Abses kulit - Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Update terakhir: May 14, 2019 Waktu baca: 5 menit
Telah dibaca 941.018 orang

Abses kulit, juga yang biasa disebut dengan bisul, adalah sebuah benjolan yang muncul di dalam atau di bawah permukaan kulit. Benjolan ini biasanya berisi dengan nanah atau cairan bening. Benjolan ini biasanya terjadi karena suatu infeksi bakteri.

Abses kulit dapat muncul pada bagian tubuh mana saja. Namun, abses paling sering terjadi pada daerah punggung, wajah, dada, atau bokong. Abses kulit juga dapat muncul di area yang berambut, seperti ketiak atau selangkangan.

Iklan dari HonestDocs
Beli obat CEFSPAN 100MG CAP via HonestDocs

Cefspan merupakan antibiotik untuk mengatasi infeksi pada saluran pernafasan atas, infeksi saluran kemih dan kelamin, kulit & jaringan lunak. GRATIS biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Cefspan 100mg cap 1

Sebagian besar abses kulit merupakan suatu kondisi yang tidak berbahaya dan dapat hilang tanpa pengobatan. Hanya menggunakan krim dan obat-obatan yang dijual bebas yang mungkin diperlukan untuk membantu mempercepat proses penyembuhan abses kulit. Terkadang, abses kulit juga lebih sulit diobati dan mungkin memerlukan laserasi atau drainase.

Ada beberapa kasus di mana abses dapat menyebabkan komplikasi serius yang berpotensi mengancam jiwa jika tidak ditangani dengan tepat.

Penyebab umum abses kulit

Bakteri
Staphylococcus adalah bakteri yang paling umum menyebabkan abses kulit. Abses kulit dapat disebabkan oleh suatu infeksi bakteri yang terjadi ketika bakteri Staphylococcus aureus memasuki tubuh melalui folikel rambut atau melalui luka atau cedera yang telah tertusuk atau merusak kulit.

Anda berisiko lebih tinggi terkena infeksi bakteri ini jika Anda mengalami beberapa hal dibawah ini:

  • Kontak dekat dengan orang yang terinfeksi (Hal tersebutlah yang menyebabkan infeksi bakteri Staphylococcus lebih sering terjadi di rumah sakit)
  • Penyakit kulit kronis, seperti jerawat atau eksim
  • Diabetes
  • Sistem kekebalan yang lemah, yang dapat disebabkan oleh infeksi seperti HIV
  • Kurang menjaga kebersihan dengan baik

Folikel rambut yang terinfeksi
Folikel rambut yang terinfeksi, atau folikulitis, juga dapat menyebabkan abses yang terbentuk di folikel rambut. Folikel dapat terinfeksi jika rambut di dalam folikel tersumbat dan tidak dapat menembus kulit, seperti yang terjadi saat setelah bercukur. 

Folikel rambut yang tersumbat umumnya dikenal sebagai rambut yang tumbuh ke dalam (ingrown hair). Folikel rambut yang tersumbat inilah yang dapat menyebabkan infeksi. Abses yang ada di dalam folikel rambut ini biasanya berisi folikel rambut yang tersumbat.

Iklan dari HonestDocs
Beli obat CEFSPAN 100MG CAP via HonestDocs

Cefspan merupakan antibiotik untuk mengatasi infeksi pada saluran pernafasan atas, infeksi saluran kemih dan kelamin, kulit & jaringan lunak. GRATIS biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Cefspan 100mg cap 1

Folliculitis juga dapat terjadi setelah Anda menghabiskan waktu berendam di kolam yang tidak cukup terklorinasi atau di bak mandi air panas.

Mengidentifikasi abses kulit
Abses sering muncul sebagai benjolan di kulit yang mirip dengan jerawat. Namun, seiring waktu abses dapat tumbuh dan menyerupai kista yang berisi cairan. Tergantung pada penyebab munculnya abses, mungkin juga akan muncul gejala-gejala lain seperti:

  • Demam
  • Mual
  • Panas dingin
  • Pembengkakan
  • Luka pada kulit
  • Peradangan pada kulit
  • Keluarnya cairan dari abses

Area di sekitar abses juga terasa nyeri dan hangat saat disentuh.

Mendiagnosis abses

Suatu bisul atau abses kecil biasanya bukanlah suatu masalah yang perlu Anda khawatirkan. Karena kondisi tersebut dapat Anda obati di rumah. Namun, jika Anda memiliki bisul dan disertai dengan beberapa dari kondisi dibawah ini, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter:

  • Seorang anak yang memiliki abses
  • Seseorang yang berusia di atas 65 tahun.
  • Seseorang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah atau baru saja dirawat di rumah sakit.
  • Seseorang yang telah menerima transplantasi organ.
  • Seseorang yang sedang menjalani kemoterapi atau baru saja menerima kemoterapi.
  • Terdapat Abses kulit di wajah atau tulang belakang Anda. (Jika tidak diobati, abses dapat menyebar ke otak atau sumsum tulang belakang Anda.)
  • Abses yang besar, belum sembuh dalam dua minggu, dan disertai dengan demam.
  • Abses menyebar ke bagian lain dari tubuh Anda.
  • Abses menjadi terasa lebih nyeri atau berdenyut.
  • Terdapat anggota tubuh yang bengkak.
  • Kulit di sekitar abses bengkak atau sangat merah.

