Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Doctor men
Ditinjau oleh
AHMAD MUHLISIN

Comedrol 4mg Caplet: Manfaat, Dosis, & Efek Samping

Update terakhir: DEC 5, 2019 Tinjau pada DEC 5, 2019 Waktu baca: 6 menit
Telah dibaca 1.654.441 orang

Comedrol adalah obat yang digunakan sebagai obat alergi, imunosupresan, anti syok dan anti inflamasi. Obat Comedrol mengandung Methylprednisolone, yang termasuk jenis obat steroid jenis glukokortikoid sintetis.Berikut ini adalah informasi lengkap obat Comedrol yang disertai tautan merk-merk obat lain dengan nama generik yang sama.

pabrik

Berlico

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

golongan

Harus dengan resep dokter

kemasan

Comedrol dipasarkan dengan kemasan sebagai berikut :

  • Dos 10 x 10 caplet 4 mg

kandungan

Tiap kemasan obat Comedrol mengandung zat aktif (nama generik) sebagai berikut :

  • Methylprednisolone 4 mg / caplet

Sekilas tentang zat aktif (nama generik)

Methylprednisolone adalah obat steroid jenis glukokortikoid sintetis. Obat Ini adalah derivat prednisolon yang digunakan sebagai agen anti alergi, imunosupresan, dan anti inflamasi. Methylprednisolone bekerja dengan cara menembus membran sel sehingga akan terbentuk suatu kompleks steroid-protein reseptor. Di dalam inti sel, kompleks steroid-protein reseptor ini akan berikatan dengan kromatin DNA dan menstimulasi transkripsi mRNA yang merupakan bagian dari proses sintesa protein. Sebagai anti inflamasi, obat ini menekan migrasi neutrofil, mengurangi produksi prostaglandin (senyawa yang berfungsi sebagai mediator inflamasi), dan menyebabkan dilatasi kapiler. Hal ini akan mengurangi repon tubuh terhadap kondisi peradangan (inflamasi).

Indikasi

Kegunaan Comedrol (methylprednisolone) adalah untuk pengobatan kondisi-kondisi berikut :

  • Seperti glukokortikoid lainnya, Comedrol (methylprednisolone) digunakan sebagai obat anti inflamasi (radang), sebagai obat alergi, penyakit endokrin, gangguan hematologik, dan sindrom nefrotik. (Kenali alergi makanan dan cara mengatasinya).
  • Comedrol obat radang tenggorokan yang juga sangat umum digunakan. Umumnya digunakan untuk jangka pendek.  Radang tenggorokan/bronkial atau bronkitis akut terjadi karena berbagai penyakit saluran pernafasan.
  • Bisa juga digunakan dalam pengobatan arthritis (rematik). (Penjelasan Lengkap Nyeri Sendi).
  • Pada terapi penyakit autoimun, misalnya lupus eritematosus sistemik pada periode akut dan terapi jangka panjang, anemia hemolitik dan eritoblastopenia.
  • Obat ini juga digunakan sebagai pengobatan multiple sclerosis, cedera tulang belakang nonpenetrating, sindrom steven johnson, dermatitis eksfoliatif, psoriasis, radang mata akut dan kronik, leukimia limfositik kronik dan akut, insufiensi korteks adrenal, trombositopenia purpura pada orang dewasa, dan neuritis vestibular.

Kontra indikasi

  • Jangan menggunakan Comedrol jika anda memiliki riwayat hipersentif/alergi obat methylprednisolone atau obat-obat glukokortikoid lainnya.
  • Obat ini juga dikontraindikasikan untuk penderita tuberculosis (TB), diabetes mellitus, infeksi jamur sistemik, penyakit herpes simpleks, varisela, dan penderita osteoporosis berat.
  • Selain itu, pemberian vaksin hidup ataupun vaksin yang dilemahkan juga dikontraindikasikan untuk seseorang yang sedang menggunakan obat imunosupresif seperti Comedrol (methylprednisolone). Pengecualian untuk aturan ini adalah pasien yang menjalani terapi pengganti kortikosteroid lengkap, misalnya, untuk penyakit addison, yang mungkin mengikuti protokol imunisasi standar.

Efek Samping Comedrol

Berikut adalah beberapa efek samping Comedrol (methylprednisolone) :

Perhatian

Berikut adalah hal-hal yang harus diperhatikan pasien jika menggunakan obat Comedrol (methylprednisolone) :

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat
  • Obat ini digunakan setelah makan atau dengan makanan.
  • Jangan menghentikan penggunaan obat ini secara mendadak karena bisa mengakibatkan krisis addisonian yang bisa berakibat fatal. Untuk mencegah hal ini, dokter biasanya meresepkan obat ini secara tapering dose (dinaikkan bertahap, dihentikan bertahap).
  • kortikosteroid sistemik seperti Comedrol (methylprednisolone) diketahui ikut diekskresikan dalam air susu ibu. Karena obat ini bisa menghambat pertumbuhan, mengganggu produksi kortikosteroid endogen, atau menyebabkan efek yang tak diinginkan lainnya, sebaiknya penggunaan Comedrol (methylprednisolone) selama menyusui dihindari.
  • Comedrol obat yang bisa menyebabkan sulit tidur dan gangguan suasana hati.
  • Hindari kontak dengan penderita campak dan cacar air, karena pengguna obat Comedrol (methylprednisolone) akan mengalami penurunan sistem imun sehingga lebih mudah tertular.

