Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Doctor men
Ditinjau oleh
DR VINA SETIAWAN

Dapsone : Manfaat,Efek Samping,dan Dosis

Update terakhir: SEP 21, 2019 Tinjau pada SEP 21, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 1.121.453 orang

Mengenai Dapsone

Golongan:

Obat resep

Kemasan:

Tablet

Kandungan:

Obat antibiotik sulfonamide

Manfaat Dapsone

Dapsone pertama kali disintesis pada tahun 1908. Penelitian sulfonamida (salah satu obat golongan antibiotik) dalam dunia kedokteran dimulai pada tahun 1937, ketika dua kelompok ilmuwan di Inggris dan Perancis yang pertama menemukan bahwa Dapsone dapat digunakan sebagai agen antibiotik.

Dapsone, adalah antibiotik golongan sulfonamide pertama yang digunakan untuk mengobati gonore. Kemudian, Dapsonee digunakan untuk mengatasi beberapa keadaan non-infeksi seperti jerawat.

Dapsone bekerja dengan cara menggabungkan kedua sifat antimikroba/ antiprotozoal dan efek anti-peradangan menyerupai obat anti-peradangan non-steroid.

Dapsone umumnya digunakan dalam kombinasi dengan rifampisin dan clofazimine yang untuk pengobatan kusta. Dapsone juga digunakan untuk mengobati dan mencegah pneumonia pneumocystis (PCP) yang merupakan penyakit infeksi paru-paru pada pasien dengan HIV/AIDS. 

Dapsone juga digunakan untuk toksoplasmosis pada orang yang tidak dapat mentolerir trimethoprim dengan sulfamethoxazole.

Dapsone dalam bentuk obat minum juga dapat digunakan pada kondisi non-infeksi seperti acne vulgaris (jerawat) sedang hingga parah, dan kadang-kadang masih diresepkan untuk pengobatan kasus parah. 

Dapsone dalam sediaan salep juga efektif dengan efek samping yang berpotensi lebih kecil. Dapsone juga dapat digunakan untuk mengatasi dermatitis herpetiformis dalam kombinasi dengan diet bebas gluten. Dapsone dapat digunakan untuk mengobati gigitan laba-laba.

Dapsone adalah pengobatan yang direkomendasikan untuk pengobatan eritema elevatum diutinum (suatu kondisi dimana muncul bercak keunguan pada daerah lengan dan kaki), karena ulasan menemukan bahwa menggunakan Dapsone oral saja efektif pada 80% kasus awal penyakit. Namun, Dapsone berpotensi menyebabkan efek samping yang parah.

Bagaimana dosis dan pemberian obat ini?

Dapsone tersedia dalam bentuk tablet dan gel. Di Indonesia Dapsone hanya tersedia dalam sediaan tablet. Setiap tablet berisi 50mg Dapsonee. Kandungan bahan aktif yang terkandung dalam tablet Dapsone meliputi : Laktosa, Magnesium Stearate, Pati jagung, Sodium lauryl sulfate

Dosis penggunaan Dapsone untuk dewasa dan anak di atas 12 tahun:

  • Kusta multibasiler (rejimen 3 obat): 100mg setiap hari selama setidaknya dua tahun
  • Kusta Paucibacillary (rejimen 2 obat): 100mg setiap hari selama setidaknya enam bulan
  • Profilaksis malaria: 100mg mingguan dengan pirimetamin 12,5 mg

Dermatitis herpetiformis: Dosis awal diberikan 50mg setiap hari, secara bertahap meningkat menjadi 300mg setiap hari jika diperlukan. Setelah lesi mulai mereda, dosis harus dikurangi sesegera mungkin, biasanya 25-50mg setiap hari, yang dapat dilanjutkan selama beberapa tahun. Dosis pemeliharaan seringkali dapat dikurangi pada pasien yang menerima diet bebas gluten.

Pneumonia pneumocystis carinii:
Dalam kombinasi dengan trimethoprim, 50-100mg setiap hari; 100mg dua kali seminggu atau 200mg sekali seminggu.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat GRATIS Ongkir via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir minimal belanja Rp50.000.

Iklan obat

Dosis penggunaan Dapsone untuk Anak-anak 6-12 tahun:

  • Kusta multibasiler (rejimen 3 obat): 50mg setiap hari selama setidaknya dua tahun
  • Lepra Paucibacillary (rejimen 2-obat): 50mg setiap hari selama setidaknya enam bulan
  • Lansia: Dosis harus dikurangi pada lansia di mana ada gangguan fungsi hati

Gel Dapsone 7,5% sekali sehari (nama dagang Aczone®) tersedia di AS dan Australia untuk perawatan jerawat topikal. Biasanya ditoleransi dengan baik tetapi jarang menyebabkan kulit di lokasi aplikasi menjadi kering dan merah. 

Ada risiko rendah hemolisis dan efek samping lain dari perawatan oral yang dijelaskan di atas.

Efek samping apa yang dapat ditimbulkan dengan penggunaan Dapsone?

Efek samping ringan dan relatif sering terjadi diantaranya adalah:

  • Gangguan pencernaan termasuk mual atau muntah
  • Sakit kepala
  • Warna biru pada bibir dan ujung jari

Efek samping yang lebh serius yang dapat terjadi, adalah:

  • Anemia (hemoglobin rendah atau jumlah darah merah yang rendah) sering terjadi pada pasien yang menerima Dapsone. Gejala-gejala anemia yang mungkin termasuk kelelahan dan sesak napas. Anemia yang lebih parah mungkin terjadi pada pasien dengan defisiensi glukosa-6-fosfat dehidrogenase
  • Alergi dapat menyebabkan ruam kulit yang meluas
  • Kelemahan otot kaki dan tangan dapat terjadi, terutama dengan terapi Dapsone jangka panjang dengan dosis lebih dari 100 mg per hari
  • Telah dilaporkan menyebabkan nekrosis papiler ginjal (penyakit ginjal)
  • Psikosis (halusinasi atau delusi) telah dilaporkan
  • Penurunan jumlah darah putih yang signifikan biasanya disertai dengan demam, sakit tenggorokan, infeksi kulit, atau tanda-tanda infeksi lokal lainnya. Umumnya muncul ruam kulit merah yang menyebar
  • Penyakit yang menyerupai demam, menyebabkan kelelahan parah, demam, sakit tenggorokan, ruam dan pembengkakan kelenjar getah bening

Interaksi dengan produk obat lain dan bentuk interaksi lainnya

Ekskresi Dapsone berkurang dan konsentrasi plasma meningkat dengan pemberian bersamaan dari probenesid. Rifampicin telah dilaporkan meningkatkan pembersihan plasma Dapsone. 

Peningkatan konsentrasi Dapsone dan trimetoprim telah dilaporkan setelah pemberian bersamaan pada pasien AIDS.

Perhatian

Dapsone tidak boleh dikonsumsi oleh siapa pun yang alergi terhadap Dapsone. 

Dosis Dapsone mungkin perlu lebih rendah dari normal pada orang dengan penyakit jantung atau paru yang signifikan. Hal ini disebabkan karena efek obat ini pada kapasitas pembawa oksigen sel darah. Dapsone harus dihindari selama kehamilan dan menyusui.


Referensi

Allen, H. Bonsall, A. Patient (2015). Dapsone Tablets.

Blasum, C. Wozel, G. (2014). Dapsone In Dermatology and Beyond. Arch Dermatol Res, 306(2), pp. 103-124.

Huins, H. Tidy, C. Patient (2014). Leprosy.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit

Pesan Pengiriman Obat Ini

Ingin beli obat ini? Chat dengan kami di WhatsApp! Kami dapat membantu mengantarkan obat ke rumah Anda se-Indonesia dengan pembayaran via bank transfer, kartu kredit, COD (di sebagian besar kota), Alfamart, dan OVO. Catatan: Kami bukanlah apotek atau toko obat dan kami tidak menjual obat secara langsung. Jasa pengiriman kami bertujuan untuk memberikan kenyamanan kepada pasien dengan pengambilan pesanan obat Anda di apotek. Perlu diketahui bahwa ada obat-obatan tertentu yang tidak dapat dikirimkan sesuai dengan ketentuan hukum.

Chat di WhatsApp