Kenali Diabetes Indipidus Dari Penyebab, Gejala dan, Pengobatannya

Update terakhir: Mar 6, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 860.673 orang

Diabetes indipidus adalah salah satu jenis diabetes yang berbeda dengan diabetes melitus tipe 1 dan 2. Diabetes indipidus adalah kelainan pada tubuh yang disebabkan oleh gangguan hormon. 

Penyakit ini tergolong sangat langka terutama di Indonesia. Penyakit ini menimbulkangt;gejala sering minum dan sering kencing yang memang tidak berkaitan dengan glukosa di darah.

Hormon vasopressin adalah salah satu hormon yang terkena gangguan pada kasus diabetes indipidus. Hormon ini bekerja untuk mengatur kadar air di dalam tubuh. Hormon vasopressin di bentuk oleh hipotalamus digt;tumor otak yang berfungsi untuk mengatur nafsu makan. 

Hormon yang telah diproduksi akan disimpan di kelenjar pituitari untuk menunggu adanya respon apabila kadar air di dalam tubuh berkurang.

Permasalahan yang timbul adalah hormon vasopresin yang gagal mengatur kadar air di dalam tubuh sehingga cairan akan masuk ke dalam ginjal dan urin menjadi semakin banyak. Maka dari itu secara klinis diabetes indipidus dibagi menjadi 2 yaitu:

  1. Diabetes indipidus Kranial
    Diabetes indipidus jenis ini disebabkan adanya kerusakan hipotalamus yang tidak cukup memproduksi hormon antidiuretik. Diabetes insipidus kranial paling sering disebabkan oleh trauma kepala yang merusak hipotalamus di otak atau adanya tumor otak yang menyebabkan tekanan dan penyempitan hipotalamus. Penyebab lain yang jarang terjadi antara lain infeksi otak seperti ensefalitis dan meningitis dan stroke.
  2. Diabetes indipidus Nefrogenik
    Diabetes indipidus jenis ini disebabkan tidak adanya rangsangan organ ginjal yang tidak merespon urin. Kondisi ini jarang terjadi dan terlebih disebabkan oleh riwayat genetik atau keturunan. Jenis nefrogenik dibagi menjadi kongenital dan Acquired.
    1. Pada Kongenital Diabetes insipidus nefrogenik, dalam laporan kelahiran bayi hanya tercatat 1 dari 200.000 bayi yang mengidap diabetes insipidus. Kondisi lain berkaitan dengan riwayat genetik adalah dari kelainan mutasi gen AQP2.
    2. Pada Acquires Nefrogenic diabetes insipidus adalah kelainan dari efek samping litium. Litium adalah jenis obat pada ilmu kejiwaan yang digunakan pada terapi gangguan bipolar. Pengobatan jangka panjang dapat beresiko terkena kasus ini. Penyebab lain yang ditemukan yaitu hiperkalsemia, hiperkalemia, dan obstruksi saluran kemih. 

Gejala Diabetes Insipidus

Gejala yang ditemui pada penderita diabetes insipidus antara lain:

  1. Rasa haus yang terus-menerus
  2. Rasa ingin sering kencing bahkan di malam hari. Kencing yang ditampung dapat mencapai sebanyak 2 liter hingga 20 liter perharinya.
  3. Mengompol
  4. Diare
  5. Kaki tangan yang kasar dan dingin

Pada anak-anak dengan diabetes insipidus sering ditemukan suka rewel, berat badan tidak naik, dan pertumbuhan yang sangat lambat

Diagnosis Diabetes Insipidus

Selain menyatakan keluhan oleh dokter terkait gejala yang dialami. Dokter melakukan beberapa pemeriksaan untuk menunjang pada diagnosis diabetes insipidus. Beberapa pemeriksaan yang dilakukan antara lain:

  1. Water Deprivation Test
    Water deprivation test adalah pemeriksaan khusus bagi diabetes insipidus. Caranya adalah mengehentikan asupan cairan selama beberapa jam. Pada diabetes insipidus akan terbukti masih ada rasa ingin buang air kecil meskipun tidak ada konsumsi cairan yang masuk.
  2. Pemeriksaan darah
    Pemeriksaan darah dilakukan untuk menilai kadar hormon ADH atau antidiuretik di dalam darah. Selain itu juga menilai kadar gula darah agar dapat menyingkirkan diabetes melitus
  3. Pemeriksaan urin
    Prinsip pada pemeriksaan urin hampir sama yakni untuk mendeteksi adanya glukosa, kalsium, dan kalium dalam air kencing.
  4. MRI
    Pemeriksaan MRI kepala ditujukan pada adanya kelainan organ otak seperti akibat trauma kepala atau tumor otak. 

Komplikasi Diabetes Insipidus

Komplikasi pada diabetes insipidus adalah terkait pada kehilangan cairan yang menimbulkan dehidrasi. Gejala pada dehidrasi yaitu sakit kepala, bibir kering, badan lemas, dan kebingungan. 

Pada pemeriksaan darah ditemukan adanya ketidakseimbangan elektrolit seperti menurunnya kadar kalsium, kalsium, magnesium, dan sodium di dalam tubuh.

Penanganan Diabetes Insipidus

Pengobatan pada diabetes insipidus adalah dengan memperbaik kerja hormon yang membentuk vasopresin. Pemberian obat-obatan seperti desmopressin sangat cocok untuk memperbaiki fungsi hormon sehingga dapat mengatur lebih baik kadar cairan di dalam tubuh.

Pemberian obat diuretik thiazide juga bermanfaat untuk mengurangi kadar air yang keluar dari dalam tubuh saat urinasi.

Pencegahan utama pada diabetes insipidus adalah mengatur pola makan dan menjaga asupan garam agar tidak berlebihan guna untuk membantu ginjal menampung air dan mengurangi urin yang keluar. 

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit