Bahaya Alkohol Bagi Tubuh, Merusak Hati Hingga Picu Komplikasi

Dipublish tanggal: Sep 6, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 3 menit
Bahaya Alkohol Bagi Tubuh, Merusak Hati Hingga Picu Komplikasi

Ada banyak alasan mengapa beberapa orang gemar minum minuman beralkohol bahkan sampai ke tahap kecanduan. Ada yang memilihnya sebagai upaya menghilangkan stres, tapi ada juga yang mungkin cuma ikut-ikutan teman.

Meski sesaat bisa menghalau stres, konsumsi alkohol tetap tidak boleh berlebihan. Bukan cuma bikin mabuk, terlalu banyak minum alkohol bisa merugikan kesehatan.  Simak bahaya alkohol bagi tubuh pada ulasan berikut ini.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Bahaya alkohol bagi kesehatan hati

Hati alias liver menjadi organ paling pertama yang menerima akibat buruk dari konsumsi alkohol. Fungsi hati salah satunya untuk menyaring racun dari darah. Semakin banyak seseorang minum alkohol, maka hati harus bekerja lebih ekstra untuk menyaring racun di dalamnya dan lambat laun bisa memicu gangguan hati.

Berikut ini berbagai bahaya alkohol bagi kesehatan hati, di antaranya:

1. Kerusakan hati

Organ hati memiliki fungsi sebagai berikut:

Jika hati terkontaminasi zat berbahaya seperti alkohol, apalagi dengan dosis yang berlebihan, lama-kelamaan hati bisa rusak. Kenapa bisa begitu?

Kandungan alkohol dari minuman akan diserap ke dalam aliran darah. Sebelum diedarkan ke seluruh tubuh, alkohol dengan konsentrasi tinggi akan melewati organ hati terlebih dahulu untuk disaring. Sel-sel hati kemudian akan mengubah alkohol menjadi air dan karbondioksida. 

Dalam waktu yang bersamaan, enzim yang terkandung dalam sel-sel hati akan mati setiap kali terkontaminasi oleh alkohol. Organ hati masih bisa memproduksi sel-sel baru, tapi kemampuan regenerasinya akan terganggu karena konsumsi alkohol dalam jangka panjang. Akibatnya, hati kemudian akan mengalami kerusakan parah hingga tidak bisa memproduksi sel-sel baru. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Baca Juga: Cara Gampang Menghitung Kadar Alkohol Dalam Darah

2. Perlemakan hati

Orang yang mengonsumsi minuman beralkohol, apalagi dalam jumlah banyak dalam beberapa hari, dapat memicu penumpukan lemak pada hati. Kondisi ini awalnya tidak menimbulkan gejala apa pun sehingga justru perlu diwaspadai.

Perlemakan hati yang cukup ringan sebetulnya tidak membutuhkan penanganan atau pengobatan khusus. Fungsi hati pun akan kembali normal setelah Anda berhenti minum alkohol selama 14 hari. 

Sebaliknya, jika Anda terus-terusan minum alkohol dalam jumlah banyak, maka semakin banyak pula timbunan lemak di hati. Hal ini bisa berkembang menjadi peradangan hati atau hepatitis jika konsumsi alkohol diteruskan.

3. Hepatitis

Orang yang sudah kecanduan alkohol berisiko tinggi terkena hepatitis. Hal ini karena saat hati sudah dipenuhi oleh lemak jahat tapi Anda masih terus lanjut minum minuman beralkohol, maka alkohol tadi akan terus menggerogoti hati hingga memicu peradangan.

Pada awalnya, kondisi ini tidak menimbulkan gejala apa pun sehingga sering terlewatkan. Namun, Anda masih bisa menyelamatkan diri dengan segera berhenti konsumsi minuman alkohol untuk selama-lamanya selama sisa hidup Anda. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Hepatitis sendiri adalah penyakit serius yang bisa mengancam nyawa. Meneruskan kebiasaan minum minuman beralkohol dapat memicu terjadinya gagal hati yang menyebabkan hal-hal berikut:

4. Sirosis

Sirosis hati adalah kondisi paling parah ketika hati sudah rusak, tidak bisa meregenerasi sel baru, dan tidak bisa memperbaiki diri. Sampai saat ini, belum ada obat dan penanganan sirosis hati selain dengan melakukan transplantasi hati. 

Dampak buruk alkohol untuk tubuh

Selain memiliki dampak buruk untuk organ hati, konsumsi minuman beralkohol juga dapat memicu kondisi-kondisi berikut:

Baca Juga: Ini yang Terjadi Pada Jantung Saat Anda Minum Alkohol

Bagaimana cara menghentikan kecanduan minuman beralkohol?

Organ hati yang sudah rusak akan sulit diperbaiki, sehingga membutuhkan organ hati baru lewat cangkok atau transplantasi hati. Oleh karena itu, jangan tunggu sampai sakit dulu baru Anda mulai membatasi atau bahkan berhenti total minum minuman beralkohol.

Berikut adalah beberapa tips yang bisa dilakukan untuk menghentikan kecanduan alkohol dan menghindari bahaya alkohol bagi kesehatan, yakni:

  • Mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat. Ganti kebiasaan minum alkohol dengan air putih atau jus buah yang lebih segar dan sehat.
  • Lakukan pola hidup sehat dengan berolahraga dan memperbaiki asupan nutrisi
  • Buang botol minuman beralkohol yang ada di rumah untuk mengurangi hasrat Anda meminumnya.
  • Jauhi orang-orang yang sering menemani Anda minum-minum.
  • Tolak dengan halus ajakan mabuk-mabukan teman-teman Anda.
  • Katakan pada teman-teman Anda bahwa anda sudah berhenti.
  • Bergaul dengan orang baru yang tidak suka minum-minum

Baca Juga: Tips Agar Tidak Cepat Mabuk Saat Minum Alkohol

Bagaimana jika sudah telanjur kecanduan alkohol selama bertahun-tahun? Tenang, Anda dapat berkonsultasi ke dokter untuk mencari cara menghindari bahaya alkohol dalam tubuh. Dokter dapat menyarankan Anda untuk mengikuti program detoksifikasi, rehabilitasi, atau meresepkan obat-obatan tertentu seperti disulfiram.

25 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
attributable to alcohol use and alcohol-use disorders. (http://www.lunaliving.org/pdf/global-burden-of-disease-and-injury.pdf)
Rehm, J., et al. (2009). Global burden of disease and injury and economic cost

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app