Dokter Anda akan meninjau riwayat medis Anda dan melakukan pemeriksaan fisik untuk memeriksa abses secara menyeluruh. Pemeriksaan fisik lengkap memungkinkan dokter Anda untuk mengetahui apakah penyebab abses dikarenakan luka atau folikel rambut yang tersumbat.

Dokter mungkin juga akan mengambil sejumlah kecil sampel cairan dari abses Anda untuk menguji keberadaan bakteri. Tidak diperlukan metode pemeriksaan lain untuk mendiagnosis abses

Namun, jika Anda mengalami abses kulit yang berulang dan dokter Anda merasa bahwa kondisi tersebut disebabkan oleh suatu masalah medis, maka dokter mungkin akan melakukan pengambilan sampel darah atau urin.

Komplikasi abses kulit

Dalam beberapa kasus, abses dapat menyebabkan komplikasi serius. Hal ini tersebut termasuk:

  • Penyebaran infeksi, berpotensi ke otak atau sumsum tulang belakang
  • keracunan darah, atau sepsis
  • Endokarditis, yang merupakan infeksi pada lapisan dalam jantung
  • Pertumbuhan abses baru
  • Kematian jaringan di area abses, seperti gangren
  • Infeksi tulang akut, atau osteomielitis

Methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA) merupakan suatu komplikasi potensial lainnya. MRSA adalah jenis bakteri yang kebal terhadap obat yang biasanya menyebabkan abses kulit. Meskipun terdapat antibiotik alternatif lain untuk mengobati komplikasi ini, namun umumnya pengobatan alternatif ini tidak selalu bekerja dengan baik.

Cara mengobati abses kulit

Pengobatan di rumah
Pada umumnya masalah abses kulit dapat Anda tangani di rumah. Dengan memberikan kompres hangat pada abses dapat membantu abses menyusut dan mengeluarkan cairan di dalamnya. Anda dapat melakukan kompres hangat dengan cara merendam handuk kecil dalam air hangat dan melipatnya sebelum meletakkannya di atas abses.

Drainase
Temui dokter Anda jika abses tidak kunjung membaik dan tidak sembuh dengan pengobatan rumahan. Dokter mungkin akan mengeluarkan cairan di dalam abses. 

Untuk mengeluarkan cairan abses, dokter Anda akan memberikan obat bius dan kemudian akan memotong abses untuk memungkinkan cairan tersebut keluar

Setelah cairan abses keluar, dokter akan menutup luka dengan bahan penutup luka. Prosedur penutup luka ini dapat membantu menyembuhkan dan mencegah abses muncul kembali.

Setelah prosedur selesai, dokter Anda mungkin akan meresepkan obat antibiotik untuk mencegah luka agar tidak terjadi infeksi.

Antibiotik
Kasus abses kulit yang parah umumnya juga dapat diobati dengan antibiotik. Dokter Anda mungkin akan meresepkan obat antibiotik seperti dicloxacillin atau cephalexin jika Anda memiliki salah satu kondisi di bawah ini:

  • Abses pada wajah, yang memiliki risiko lebih tinggi menyebabkan komplikasi
  • Selulitis
  • Terdapat lebih dari satu abses
  • Sistem kekebalan tubuh yang lemah

Jika dokter Anda berpikir MRSA adalah penyebab abses Anda, maka dokter mungkin akan meresepkan obat klindamisin atau doksisiklin untuk melawan infeksi.

Setelah melakukan beberapa pengobatan di atas, abses biasanya tidak dapat kambuh kembali.

Bagaimana cara mencegah abses kulit

Munculnya abses kulit umumnya tidak selalu dapat dicegah. Namun, ada beberapa cara untuk meminimalkan peluang Anda terkena infeksi bakteri Staphylococcus yang biasanya dapat menyebabkan abses kulit. Untuk meminimalkan risiko infeksi Staphylococcus, lakukanlah beberapa hal sebagai berikut:

  • Cuci tangan Anda secara teratur.
  • Bersihkan semua luka dan goresan, bahkan luka yang kecil, dengan sabun dan air dan oleskan salep antibakteri.
  • Jaga kebersihan luka dan merawat luka yang sudah terbalut.

Sebaiknya juga tidak berbagi barang-barang pribadi Anda dengan orang lain, seperti handuk, seprai, pisau cukur, peralatan pribadi, makeup, dan pakaian. Jika Anda mengalami luka atau borok, cuci seprai dan handuk Anda dengan air panas, deterjen, dan pemutih secara teratur dan keringkan pada suhu yang cukup.


Referensi

Drugs (2018). Liver Abscess.

Kahn, A. Healthline (2017). Abdominal Abscess: What's Causing the Pain in My Tummy?

Krause, L. Healthline (2017). Pyogenic Liver Abscess.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit