Dahak Berdarah - Tanda, Penyebab, Gejala, Cara Mengobati

Dipublish tanggal: Apr 11, 2019 Update terakhir: Nov 6, 2020 Tinjau pada Jul 16, 2019 Waktu baca: 3 menit

Dahak atau lendir merupakan campuran ludah dan mukus yang keluar ketika batuk. Dahak berdarah muncul ketika dahak terdapat bercak darah. Bercak darah berasal dari suatu tempat dalam saluran pernapasan di dalam tubuh Anda. Saluran pernapasan tersebut terdiri dari mulut, hidung, tenggorokan, paru-paru dan saluran dari hidung menuju paru-paru.

Terkadang dahak berdarah merupakan gejala dari kondisi medis yang serius. Namun dahak berdarah relatif umum terjadi dan bukan penyebab dari kondisi yang perlu penanganan segera.

Mengenai dahak berdarah

Penyebab dahak berdarah

Penyebab umum terjadinya dahak berdarah yaitu batuk berat berkepanjangan, bronkitis, mimisan dan infeksi dada lainnya. Sementara penyebab seriusnya adalah:

  • Kanker tenggorokan atau paru-paru;
  • Pneumonia;
  • Emboli paru-paru, penggumpalan darah pada paru-paru;
  • Edema paru-paru, terdapat cairan pada paru-paru;
  • Aspirasi paru-paru, menghirup zat asing ke dalam paru-paru;
  • Cystic fibrosis, gangguan pada kelenjar eksokrin dan menyebabkan produksi berlebih pada mukus;
  • Infeksi tertentu seperti tuberkulosis;
  • Mengkonsumsi antikoagulan untuk mencegah penggumpalan darah;
  • Trauma pada sistem pernapasan.
  • TB paru

Pada anak-anak kemungkinan penyebabnya adalah infeksi pada sistem pernapasan bawah dan menghirup benda asing.

Gejala dahak berdarah

Segera periksakan diri ke dokter jika Anda mengalami hal-hal berikut:

  • Terdapat bercak darah setiap batuk
  • Nafas pendek atau sulit bernapas
  • Merasa lemas
  • Pusing
  • Berkeringat
  • Detak jantung lebih cepat
  • Kehilangan berat badan tanpa tahu penyebabnya
  • Kelelahan
  • Nyeri dada
  • Muncul darah gelap pada urin dan tinja

Gejala tersebut mengarah pada kondisi yang cukup serius.

Diagnosis dahak berdarah

Ketika memeriksakan diri ke dokter, biasanya mereka akan bertanya apa penyebab yang paling mungkin seperti batuk, demam, flu atau bronkitis. Hal-hal lain yang mungkin ditanyakan yaitu:

  • Berapa lama mengalami dahak berdarah;
  • Bagaimana penampakan dahak;
  • Berapa kali batuk dalam sehari;
  • Jumlah darah dalam dahak.

Dokter akan mendengarkan paru-paru ketika Anda bernapas mengamati gejala-gejala serius yang mungkin terjadi seperti detak jantung lebih cepat, mengi atau ngorok. Selain itu mereka akan bertanya riwayat kesehatan Anda.

Dokter mungkin akan melakukan prosedur atau tes untuk mendapatkan diagnosis yang lebih akurat seperti:

  • Tes pertama yang akan dilakukan adalah pencitraan dengan sinar X. Hal ini untuk mendiagnosis berbagai macam kondisi pada saluran pernapasan;
  • Tes dahak untuk mengetahui apakah ada kemungkinan tuberkulosis paru
  • CT scan dada memeriksa dan mendapatkan pencitraan lebih jelas pada jaringan paru-paru;
  • Bronkoskopi, merendahkan bronkoskop dari tenggorokan ke bronkus. Dengan ini dokter memeriksa adanya keabnormalan atau hal yang menghalangi udara menuju paru-paru;
  • Tes darah, untuk mendiagnosis kondisi lain seperti seberapa banyak darah Anda dan memeriksa kemungkinan Anda kehilangan banyak darah sehingga mengalami anemia;
  • Biopsi, prosedur ini dilakukan jika dokter menemukan kejanggalan pada paru-paru Anda. Dokter akan mengambil sedikit jaringan pada paru-paru dan memeriksanya di laboratorium.

Pencegahan dahak berdarah

Dahak berdarah dapat menjadi penyebab utama yang tidak dapat dihindari. Namun beberapa metode dapat membantu mencegah hal ini terjadi. Langkah pertama pencegahan yaitu mengambil langkah untuk mencegah infeksi pernapasan. Lakukan hal-hal berikut untuk mencegah dahak berdarah:

  • Berhenti merokok, merokok menyebabkan iritasi dan peradangan serta meningkatkan kemungkinan kondisi medis lainnya.
  • Jika Anda merasakan infeksi pernapasan, segera minum banyak air. Minum banyak air membantu mengurangi dahak dan membuangnya keluar tubuh.
  • Jaga rumah Anda tetap bersih karena jika debu terhirup dapat mengiritasi saluran pernapasan. Hal ini dapat memperburuk gejala jika Anda memiliki COPDasma atau infeksi paru-paru. Jamur juga dapat menyebabkan infeksi dan iritasi paru-paru serta menyebabkan dahak berdarah jika tidak segera ditangani.
  • Batuk dengan dahak berwarna kuning atau hijau bisa jadi merupakan tanda infeksi saluran pernapasan. Periksakan diri ke dokter untuk segera mendapatkan perawatan dan mencegah komplikasi atau gejala lebih buruk lainnya.

Pengobatan dahak berdarah

Mengobati dahak berdarah bergantung pada penyebab utamanya. Pada beberapa kasus, pengobatan berkaitan dengan mengurangi peradangan dan gejala lain yang Anda alami. Beberapa pengobatan tersebut yaitu:

  • Antibiotik oral untuk infeksi bakteri
  • Antivirus seperti oseltamivir untuk mengurangi keparahan infeksi virus
  • Pereda batuk antitusif bukan mukolitik yang merangsang batuk
  • Minum lebih banyak air putih, untuk mengurangi dahak berlebih
  • Operasi untuk mengangkat tumor atau penggumpalan darah di paru-paru

Hal pertama yang dilakukan untuk mengobati penderita dengan batuk berdahak dengan darah cukup banyak yaitu menghentikan pendarahan, mencegah aspirasi, yang terjadi ketika zat asing masuk ke saluran pernapasan lalu mengatasi penyebab utamanya. 

Sebelum menggunakan pereda batuk, konsultasikan dahulu dengan dokter meskipun Anda mengetahui penyebab utamanya. Pereda batuk dapat mengakibatkan nafas terhalang atau dahak terjebak dalam paru-paru sehingga memperburuk infeksi.


4 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Daniel Murrell, M.D., Coughing up blood (https://www.medicalnewstoday.com/articles/321563.php),21 April 2018.
Nancy Moyer, MD, Coughing up blood (https://www.healthline.com/health/blood-tinged-sputum), 29 March 2018.

Artikel ini hanya sebagai informasi awal mengenai kondisi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini
Buka di app