Penggunaan obat Comedrol untuk ibu hamil

FDA (badan pengawas obat dan makanan amerika serikat) mengkategorikan methylprednisolone dalam kategori C dengan penjelasan sebagai berikut :

Penelitian pada reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin dan tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada manusia, namun jika potensi keuntungan dapat dijamin, penggunaan obat pada ibu hamil dapat dilakukan meskipun potensi resiko sangat besar.

Meskipun hasil studi pada hewan tidak selalu equivalen dengan hasil pada manusia, pemakaian Comedrol untuk ibu hamil sebaiknya dihindari. Jika tidak benar-benar dibutuhkan atau terapi dengan obat atau cara lain masih memungkinkan, sebaiknya penggunaan obat ini tidak dilakukan.

interaksi obat

Obat dengan kandungan zat aktif methylprednisolone berinteraksi dengan obat-obat berikut :

  • Jika diberikan bersamaan dengan kalium-depleting agen (misalnya, amfoterisin B, diuretik), harus diwaspadai kemungkinan terjadinya hipokalemia, pembesaran jantung dan gagal jantung kongestif.
  • Antibiotik golongan macrolide menyebabkan penurunan klirens methylprednisolone secara signifikan sehingga meningkatkan potensi terjadinya efek samping.
  • Methylprednisolone menghambat respon warfarin, oleh karena itu, indeks koagulasi harus dipantau secara teratur untuk mempertahankan efek antikoagulan yang diinginkan.
  • Methylprednisolone dapat meningkatkan konsentrasi glukosa darah, penyesuaian dosis obat antidiabetes mungkin diperlukan.
  • Methylprednisolone menyebabkan penurunan konsentrasi serum isoniazid.
  • Cholestyramine dapat meningkatkan klirens methylprednisolone oral.
  • Pemberian bersamaan dengan siklosporin akan meningkatkan aktivitas kedua obat. Hal ini meningkatkan resiko terjadinya kejang.
  • Estrogen (termasuk kontrasepsi oral) dapat menurunkan metabolisme hepatik methylprednisolone, sehingga meningkatkan efeknya.
  • Obat yang menginduksi sitokrom P450 3A4 (misalnya Barbiturat, Phenytoin, Carbamazepine, Rifampin), aktivitas enzim dapat meningkatkan metabolisme kortikosteroid sehingga dosis Comedrol (methylprednisolone) perlu ditingkatkan.
  • Obat yang menghambat sitokrom P450 3A4 (misalnya, ketoconazole, antibiotik makrolida seperti erythromycin dan troleandomycin) memiliki potensi untuk menghasilkan peningkatan konsentrasi plasma methylprednisolone.
  • Ketoconazole menurunkan metabolisme methylprednisolone secara signifikan sehingga meningkatkan resiko efek samping methylprednisolone.
  • Penggunaan bersama NSAID harus diwaspadai terjadinya peningkatan resiko perdarahan saluran pencernaan.

Dosis Comedrol

Dosis obat ini ditentukan secara individual untuk setiap pasien berdasarkan manfaat dan tolerabilitas masing-masing pasien. Obat Comedrol (methylprednisolone) umumnya diberikan dengan dosis sebagai berikut :

  • Dewasa dan anak usia 12 tahun atau lebih : 4-48 mg /hari sebagai dosis tunggal atau dosis terbagi.
  • Pada keadaan sklerosis : 160 mg / hari selama 1 minggu, dilanjutkan 64 mg / hari selama 1 bulan.
  • Anak usia kurang dari 12 tahun :

Dosis awal : 0.4-1.6 mg /kg BB / hari. Tidak lebih dari 80 mg / hari.Pemeliharaan : 2-8 mg /hari.Note :

  • Peningkatan dosis dan penghentian obat dilakukan secara bertahap, sesuai yang diresepkan dokter.

Terkait

  • Merk-merk obat dengan kandungan methylprednisolone
  • Obat yang termasuk kortikosteroid
  • Obat yang termasuk glukokortikoid

Dalam pemilihan obat, manfaat yang diperoleh harus dipastikan lebih besar daripada risiko yang mungkin dialami pasien. Oleh karena itu, penggunaan obat Comedrol harus sesuai dengan yang dianjurkan.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit

Pesan Pengiriman Obat Ini

Ingin beli obat ini? Chat dengan kami di WhatsApp! Kami dapat membantu mengantarkan obat ke rumah Anda se-Indonesia dengan pembayaran via bank transfer, kartu kredit, COD (di sebagian besar kota), Alfamart, dan OVO. Catatan: Kami bukanlah apotek atau toko obat dan kami tidak menjual obat secara langsung. Jasa pengiriman kami bertujuan untuk memberikan kenyamanan kepada pasien dengan pengambilan pesanan obat Anda di apotek. Perlu diketahui bahwa ada obat-obatan tertentu yang tidak dapat dikirimkan sesuai dengan ketentuan hukum.

Chat di WhatsApp