HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
DR. KARTIKA MAYASARI
Ditinjau oleh
DR. KARTIKA MAYASARI

Berapa Lama Waktu Yang Dibutuhkan Untuk Mencerna Makanan? Semua Yang Perlu Diketahui Mengenai Pencernaan

Dipublish tanggal: Agu 28, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 3 menit
Berapa Lama Waktu Yang Dibutuhkan Untuk Mencerna Makanan? Semua Yang Perlu Diketahui Mengenai Pencernaan

Secara umum, makanan membutuhkan waktu 24 hingga 72 jam untuk bergerak melalui saluran pencernaan Anda. Waktu yang tepat tergantung pada jumlah dan jenis makanan yang Anda konsumsi. 

Angka tersebut juga didasarkan pada faktor-faktor seperti jenis kelamin, metabolisme, dan apakah Anda memiliki masalah pencernaan yang dapat memperlambat atau mempercepat proses mencerna makanan.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Lambung & Saluran Pencernaan via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 4

Pada awalnya, makanan bergerak relatif cepat melalui sistem pencernaan. Dalam waktu enam hingga delapan jam, makanan telah bergerak melalui perut, usus kecil, dan usus besar.

Saat di usus besar Anda, sebagian isi makanan yang dicerna bisa bertahan lebih dari satu hari sementara makanan dicerna lebih banyak lagi. 

Sebuah penelitian menemukan bahwa rata-rata waktu yang dihabiskan makanan di usus besar bervariasi berdasarkan jenis kelamin yaitu 33 jam untuk pria dan 47 jam untuk wanita.

Tingkat pencernaan Anda juga didasarkan pada apa yang Anda makan. Daging dan ikan bisa memakan waktu hingga dua hari untuk sepenuhnya dicerna. Protein dan lemak yang dikandungnya merupakan molekul kompleks yang membutuhkan waktu lebih lama bagi tubuh untuk terpisah.

Sebaliknya, buah-buahan dan sayuran, yang kaya serat, bergerak melalui sistem Anda dalam waktu kurang dari sehari. Faktanya, makanan berserat tinggi dapat membantu jalur pencernaan Anda berjalan lebih efisien.

Jensi makanan yang paling cepat dicerna adalah makanan olahan, junk food yang manis seperti permen batangan. Tubuh akan mencernanya dalam hitungan jam, sehingga dengan cepat membuat Anda merasa lapar lagi.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Lambung & Saluran Pencernaan via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 4

Apa yang terjadi selama proses pencernaan?

Pencernaan merupakan proses di mana tubuh Anda memecah makanan dan mengeluarkan nutrisi yang dibutuhkan tubuh untuk beroperasi. Apapun yang tersisa dari proses pencernaan merupakan produk limbah, yang dibuang oleh tubuh.

Sistem pencernaan manusia terdiri dari lima bagian utama yaitu:

  • Mulut
  • Kerongkongan
  • Lambung
  • Usus halus
  • Usus besar

Inilah yang terjadi ketika tubuh mencerna makanan:

Saat Anda mengunyah, kelenjar di mulut akan mengeluarkan air liur. Cairan pencernaan tersebut mengandung enzim yang dapat memecah pati dalam makanan. Hasilnya adalah massa lembek yang disebut bolus agar lebih mudah ditelan.

Saat Anda menelan, makanan bergerak turun ke kerongkongan (pipa yang menghubungkan mulut ke perut). Gerbang berotot yang disebut sfingter esofagus bagian bawah terbuka untuk membiarkan makanan bergerak ke lambung.

Asam di lambung akan memecah makanan. Hasil pemecahan makanan tersebut menghasilkan campuran lembek gastric juices dan sebagian makanan yang dicerna, yang disebut chyme. Campuran tersebut berpindah ke usus kecil Anda.

Iklan dari HonestDocs
Beli Onkologi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 19

Di usus kecil, pankreas dan hati Anda berkontribusi pada proses pencernaan. Pancreatic juices memecah karbohidrat, lemak, dan protein. Empedu dari hati bekerja melarutkan lemak. Vitamin, nutrisi lain, dan air mengalir melalui dinding usus kecil ke aliran darah Anda. 

Kemudian bagian yang tidak tercerna yang tersisa lainnya bergerak ke usus besar.

Usus besar menyerap nutrisi sisa dari makanan. Sisanya kemudian menjadi limbah padat yang disebut feses. Rektum menyimpan feses sampai Anda siap untuk buang air besar.

Tips untuk pencernaan yang sehat

Agar makanan tetap lancar di sistem pencernaan Anda dan mencegah masalah seperti diare dan sembelit, cobalah beberapa tips berikut:

Konsumsi lebih banyak sayuran, buah, dan biji-bijian

Sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian adalah sumber makanan yang kaya serat. Serat membantu makanan bergerak melalui sistem pencernaan Anda dengan lebih mudah.

Batasi mengkonsumsi daging merah dan makanan olahan

Daging membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna. Selain itu daging dapat menghasilkan bahan kimia yang dapat merusak saluran pencernaan Anda.

Tambahkan probiotik ke dalam diet anda

Bakteri bermanfaat dalam probiotik dapat membantu menyingkirkan bakteri berbahaya di saluran pencernaan. Anda dapat menemukan makanan yang kaya akan probiotik dalam makanan seperti yogurt dan kefir, dan dalam suplemen.

Berolahraga setiap hari

Menggerakkan tubuh juga membuat saluran pencernaan tetap bergerak. Berjalan kaki setelah makan dapat mencegah munculnya gas dan perut kembung

Olahraga juga dapat menjaga berat badan Anda tetap terjaga, yang dapat menurunkan risiko Anda untuk kanker tertentu dan penyakit lain pada sistem pencernaan.

Tidur yang cukup

Kurang tidur berkaitan dengan obesitas, yang juga dapat menyebabkan masalah dengan sistem pencernaan.

Hindari stress

Stress yang berlebihan dapat memperburuk kondisi pencernaan seperti mulas. Lakukanlah teknik menghilangkan stress seperti meditasi dan yoga dapat membantu menenangkan pikiran Anda.

2 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
How Long Does It Take to Digest Food?. Healthline. (https://www.healthline.com/health/how-long-does-it-take-to-digest-food)
Bowel Transit Time Test: How Long Does Your Digestion Take?. WebMD. (https://www.webmd.com/a-to-z-guides/bowel-transit-time-test)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app