran via bank transfer, kartu kredit, COD (di sebagian besar kota), Alfamart, dan OVO. Catatan: Kami bukanlah apotek atau toko obat dan kami tidak menjual obat secara langsung. Jasa pengiriman kami bertujuan untuk memberikan kenyamanan kepada pasien dengan pengambilan pesanan obat Anda di apotek. Perlu diketahui bahwa ada obat-obatan tertentu yang tidak dapat dikirimkan sesuai dengan ketentuan hukum.

Chat di WhatsApp