Mengenal Penyebab Keracunan Alkohol

Dipublish tanggal: Okt 29, 2019 Update terakhir: Jan 19, 2022 Tinjau pada Des 30, 2019 Waktu baca: 3 menit
Mengenal Penyebab Keracunan Alkohol

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Keracunan alkohol dapat terjadi apabila alkohol dikonsumsi dalam jumlah banyak dan menyebabkan tingginya kadar alkohol dalam darah;
  • Gejala keracunan alkohol dapat berupa gangguan pernapasan, muntah, pucat, hipotermia, hingga menurunnya tingkat kesadaran;
  • Cara mengatasi keracunan alkohol dengan cepat adalah dengan minum air putih lebih banyak dan upayakan tetap dalam kondisi sadar;
  • Semakin cepat minum alkohol, maka kadar alkohol dalam darah akan semakin tinggi. Organ hati harus bekerja keras menyaring racun dan alkohol dari dalam darah;
  • Klik untuk membeli paket medical check up untuk ginjal dengan harga bersahabat dan dokter berpengalaman melalui HDmall.

Keracunan alkohol dapat terjadi apabila seseorang mengonsumsi alkohol dalam jumlah berlebihan dan menyebabkan kadar alkohol dalam darah menjadi sangat tinggi. 

Keracunan alkohol dapat menyebabkan seseorang menjadi kurang responsif, kebingungan, susah nafas, pingsan, hingga koma apabila kadar alkohol dalam darah mencapai kadar tertentu.

Keracunan alkohol merupakan salah satu kondisi mendesak dan membutuhkan penanganan segera karena dapat mengancam keselamatan jiwa. 

Keracunan alkohol biasanya terjadi saat seseorang mengikuti pesta minuman keras atau tidak sengaja meminum cairan produk rumah tangga yang mengandung alkohol.

Gejala Keracunan Alkohol

Gejala-gejala keracunan alkohol antara lain:

  • Pernafasan tidak normal
  • Muntah
  • Mengalami kebingungan
  • Kulit pucat hingga muncul semburat kebiruan
  • Hipotermia atau suhu tubuh turun drastis
  • Pernafasan sangat lambat
  • Tidak responsif tapi tetap sadar
  • Pingsan

Bahkan pada kondisi serius, keracunan alkohol dapat menyebabkan henti nafas, serangan jantung, tersedak yang dapat menyebabkan muntah dan masuk ke paru-paru, mengalami kejang jika terjadi hipoglikemia (kadar gula darah terlalu rendah), hipotermia, dehidrasi, kerusakan otak, hingga koma dan berujung kematian.

Baca juga: Minum Alkohol Bikin Gemuk? Cek Jumlah Kalori dalam Alkohol

Bagaimana Cara Mengatasi Keracunan Alkohol? 

Keracunan alkohol merupakan salah satu kondisi darurat di mana dibutuhkan penanganan segera dan apabila Anda mengalami keracunan alkohol, maka segera hubungi ambulance. 

Pada penderita keracunan alkohol harus dibantu melalui beberapa pertolongan pertama, seperti: 

  • Tetap upayakan agar berada dalam kondisi sadar
  • Minum air putih yang banyak dan biarkan untuk selalu buang air kecil bila memungkinkan
  • Tidak minum kopi karena kafein akan memperparah dehidrasi
  • Duduk dan tidak berbaring, apabila hanya bisa berbaring maka harus dalam posisi miring ke samping
  • Apabila pasien tidak sadar, harus diletakkan dalam posisi pemulihan dan dicek pernafasannya
  • Tidak minum lebih banyak alkohol

Saat di rumah sakit, perawat mungkin hanya akan memantau sampai kadar alkohol dalam darah turun. Namun hal tersebut akan bergantung dari tingkat keparahan gejala dan kadar alkohol dalam darah. Selain itu, ada beberapa cara penanganan lainnya di rumah sakit, seperti: 

  • Pemasangan infus untuk mengatur glukosa darah, hidrasi, dan kadar vitamin
  • Pemasangan kateter urin jika mengompol
  • Memasukkan tabung ke tenggorokan untuk membantu sistem pernafasan

Pada anak-anak jika tidak sengaja meminum isopropil alkohol atau metanol dan mengalami keracunan alkohol, perlu segera dilakukan cuci darah untuk mempercepat pembuangan racun dari tubuh. 

Baca juga: Dampak Minum Alkohol terhadap Kesehatan Ginjal

Penyebab Keracunan Alkohol

Kondisi keracunan alkohol dapat disebabkan karena beberapa hal, termasuk ajakan minum alkohol bersama dengan sekelompok teman atau orang lain yang patut diperhatikan. Selain itu, Anda juga perlu mengetahui batasan kemampuan diri dalam mengatasi rasa mabuk yang mungkin saja terjadi akibat terlalu banyak minum alkohol.

Alkohol sendiri akan terserap lebih cepat dalam tubuh dan darah daripada makanan. Saat Anda mengonsumsi alkohol, organ hati harus menyaring racun dan alkohol dari dalam darah. Padahal organ hati hanya bisa menyaring racun alkohol dalam jumlah terbatas, yaitu 1 minuman beralkohol dalam 1 jam. 

Apabila Anda minum alkohol terlalu banyak atau misalnya 2 minuman dalam 1 jam, maka dalam aliran darah Anda akan ada alkohol tambahan dan apabila jam berikutnya Anda mengonsumsi 2 minuman alkohol lagi, maka akan ada alkohol tambahan lagi dalam darah Anda selama 2 jam.

Sehingga semakin cepat minum alkohol, maka kadar alkohol dalam darah akan semakin tinggi pula. Hal ini dapat mempengaruhi fungsi mental dan fisik Anda secara negatif, termasuk menurunkan fungsi pernafasan dan muntah.

Baca juga: Makanan dan Minuman Saat Mabuk Alkohol

Menurut CDC (Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit) di Amerika Serikat, terdapat sekitar 2.200 kasus kematian akibat keracunan alkohol setiap tahunnya. Hal ini setara dengan kematian rata-rata 6 orang setiap harinya di Amerika Serikat akibat keracunan alkohol.

 Orang-orang dengan resiko tinggi mengalami keracunan alkohol antara lain pecandu alkohol kronis, anak muda, dan orang yang minum obat bersamaan dengan minum alkohol.

Selama masa pemulihan dari keracunan alkohol, Anda mungkin akan mengalami mual, kram perut, sakit kepala, tremor, dan gelisah. Untuk itu, Anda dapat mempercepat masa pemulihan setelah keracunan alkohol dengan minum banyak air putih supaya tetap terhidrasi serta mengonsumsi beberapa jenis makanan dan nutrisi yang dapat membantu Anda pulih dari efek keracunan alkohol.


22 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Alcohol use in older people. National Institute on Aging. https://www.nia.nih.gov/health/publication/alcohol-use-older-people.
Sivilotti MLA, et al. Methanol and ethylene glycol poisoning. http://www.uptodate.com/home.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app