Coccidioidomycosis Paru (Demam Valley) - Tanda, Penyebab, Gejala, Cara Mengobati

Dipublish tanggal: Apr 30, 2019 Update terakhir: Nov 6, 2020 Waktu baca: 2 menit

Coccidioidomycosis paru adalah penyakit infeksi di paru-paru yang disebabkan oleh jamur Coccidioides. Coccidioidomycosis umumnya disebut demam valley atau demam lembah.

Anda bisa tertular kondisi ini dengan menghirup spora dari Coccidioides immitis dan Coccidioides posadasii fungi. Spora ini sangatlah kecil sehingga tidak dapat terlihat dengan mata.

Jamur-jamur tersebut umumnya ditemukan di tanah di daerah gurun di Amerika Serikat bagian barat daya dan di Amerika Tengah dan Selatan.

Tipe Demam Valley/Demam Lembah

Ada dua jenis demam lembah yaitu akut dan kronis.

  • Akut

Coccidioidomycosis akut adalah bentuk infeksi yang ringan. Gejala infeksi akut akan muncul mulai satu hingga tiga minggu setelah menghirup spora jamur dan mungkin tidak diperhatikan. Biasanya hilang tanpa perawatan.

Kadang-kadang, jamur tersebut dapat menyebar ke dalam tubuh dan menyebabkan infeksi pada kulit, tulang, jantung, dan sistem saraf pusat. Bila infeksi ini terjadi, maka memerlukan perawatan medis.

Coccidioidomycosis kronis adalah bentuk penyakit jangka panjang. Perkembangan jenis ini membutuhkan waktu berbulan-bulan atau bertahun-tahun, kadang-kadang bahkan selama 20 tahun atau lebih setelah penyakit awal.

Bila tidak segera diobati, abses paru-paru (infeksi) dapat terbentuk. Ketika abses pecah, makan akan melepaskan nanah ke ruang antara paru-paru dan tulang rusuk. Mayoritas orang yang terinfeksi jamur ini tidak mengembangkan bentuk kronis coccidioidomycosis paru.

Faktor risiko

Siapa pun yang mengunjungi atau tinggal di daerah di mana demam lembah ada dapat tertular penyakit. Anda memiliki peningkatan risiko mengembangkan bentuk kronis penyakit jika Anda:

  • keturunan Afrika, Filipina, atau penduduk asli Amerika
  • memiliki sistem kekebalan yang melemah
  • sedang hamil
  • memiliki penyakit jantung atau paru-paru
  • menderita diabetes

Gejala Demam Valley

Pada umumnya, demam valley tidak menimbulkan gejala apapun. Adapun gejala-gejala yang mungkin timbul dalam jenis demam akut adalah:

Gejala bentuk kronis mirip dengan tuberkulosis. Gejala yang mungkin Anda alami dengan jenis demam kronis meliputi:

Diagnosis Demam Valley

Untuk mendiagnosis demam valley, dokter perlu melakukan beberapa tes penunjang untuk memastikan hasil diagnosis, meliputi:

  • Tes darah untuk memeriksa jamur Coccidioides dalam darah
  • Rontgen dada untuk memeriksa kerusakan pada paru-paru
  • Kultur dahak, untuk memeriksa jamur Coccidioides

Pengobatan Demam Valley

Anda kemungkinan besar tidak akan memerlukan pengobatan bila mengalami demam valley akut. Dokter akan menyarankan agar Anda banyak istirahat sampai gejalanya hilang.

Jika Anda memiliki sistem kekebalan yang lemah atau memiliki bentuk kronis penyakit, dokter dapat meresepkan obat antijamur untuk membunuh jamur demam lembah. Obat antijamur umum yang diresepkan untuk demam lembah meliputi:

  • amfoterisin B
  • flukonazol
  • itrakonazol

Jarang, untuk demam lembah kronis, pembedahan diperlukan untuk mengangkat bagian paru yang terinfeksi atau rusak.

Apakah Demam Valley Dapa menular?

Anda hanya bisa mendapatkan demam lembah dengan menghirup spora langsung dari jamur demam lembah di tanah.

Setelah spora jamur memasuki tubuh seseorang, mereka berubah bentuk dan tidak dapat ditularkan ke orang lain. Anda tidak bisa mendapatkan demam lembah karena kontak dengan orang lain.


21 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Bennett JE, et al. Coccidioidomycosis. In: Mandell, Douglas, and Bennett's Principles and Practice of Infectious Diseases. 7th ed. Philadelphia, Pa.: Churchill Livingstone Elsevier; 2010. https://www.clinicalkey.com.
Coccidioidomycosis (Valley fever) — Jobs at risk. Centers for Disease Control and Prevention. http://www.cdc.gov/niosh/topics/valleyfever/risk.html.
Papadakis MA, et al., eds. Mycotic infections. In: Current Medical Diagnosis & Treatment 2014. 54th ed. New York, N.Y.: The McGraw-Hill Companies; 2015. http://www.accessmedicine.com.

Artikel ini hanya sebagai informasi awal mengenai kondisi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini
Buka di app