Gangguan Bipolar - Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Update terakhir: May 4, 2019 Waktu baca: 4 menit
Telah dibaca 777.425 orang

Gangguan bipolar adalah penyakit mental yang ditandai oleh perubahan suasana hati yang ekstrem. Gejala-gejalanya dapat termasuk suasana hati yang meningkat yang biasa disebut mania. Gejalanya juga dapat mencakup episode depresi

Gangguan bipolar juga dikenal sebagai penyakit bipolar atau depresi manik.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

PROMO! Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01

Orang dengan gangguan bipolar mungkin mengalami kesulitan melakukan tugas atau aktivitas sehari-hari di sekolah maupun di tempat kerja, atau dalam mempertahankan suatu hubungan

Tidak ada pengobatan khusus untuk gangguan bipolar, tetapi ada banyak opsi pengobatan yang tersedia yang dapat membantu menangani gejala-gejalanya.

Penyebab Gangguan Bipolar

Gangguan bipolar adalah gangguan kesehatan mental yang umum terjadi. Namun sampai saat ini masih belum jelas apa yang menyebabkan beberapa orang mengembangkan kondisi gangguan tersebut.

Kemungkinan penyebab gangguan bipolar meliputi:

Genetika

Jika orang tua atau saudara kandung Anda memiliki gangguan bipolar, Anda mungkin lebih beresiko mengalami kondisi tersebut dibandingkan dengan orang lain. 

Namun, penting untuk diingat bahwa tidak semua orang yang memiliki keluarga dengan riwayat gangguan bipolar akan mengalami gangguan bipolar juga dikemudian hari.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

PROMO! Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01

Masalah di Otak

Struktur otak dapat mempengaruhi risiko terjadinya penyakit. Kelainan pada struktur atau fungsi otak dapat meningkatkan risiko Anda mengalami gangguan bipolar.

Faktor lingkungan

Bukan hanya apa yang ada di tubuh Anda yang dapat membuat Anda lebih mungkin mengembangkan gangguan bipolar. Faktor-faktor luar juga dapat berkontribusi. Faktor-faktor tersebut dapat meliputi:

  • stress yang berlebih
  • pengalaman traumatik
  • penyakit fisik

Masing-masing faktor tersebut dapat mempengaruhi siapapun yang mengembangkan gangguan bipolar. Namun, hal yang lebih mungkin adalah kombinasi faktor dapat berkontribusi terhadap perkembangan penyakit tersebut.

Tanda dan gejala Gangguan Bipolar

Ada tiga gejala utama yang dapat terjadi pada gangguan bipolar yaitu  mania, hipomania, dan depresi.

Saat mengalami mania, seseorang dengan gangguan bipolar mungkin merasakan emosi yang tinggi. Mereka bisa merasa sangat bersemangat, impulsif, euforia, dan penuh energi. Selama episode manik, mereka juga dapat terlibat dalam perilaku seperti:

  • Berfoya-foya
  • Melakukan hubungan seks tanpa pengaman
  • Menggunakan obat-obatan

Hipomania umumnya dikaitkan dengan gangguan bipolar II. Kondisi ini mirip dengan mania, tetapi tidak separah mania pada umumnya. Tidak seperti mania, hipomania mungkin tidak menimbulkan masalah di tempat kerja, sekolah, atau dalam hubungan sosial. 

Namun, orang-orang dengan hypomania masih bisa memperhatikan perubahan mood mereka.

Selama episode depresi, beberapa hal mungkin Anda alami, seperti:

  • Kesedihan yang mendalam
  • Keputusasaan
  • Kehilangan energi
  • Kurangnya minat pada kegiatan yang pernah mereka nikmati
  • Periode tidur yang terlalu sedikit atau terlalu banyak
  • Pikiran untuk bunuh diri

Meskipun kondisi tersebut bukanlah kondisi yang langka, namun gangguan bipolar mungkin sulit didiagnosis karena gejalanya yang sangat bervariasi.

Cara mencegah terjadinya Gangguan Bipolar

Sampai saat ini masih tidak diketahui secara pasti cara mencegah terjadinya gangguan bipolar. Namun terdapat beberapa langkah sederhana yang dapat Anda lakukan untuk membantu menangani gangguan bipolar, langkah tersebut dapat termasuk:

  • Tetaplah makan dan tidur secara teratur
  • Belajar untuk mengenali perubahan suasana hati
  • Minta teman atau kerabat untuk mendukung rencana pengobatan
  • Konsultasikan dengan dokter atau penyedia layanan kesehatan

Perubahan gaya hidup lainnya juga dapat membantu meringankan gejala depresi yang disebabkan oleh gangguan bipolar.

Cara mengobati Gangguan Bipolar

Diagnosa

Diagnosis gangguan bipolar I melibatkan satu atau lebih episode manik, atau episode campuran (manik dan depresi). Diagnosis bipolar II melibatkan satu atau lebih episode depresi mayor dan setidaknya satu episode hipomania.

Agar dapat didiagnosis dengan episode manik, Anda harus mengalami gejala yang berlangsung setidaknya satu minggu atau yang menyebabkan Anda dirawat di rumah sakit. Anda harus mengalami gejala hampir sepanjang hari setiap harinya. Episode depresi mayor, di sisi lain, harus bertahan setidaknya dua minggu.

Gangguan bipolar bisa sulit untuk didiagnosis karena perubahan suasana hati dapat bervariasi. Lebih sulit untuk mendiagnosis gangguan ini pada anak-anak dan remaja. Kelompok usia tersebut seringkali memiliki perubahan mood, perilaku, dan tingkat energi yang lebih besar.

Gangguan bipolar sering menjadi lebih buruk jika dibiarkan dan tidak diobati. Episode dapat terjadi lebih sering atau menjadi lebih ekstrem. Tetapi jika Anda menerima pengobatan untuk gangguan bipolar sangat mungkin bagi Anda untuk menjalani kehidupan yang sehat dan produktif. 

Oleh karena itu, diagnosis yang cepat dan tepat sangatlah penting.

Satu hasil pemeriksaan tidak dapat membuat diagnosis gangguan bipolar. Sebagai gantinya, dokter akan menggunakan beberapa tes dan pemeriksaan. Pemeriksaan tersebut mungkin termasuk:

  • Pemeriksaan fisik.
  • Evaluasi kesehatan mental.
  • Mood journal.
  • Kriteria diagnostik.

Dokter mungkin akan menggunakan alat dan pemeriksaan lain untuk mendiagnosis gangguan bipolar yang lainnya.

Pengobatan

Beberapa pengobatan tersedia yang dapat membantu mengelola gangguan bipolar Anda. Pengobatan tersebut termasuk obat-obatan, konseling, dan perubahan gaya hidup.  

Obat-obatan

Obat yang dianjurkan dokter dapat termasuk:

  • penstabil suasana hati, seperti lithium (Lithobid)
  • antipsikotik, seperti olanzapine (Zyprexa)
  • antidepresan-antipsikotik, seperti fluoxetine-olanzapine (Symbyax)
  • benzodiazepines, sejenis obat anti-kecemasan seperti alprazolam (Xanax) yang dapat digunakan untuk pengobatan jangka pendek

Psikoterapi

Pengobatan psikoterapi yang disarankan dapat meliputi:

  • Terapi perilaku kognitif.
  • Psychoeducation.
  • Interpersonal and social rhythm therapy (IPSRT)

Opsi pengobatan lain

Opsi pengobatan lain mungkin termasuk:

  • Terapi electroconvulsive
  • Obat tidur
  • Suplemen
  • Akupunktur

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit