Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Kesehatan Fisik

Terlalu Banyak Alkohol di Usia Paruh Baya Meningkatkan Risiko Stroke

Dipublish tanggal: Jun 12, 2019 Update terakhir: Feb 11, 2020 Waktu baca: 3 menit
Terlalu Banyak Alkohol di Usia Paruh Baya Meningkatkan Risiko Stroke

Penelitian menunjukkan bahwa mengkonsumsi alkohol dalam jumlah besar pada usia paruh baya dapat sangat meningkatkan resiko seseorang terkena semua jenis stroke. Hal tersebut dikarenakan alkohol berkontribusi pada sejumlah kondisi medis yang merupakan faktor risiko stroke seperti:

  • Tekanan darah tinggi merupakan faktor risiko terpenting dari stroke yang berkontribusi lebih dari 50% dari semua jenis stroke. Mengkonsumsi terlalu banyak alkohol dapat meningkatkan tekanan darah Anda.
  • Diabetes dapat menggandakan resiko seseorang terkena stroke. Mengkonsumsi alkohol dapat mengubah cara tubuh dalam merespons insulin.
  • Kelebihan berat badan dapat meningkatkan resiko seseorang terkena stroke. Minuman beralkohol cenderung memiliki kalori yang sangat tinggi, jadi seseorang yang banyak mengkonsumsi minuman beralkohol secara teratur dapat membuatnya lebih sulit untuk mempertahankan berat badan yang sehat.
  • Fibrilasi atrium dan alkohol. Mengkonsumsi alkohol dalam jumlah berlebihan dapat memicu terjadinya fibrilasi atrium. Fibrilasi atrium merupakan sejenis detak jantung yang tidak teratur. Fibrilasi atrium dapat meningkatkan risiko stroke hingga lima kali, karena dapat menyebabkan gumpalan darah terbentuk di jantung. Jika gumpalan tersebut naik ke otak, hal tersebut bisa menyebabkan terjadinya stroke.
  • Kerusakan hati karena mengkonsumsi terlalu banyak alkohol dapat menghentikan fungsi hati untuk membuat zat yang dapat membantu darah membeku. Kerusakan hati dapat meningkatkan resiko seseorang terkena stroke yang disebabkan oleh pendarahan di otak.

Para peneliti menemukan bahwa orang yang mengkonsumsi banyak alkohol di usia 50 dan 60-an cenderung menderita stroke lebih dini dibandingkan peminum ringan atau orang yang bukan peminum.

Iklan dari HonestDocs
Beli Simvastatin via HonestDocs!

Simvastatin berfungsi untuk menurunkan kadar kolesterol yang tinggi pada pasien – pasien dislipidemia. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Diketahui bahwa tingkat stroke dapat meningkat karena minum banyak minuman beralkohol, tetapi tidak diketahui apakah terjadinya stroke dapat meningkat atau berkurang dengan mengkonsumsi alkohol dalam jumlah sedang. 

Penelitian baru-baru ini yang diterbitkan oleh The Lancet mengaitkan bahkan konsumsi alkohol tingkat rendah dengan peningkatan tekanan darah yang dapat menyebabkan terjadinya stroke.

Dalam studi baru, para peneliti menemukan bahwa mengkonsumsi satu atau dua minuman beralkohol sehari dapat meningkatkan risiko stroke sebesar 10% hingga 15% dan mengkonsumsi empat minuman beralkohol sehari dapat meningkatkan risiko terkena stroke sebesar 35%. 

Satu minuman beralkohol didefinisikan sebagai segelas kecil anggur, dan sebotol bir.

Di Cina, lebih dari setahu banyak orang meninggal karena stroke daripada penyakit lainnya. Studi ini memperkirakan bahwa mengkonsumsi minuman beralkohol adalah penyebab 8% dari semua stroke dari gumpalan darah di otak (stroke iskemik) dan 16% dari semua stroke akibat pendarahan ke otak (stroke hemoragik).

Selain dapat meningkatkan risiko terkena stroke lagi, terdapat beberapa pengaruh lain dari alkohol jika dikonsumsi secara berlebihan:

Iklan dari HonestDocs
Beli Simvastatin via HonestDocs!

Simvastatin berfungsi untuk menurunkan kadar kolesterol yang tinggi pada pasien – pasien dislipidemia. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

  • Mengkonsumsi alkohol saat sedang menggunakan obat dapat memiliki efek yang berbahaya. Terlalu banyak mengkonsumsi alkohol bisa sangat berbahaya jika Anda menggunakan obat pengencer darah, seperti warfarin. 

Jadi jika Anda telah diresepkan obat-obatan setelah mengalami stroke, pastikan Anda bertanya kepada dokter atau apoteker apakah Anda dapat mengkonsumsi alkohol sambil menggunakan obat-obatan yang diresepkan. 

Namun untuk menghindari hal yang tidak diinginkan sebaiknya jangan mengkonsumsi alkohol bersamaan penggunaan obat-obatan lainnya.

  • Jika Anda terserang stroke, Anda mungkin lebih rentan terhadap efek negatif yang dimiliki oleh alkohol. Jika Anda memiliki masalah kurang tidur, memiliki masalah keseimbangan atau bicara yang buruk, alkohol dapat memperburuk kondisi-kondisi tersebut.
  • Alkohol juga dapat memperburuk perubahan suasana hati dan depresi, yang umum terjadi setelah stroke. Alkohol juga dapat mempengaruhi daya ingat dan pikiran Anda.
  • Alkohol dapat membuat Anda dehidrasi, jadi jika Anda menderita sakit kepala, mengkonsumsi alkohol secara berlebih bisa memperburuk sakit kepala Anda.
  • Jika stroke yang disebabkan oleh pendarahan di dalam atau di sekitar otak Anda (stroke hemoragik), Anda harus menghindari alkohol setidaknya selama tiga minggu pertama setelah terjadinya serangan stroke. .

Jadi, jika Anda terserang stroke, penting untuk memikirkan jumlah alkohol yang Anda minum. Dokter akan dapat memberi saran dan memberi tahu Anda tentang layanan dan dukungan yang dapat membantu Anda melakukannya. 

Namun untuk mencegah terjadinya stroke berulang sebaiknya kurangi atau hindari mengkonsumsi alkohol yang berlebihan.

3 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Red face after drinking alcohol: Causes and prevention. Medical News Today. (https://www.medicalnewstoday.com/articles/325619.php)
Red Face from Alcohol: Causes, Symptoms, and More. Healthline. (https://www.healthline.com/health/red-face-alcohol)

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit